• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Diagnosis Stroke Kriptogenik dengan Pemeriksaan Ini

Diagnosis Stroke Kriptogenik dengan Pemeriksaan Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Dalam kebanyakan kasus, stroke disebabkan oleh bekuan darah yang menghalangi aliran darah ke otak. Namun, dalam beberapa kasus kondisi ini bisa terjadi tanpa penyebab atau stroke kriptogenik. Dalam dunia medis, stroke kriptogenik adalah stroke yang penyebabnya tidak diketahui, yang berarti bahwa stroke tidak dapat dikaitkan dengan penyebab atau faktor risiko tertentu, bahkan setelah dilakukan diagnosis dan pengujian menyeluruh. 

Karena kira-kira 1 dari 4 pengidap stroke kemungkinan akan mengalami kejadian stroke lagi, maka menemukan penyebab stroke akan membantu dokter menangani penyebab stroke dan menurunkan kekambuhan. Saat mengalami stroke kriptogenik, ini mungkin membuat frustrasi dan kewalahan. Namun, dengan pemeriksaan diagnostik yang tepat dan kolaborasi dengan tim perawatan kesehatan, kamu dapat mengambil bagian dalam menemukan penyebab stroke dan membantu mencegah terjadinya stroke lainnya.

Baca juga: Bisakah Orang yang Terkena Stroke Sembuh Seperti Semula?

Langkah Diagnosis Stroke Kriptogenik

Umumnya, sebelum memberi label stroke apapun sebagai stroke kriptogenik, tim dokter biasanya akan mencari penyebab stroke yang umum dan tidak umum. Penyebab paling umum dari stroke termasuk merokok, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, penyakit pembuluh darah, dan kolesterol tinggi.

Jika seseorang pernah mengalami stroke, ia dapat mengharapkan sejumlah tes medis yang memeriksa struktur otak untuk mengetahui dengan tepat di mana lokasi stroke dan jenis stroke itu. Tes ini termasuk tes pencitraan otak, seperti Brain MRI, Brain CT, Brain MRA, dan Brain MRV. Seseorang tidak mungkin membutuhkan semua tes pencitraan ini, karena satu tes mungkin memberikan jawaban yang cukup sehingga tes lain tidak diperlukan.

Ketika datang untuk mencari penyebab stroke, dokter juga mungkin memesan salah satu dari sejumlah tes darah yang memeriksa jantung, kecenderungan pembekuan darah, tingkat vitamin B12, dan bahkan fungsi tiroid. Sekali lagi, seseorang tidak perlu menjalani semua tes ini. Dokter akan memutuskan tes mana yang akan dipesan tergantung pada riwayat kesehatan, riwayat keluarga, jenis stroke yang dialami dan hasil tes pendahuluan.

Sementara itu, untuk memastikan apakan seseorang alami stroke kriptogenik atau bukan, maka ada beberapa diagnosis minimum yang perlu dilakukan, yakni:

  • CT otak atau MRI otak tanpa kontras.
  • Tes gula darah.
  • Saturasi oksigen.
  • Elektrolit serum/tes fungsi ginjal.
  • Hitung darah lengkap, termasuk jumlah trombosit.
  • Penanda iskemia jantung.
  • Waktu protrombin/Rasio Normalisasi Internasional (INR).
  • Waktu tromboplastin parsial teraktivasi.
  • Elektrokardiogram.

Baca juga: Ini Pertolongan Pertama saat Seseorang Terserang Stroke

Stroke juga hanya diklasifikasikan sebagai kriptogenik setelah pengujian ekstensif, termasuk EKG 12 sadapan, pemantauan EKG 24 jam atau lebih, ekokardiografi transesofagus, skrining untuk keadaan trombofilik (dalam pasien kurang 55 dari tahun), dan magnetic resonance angiography (MRA), computed tomographic angiography (CTA), atau kateter angiografi kepala dan leher, tidak mengungkapkan penyebab yang jelas. 

Seseorang mungkin perlu melakukan tes neuroimaging, vascular imaging, cardiac testing, beberapa tes lab, dan cardiac monitoring

Jika kamu memiliki anggota keluarga yang mengidap stroke tanpa penyebab yang jelas, kamu bisa melakukan semua diagnosis tersebut di rumah sakit dengan lebih mudah dengan cara menggunakan aplikasi Halodoc. Dengan begini, kamu jadi tak perlu repot lagi untuk antri untuk melakukan pemeriksaan di rumah sakit.

Baca juga: Gaya Hidup Sehat untuk Kurangi Risiko Stroke di Usia Muda

Saat Didiagnosis Alami Stroke Kriptogenik

Jika kamu atau orang terdekatmu diberi tahu bahwa tengah mengalami stroke kriptogenik, kamu pasti akan sangat mengkhawatirkannya. Namun, yakinlah bahwa proses mencari penyebab setelah stroke kriptogenik umumnya mengungkap masalah kesehatan yang sebelumnya tidak disadari, yang pada akhirnya membuat kamu lebih paham cara untuk menangani masalah kesehatan ini. 

Saat sudah pulih dari stroke, kamu atau orang terdekatmu ini mungkin memerlukan satu atau lebih jenis program rehabilitasi. Ia juga harus belajar sebanyak mungkin tentang pencegahan stroke sehingga dapat melakukan perubahan gaya hidup yang diperlukan untuk mencegah diri mengalami stroke lagi.

ReferensI:
American Stroke Association. Diakses pada 2021. Understanding Diagnosis and Treatment of Cryptogenic Stroke.
F1000 Research. Diakses pada 2021. Diagnosis, Prognosis, and Management of Cryptogenic Stroke.
Very Well Health. Diakses pada 2021. How Doctors Find the Cause of a Cryptogenic Stroke.