• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Demam pada Anak Naik Turun, Apa yang Harus Dilakukan Orangtua?

Demam pada Anak Naik Turun, Apa yang Harus Dilakukan Orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Demam pada Anak Naik Turun, Apa yang Harus Dilakukan Orangtua?

Halodoc, Jakarta - Demam terjadi saat suhu tubuh anak mencapai 38 derajat Celsius atau lebih. Demam naik turun biasanya terjadi secara fluktuatif. Bisa saja muncul hari ini dan reda pada keesokan hari, atau bisa saja naik turun sepanjang hari. Sebagai orangtua tentu khawatir jika anak mengalami demam yang naik turun. Banyak orangtua yang ketakutan dan kebingungan jika menghadapi kondisi ini. Jika Si Kecil mengalaminya, berikut ini beberapa hal yang dapat ibu lakukan untuk mengatasi demam naik turun pada anak.

Baca juga: Kenali 3 Fakta Mengenai Demam Lembah

Ini yang Harus Ibu Lakukan saat Demam Naik Turun pada Anak

Sebelum mengetahui bagaimana langkah mengatasi demam naik turun pada anak, sebaiknya ibu lebih dulu mengetahui apa yang menjadi penyebabnya. Demam yang naik turun biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Demam sendiri merupakan respon dari sistem kekebalan tubuh yang sedang berjuang mempertahankan diri dari infeksi virus atau bakteri. Jika dialami anak, kondisi ini menandakan jika tubuhnya responsif dalam menghadapi infeksi yang terjadi.

Namun jika demam yang naik turun terlalu sering terjadi, hal tersebut bisa saja dipicu oleh infeksi bakteri atau virus yang cukup berbahaya, seperti pneumonia, infeksi saluran kencing, infeksi telinga, atau meningitis. Lantas, apa yang harus dilakukan ibu untuk mengatasi demam naik turun pada anak? Berikut ini beberapa langkah pertolongan pertama yang dapat ibu lakukan:

Baca juga: Demam, Pilih Rapid Test Antigen atau Rapid Test Antibodi?

  • Langkah pertama dalam mengatasi demam naik turun pada anak adalah mengompres anak dengan handuk hangat. Letakkan handuk pada ketiak, leher, atau paha.
  • Langkah selanjutnya dalam mengatasi demam naik turun pada anak adalah berikan cairan yang cukup. Jika anak masih diberi ASI, ibu disarankan untuk lebih sering mengASIhi. Jika anak masih di bawah 6 bulan, maka berikan ASI saja tanpa tambahan air putih.
  • Jangan memandikan atau mengompres anak dengan air dingin atau es batu. Hal ini akan semakin membuat suhu tubuh anak meningkat, sehingga demam menjadi semakin parah. Kompres dingin juga memicu badan anak menggigil. 

Itulah sejumlah tips mengatasi demam naik turun pada anak. Ibu tidak perlu khawatir yang berlebihan, ya. Berikut ini beberapa gejala demam pada anak yang tidak perlu dikhawatirkan:

  • Anak mengalami demam yang naik turun dalam waktu kurang dari 5 hari.
  • Anak memiliki suhu tubuh kurang dari 39 derajat Celsius. Kondisi ini berlaku pada anak berusia 3 bulan hingga 3 tahun.
  • Anak mengalami demam setelah imunisasi. Demam pasca imunisasi biasanya berlangsung kurang dari 48 jam.

Baca juga: Anak Demam setelah Imunisasi, Orangtua Harus Apa?

Demam pada anak umumnya normal terjadi. Namun jika diikuti dengan sejumlah gejala berbahaya, silahkan periksakan Si Kecil di rumah sakit terdekat untuk mengetahui apa yang menjadi penyebabnya. Beberapa gejala demam yang tidak normal pada anak, di antaranya demam lebih dari 5 hari, di atas 40 derajat Celsius, anak mengalami penurunan nafsu makan, serta mengalami diare, muntah, atau sembelit.

Referensi:
Medicine Net. Diakses pada 2021. When to Worry About Your Child's Fever.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021.Kids’ Fevers: When to Worry, When to Relax.
Smh.com. Diakses pada 2021. FEVER IN KIDS: WHEN TO WORRY.