• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Demam pada Anak Naik Turun, Ibu Lakukan Ini

Demam pada Anak Naik Turun, Ibu Lakukan Ini

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Anak yang tiba-tiba demam pasti bikin ibu menjadi panik. Apalagi jika demam pada anak naik turun, rasa khawatir tidak dapat dihindarkan. Setiap anak pada akhirnya pasti mengalami demam. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk mengetahui apa yang harus dilakukan ketika ini terjadi. 

Pertama, ibu wajib selalu menyediakan termometer di rumah sehingga ibu akan tahu dengan detail berapa panas tubuh anak. Jika panas sudah terlampau tinggi, ia harus segera mendapatkan penanganan dari dokter. 

Baca juga: Ini 2 Jenis Demam Anak dan Cara Penanganannya

Pahami Gejala Demam pada Anak yang Berbahaya

Ibu juga harus tahu hal apa saja yang tidak normal saat anak alami demam. Melansir dari Cleveland Clinic, beberapa hal yang perlu diwaspadai, antara lain:

  • Demam terjadi pada anak dengan usia kurang dari 3 bulan. Demam mungkin satu-satunya respon bayi terhadap penyakit serius. Pada bayi yang baru lahir, suhu rendah juga bisa menjadi tanda penyakit serius. Segera bawa dia ke rumah sakit saat bayi di bawah usia tiga bulan mengalaminya. 

  • Demam pada anak berlangsung lebih dari lima hari. Dokter anak perlu menyelidiki lebih lanjut untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya.

  • Demam anak lebih tinggi dari  40 derajat Celcius.

  • Demam anak tidak turun meski sudah diberi obat penurun demam.

  • Anak berkelakuan tidak seperti dirinya yang biasa, sulit untuk dibangunkan, atau tidak mau minum cukup cairan. Bayi yang tidak mengompol setidaknya empat popok per hari dan anak yang lebih besar yang tidak buang air kecil setiap delapan hingga 12 jam dapat mengalami dehidrasi yang berbahaya. 

  • Anak baru saja diimunisasi dan memiliki suhu di atas 40 derajat Celcius atau demam selama lebih dari 48 jam.

Daripada kamu terus menerus khawatir, segera periksakan diri ke rumah sakit terdekat. Ibu bisa buat janji dengan dokter anak melalui aplikasi Halodoc supaya lebih mudah. Dengan begini, anak mendapatkan pertolongan tepat dari ahlinya. 

Baca juga: 3 Hal yang Mesti Ibu Lakukan Bila Si Kecil Terkena Demam

Hal yang Bisa Ibu Lakukan untuk Mengurangi Demam Anak

Pertama-tama, berikan obat anti demam kepada anak, seperti acetaminophen atau ibuprofen. Jangan pernah berikan aspirin pada anak, karena ini telah dikaitkan dengan penyakit serius yang berpotensi fatal, yang disebut sindrom Reye. Sementara itu, cara lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi demam pada anak, yaitu:

  • Pakaikan anak baju yang ringan dan tipis. Sebab pakaian berlebih akan memerangkap panas tubuh dan menyebabkan suhu naik.

  • Minta anak untuk minum banyak cairan, seperti air, jus, atau es loli.

  • Mandikan anak dengan air hangat. Jangan biarkan anak menggigil karena air dingin. Itu bisa menaikkan suhu tubuh. Jangan pernah juga meninggalkan anak tanpa pengawasan di bak mandi.

Baca juga: Jangan Asal Kompres, Kenali Demam pada Anak

Kiat untuk Mengukur Suhu Tubuh Anak

Seberapa sering ibu harus mengecek suhu anak? Itu tergantung situasinya. Tanyakan dokter anak. Biasanya, kamu tidak perlu mengukur suhu tubuh anak terlalu sering bahkan sampai membangunkannya saat ia tertidur nyenyak. Namun, kamu harus melakukannya jika tampaknya ia belum makan atau minum obat. 

Termometer digital adalah yang terbaik. Jenis ini dapat digunakan di mulutnya, dubur, atau di bawah lengan. Untuk anak kecil, suhu dubur paling akurat. Sementara untuk anak-anak yang berusia 4 hingga 5 tahun atau lebih, kamu bisa menggunakan termometer di mulut. Di bawah lengan dirasa kurang dapat diandalkan tetapi lebih mudah dilakukan. 

Jika ibu masih memiliki pertanyaan seputar demam yang dialami anak, segera tanyakan pada dokter di Halodoc melalui chat. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Kids’ Fevers: When to Worry, When to Relax.
Standford Childern’s Health. Diakses pada 2020. Fever in Children.
Web MD. Diakses pada 2020. What to Do When Your Kid Has a Fever.