• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Deteksi Barotrauma Telinga dengan Pemeriksaan Audiometri

Deteksi Barotrauma Telinga dengan Pemeriksaan Audiometri

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Jika kamu pernah mengalami telinga terasa penuh, tertutup, bahkan terkadang merasa nyeri saat naik lift atau pesawat, kondisi ini dikenal dengan sebutan barotrauma telinga. Barotrauma merupakan kondisi yang disebabkan oleh adanya perubahan tekanan udara yang terjadi secara cepat. Selain berada dalam lift atau pesawat, perubahan tekanan udara dapat terjadi saat menyelam dan berada di dataran tinggi.

Di dalam telinga terdapat saluran yang menghubungkan telinga bagian tengah ke tenggorokan dan hidung. Saluran tersebut disebut dengan saluran Eustachius, yang berfungsi untuk menyeimbangkan tekanan antara telinga tengah dengan tenggorokan dan hidung. Saat gejala barotrauma muncul, hal tersebut menandakan jika saluran ini sedang tersumbat.

Baca juga: Bagaimana Cara Pemeriksaan Audiometri Dilakukan?

Deteksi Gejala Barotrauma yang Muncul dengan Pemeriksaan Audiometri

Barotrauma merupakan fenomena yang umum terjadi dan bukanlah kondisi yang berbahaya. Pada beberapa kasus, barotrauma dapat menimbulkan komplikasi, terutama bagi bayi dan anak-anak, karena telinga mereka belum berkembang sepenuhnya. Karena hal tersebut, penting untuk mengenali gejala barotrauma yang terbilang normal dan termasuk barotrauma kronis.

Gejala barotrauma sendiri dapat memicu sejumlah keluhan, bahkan dapat memengaruhi kemampuan pendengaran. Intensitasnya pun dapat terjadi dari mulai ringan hingga parah. Gejala yang umum terjadi meliputi:

  • Rasa tidak nyaman.
  • Telinga seolah-olah penuh atau tertutup.
  • Pusing.
  • Kesulitan mendengar

Gejala umum yang dibiarkan begitu saja akan memicu gejala lanjutan dengan keluhan yang semakin parah. Gejala lanjutan akan meliputi nyeri telinga, rasa tertekan dalam telinga, mimisan, penurunan fungsi pendengaran, serta cedera gendang telinga. Untuk mengidentifikasi sejumlah gejala barotrauma yang muncul, kamu memerlukan pemeriksaan audiometri.

Baca juga: Kapan Sebaiknya Melakukan Pemeriksaan Audiometri?

Tahapan Tes Audiometri untuk Mendeteksi Barotrauma

Seperti pada penjelasan sebelumnya, untuk mengidentifikasi sejumlah gejala yang muncul, kamu memerlukan tes audiometri. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan mesin yang disebut dengan audiometer untuk menghasilkan suara dengan volume dan frekuensi yang berbeda-beda. Bukan hanya untuk mendeteksi gangguan pada pendengaran saja, pemeriksaan ini juga dilakukan sebagai pemeriksaan kesehatan rutin. Berikut tahapan yang dilakukan!

  • Tahap Persiapan

Saat pemeriksaan dilakukan, peserta akan diminta untuk duduk di ruangan khusus yang telah disediakan. Kemudian tim medis atau audiolog akan menjelaskan tata cara pemeriksaan dan apa saja yang perlu dilakukan di dalam ruangan tersebut. Setelah itu, tim medis atau audiolog akan memasang earphone di telinga.

  • Tahap Pemeriksaan

Saat pemeriksaan dimulai, tim medis atau audiolog akan memainkan berbagai suara, seperti bunyi atau ucapan, tentunya dengan volume, frekuensi, dan interval yang berbeda di kedua telinga. Hal tersebut dilakukan untuk menentukan rentang kemampuan pendengaran pada masing-masing telinga.

Selama pemeriksaan berlangsung, tim medis atau audiolog akan memberikan instruksi, seperti mengangkat tangan atau mengulang ucapan yang didengar. Hal tersebut bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan telinga dalam mengenali kata dan membedakan bunyi ucapan dengan suara di sekitar.

  • Tahap Analisis Hasil Pemeriksaan

Setelah menjalani pemeriksaan, tim medis atau audiolog akan meninjau hasil pemeriksaan. Melalui hasil tersebut, dokter dapat akan mengetahui apa yang menjadi penyebab gangguan pendengaran yang kamu alami. Hasil tes juga akan menentukan langkah penanganan yang tepat untuk mengatasi penyebab.

Baca juga: Kualitas Pendengaran Menurun, Saatnya Pemeriksaan Audiometri

Pemeriksaan tersebut umumnya hanya membutuhkan waktu selama 40–60 menit, serta tidak memerlukan persiapan khusus sebelum melakukannya. Pemeriksaan ini juga tidak menimbulkan risiko apa pun. Kamu hanya perlu mengikuti instruksi dari tim medis atau audiolog saja.

Jika kamu atau orang terdekatmu mengalami beberapa gejala gangguan pendengaran, sebaiknya segera temui dokter di rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan untuk untuk menilai seberapa baik kemampuan pendengaran yang kamu miliki. Saat hasil menunjukkan jika kamu mengalami gangguan pendengaran, dokter biasanya akan menyarankan peserta untuk menggunakan alat bantu dengar.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Audiometry.
Healthline. Diakses pada 2020. Ear Barotrauma.