Diagnosis Lichen Planus yang Tepat untuk Dilakukan

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Diagnosis Lichen Planus yang Tepat untuk Dilakukan

Halodoc, Jakarta – Lichen planus merupakan kondisi langka yang ditandai oleh peradangan pada kulit, rambut, kuku, dan selaput lendir atau mukosa. Pada kulit, lichen planus membuat pengidapnya mengalami ruam kecil berwarna merah keunguan yang kadang terasa gatal. Sementara itu, ketika menyerang selaput lendir seperti pada mulut atau vagina, lichen planus dapat menyebabkan munculnya bercak putih yang kadang terasa nyeri.

Seperti kebanyakan penyakit yang menyerang kulit lainnya, untuk memastikan diagnosis lichen planus, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan melihat ruam di kulit. Jika dirasa perlu, dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan berupa prosedur biopsi, yang dilakukan dengan mengambil sampel jaringan kulit dan memeriksanya di mikroskop. Prosedur ini dilakukan untuk mengetahui apakah sampel jaringan yang diambil memiliki karakteristik lichen planus.

Baca juga: Begini Pengobatan untuk Atasi Lichen Planus

Pemeriksaan darah juga dapat dilakukan untuk melihat apakah pengidap memiliki faktor pemicu yang dapat menimbulkan lichen planus, seperti hepatitis C. Sebagai pemeriksaan tambahan, dokter kulit juga dapat melakukan tes alergi yang mungkin dapat menjadi pencetus timbulnya lichen planus.

Pahami Gejala Lichen Planus Berikut

Seperti telah disebutkan di awal, gejala utama lichen planus pada kulit adalah ruam kecil berwarna merah keunguan. Jumlah dan ukuran ruam ini dapat beragam, dan bisa muncul pada bagian tubuh manapun, tetapi paling sering muncul di lengan bagian dalam, tungkai bagian dalam, atau punggung. Pada bagian atas ruam, biasanya muncul juga bercak putih halus yang disebut Wickham’s striae.

Ruam tersebut dapat terasa gatal, yang kadang masih bisa ditolerir dan kadang cukup parah hingga mengganggu tidur pengidapnya. Perkembangan ruam dapat berlangsung cepat (dalam hitungan hari), atau bertahap (dalam beberapa minggu). Ruam juga bisa membentuk garis atau berkumpul membentuk ruam yang besar. 

Baca juga: Selain Kulit, Lichen Planus Bisa Serang 4 Anggota Tubuh Ini

Kemudian, untuk lichen planus yang menyerang selaput lendir, gejala dapat muncul dalam rongga mulut, seperti pipi bagian dalam, gusi, dan lidah. Bedanya dengan di kulit, ruam yang muncul berwarna putih, yang lebih mirip seperti bercak. Kondisi ini bisa juga disertai gejala gusi yang memerah dan nyeri. Pada kasus yang jarang, lichen planus pada rongga mulut juga bisa menyebabkan bisul di mulut atau sariawan di bibir. 

Selain pada rongga mulut, gejala lichen planus juga bisa muncul pada vagina, yang ditandai dengan munculnya bercak putih. Bercak ini kadang terasa gatal dan sakit saat berhubungan seksual. Pada kasus yang parah, lichen planus dapat menyebabkan munculnya jaringan parut, yang dapat mempersempit jalan masuk ke vagina ketika penetrasi dilakukan. Pada pria, gejala berupa bercak putih bisa muncul pada kepala penis.

Tak hanya pada kulit dan selaput lendir, lichen planus juga bisa menyerang kuku dan kulit kepala, yang ditandai dengan munculnya luka serius pada kuku atau kebotakan. Pada beberapa kasus yang jarang terjadi, lichen planus juga bisa menyerang kerongkongan, saluran telinga, kelopak mata, usus, dan anus. 

Baca juga: Kenali Gejala Lichen Planus pada Wanita

Jika kamu mengalami berbagai gejala yang telah dijelaskan tadi, segera diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc, lewat Chat atau Voice/Video Call. Kalau dokter menyarankan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit, kamu juga bisa buat janji dengan dokter spesialis kulit melalui aplikasi Halodoc

Apa yang Menyebabkan Terjadinya Lichen Planus?

Umumnya, lichen planus terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel di kulit dan selaput lendir secara keliru. Namun, belum diketahui pasti mengapa hal ini bisa terjadi. Pada beberapa kasus, lichen planus bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti:

  • Infeksi virus hepatitis C.
  • Penggunaan obat-obatan, seperti obat antiinflamasi nonsteroid, obat darah tinggi, obat diuretik, obat untuk penyakit diabetes, obat malaria, dan penggunaan vaksin flu.
  • Paparan logam merkuri melalui tambalan gigi.
  • Paparan cairan kimia untuk cuci foto.
  • Kebiasaan menggigit lidah atau pipi bagian dalam.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Lichen Planus.
Healthline. Diakses pada 2019. Lichen Planus.
WebMD. Diakses pada 2019. Oral Lichen Planus: Symptomps, Causes, and Treatments.