• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Denyut Jantung Lambat, Apa yang Menyebabkannya?

Denyut Jantung Lambat, Apa yang Menyebabkannya?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Denyut jantung adalah hitungan berapa kali jantung berdetak dalam satu menit. Denyut jantung merupakan ukuran aktivitas jantung. Denyut jantung dianggap lambat jika 60 denyut per menit untuk orang dewasa atau anak saat istirahat. 

Kondisi denyut jantung lambat juga disebut bradikardia. Jika jantung berdetak lebih lambat dari kecepatan normal, maka mengindikasikan masalah medis. Jika denyut jantung lambat jarang terjadi atau disertai gejala lain, maka bisa menjadi masalah yang serius. Lantas, apa yang menyebabkan denyut jantung lambat?

Baca juga: Ini Bedanya Gagal Jantung dan Serangan Jantung

Penyebab Seseorang Memiliki Denyut Jantung Lambat

Denyut jantung lambat atau bradikardia semakin mungkin terjadi seiring bertambahnya usia. Ada berbagai penyebab bradikardia bervariasi pada setiap orang:

  • Kerusakan jaringan jantung terkait penuaan.
  • Kerusakan jaringan jantung akibat penyakit jantung atau serangan jantung. 
  • Gangguan jantung saat lahir (kelainan jantung bawaan)
  • Infeksi jaringan jantung (miokarditis).
  • Komplikasi akibat operasi jantung.
  • Kelenjar tiroid kurang aktif (hipotiroidisme)
  • Ketidakseimbangan bahan kimia dalam darah, seperti kalium atau kalsium.
  • Gangguan pernapasan yang berulang selama tidur.
  • Penyakit radang, seperti demam rematik atau lupus.
  • Pengobatan, antara lain beberapa obat untuk gangguan irama jantung lainnya, tekanan darah tinggi, dan psikosis.
  • Sirkuit listrik jantung. Bradikardia terjadi ketika sinyal listrik melambat atau terhalang.
  • Masalah simpul sinus. 

Baca juga: Denyut Nadi Enggak Normal Hati-hati Aritmia

Kekhawatiran terbesar kondisi denyut jantung lambat adalah jantung tidak mampu bekerja cukup baik dalam memompa darah ke semua organ dan jaringan yang membutuhkannya.




Jika kondisi ini terjadi, berikut ini gejala yang harus diwaspadai:

  • Kepala terasa ringan atau pusing.
  • Kebingungan atau kesulitan berkonsentrasi.
  • Pingsan.
  • Sesak napas (dengan atau tanpa nyeri dada).
  • Merasa mudah lelah bahkan hanya dengan sedikit aktivitas. 

Jika kamu memeriksa detak jantung dan secara teratur di bawah 60 detak per menit, maka waspada terhadap gejala di atas. Jika tidak memiliki gejala lain, maka kondisi akan baik-baik saja.

Kemungkinan kamu banyak berolahraga, dan detak jantung yang lambat bisa menjadi tanda seberapa bugar tubuh kamu. Jika disertai gejala lain dan kamu tidak yakin, segera hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc

Penanganan Denyut Jantung Lambat (Bradikardia)

Jika dokter mendiagnosis seseorang memiliki bradikardia, maka rencana perawatan perlu dilakukan berdasarkan penyebab denyut jantung lambat. Misalnya, jika penyebabnya adalah hipotiroidisme, atau fungsi tiroid yang rendah, penanganannya mungkin dengan mengatasi masalah detak jantung. 

Jika tidak ada penyebab fisik yang jelas, dokter akan mengganti obat yang mungkin memperlambat denyut jantung. Beta bloker terkadang diresepkan untuk mengendurkan otot jantung. Kamu bisa beli obat resep dokter melalui aplikasi Halodoc.

Jika pengobatan tidak berhasil dan kondisi tubuh semakin serius untuk membahayakan otak dan organ tubuh lainnya, dokter mungkin merekomendasikan alat pacu jantung. 

Baca juga: Konsumsi Obat Bisa Sebabkan Bradikardia

Ahli bedah jantung akan memasukkan perangkat kecil ini ke dada. Alat ini memiliki kabel tipis dan fleksibel, yang disebut lead, yang memanjang ke jantung. Alat pacu jantung membawa muatan listrik kecil yang membantu menjaga agar jantung tetap memompa dengan kecepatan yang stabil. Jika kamu sudah mendapatkan alat pacu jantung, dengarkan instruksi dokter tentang cara kerja dan tanda-tanda apapun yang mungkin tidak diketahui. 

Perlu dipahami, perawatan denyut jantung lambat tergantung pada kondisi dasarnya. Jika detak jantung lambat disebabkan oleh efek pengobatan atau paparan racun, maka harus segera ditangani secara medis. 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. What is Bradycardia?
Healthline. Diakses pada 2021. Bradycardia (Slow Heart Rate)