• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Diare Anak Tak Kunjung Sembuh, Waspada Rotavirus

Diare Anak Tak Kunjung Sembuh, Waspada Rotavirus

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Diare Anak Tak Kunjung Sembuh, Waspada Rotavirus

Halodoc, Jakarta - Apakah Si Kecil mengalami diare yang tak kunjung sembuh? Bisa jadi itu gejala infeksi rotavirus. Virus ini cukup umum menyebabkan diare parah pada anak-anak, terutama yang berusia kurang dari 2 tahun. Data dari Stanford Children’s Health menyebutkan bahwa infeksi rotavirus bisa menyebabkan hingga 10 persen dari semua kasus diare pada anak di bawah usia 5 tahun.

Hal ini juga dibuktikan oleh penelitian yang dipublikasikan di Journal of Clinical Microbiology. Dari Maret 2001 hingga April 2002, 836 anak di bawah usia 5 tahun diselidiki di Hanoi, Vietnam. Rotavirus Grup A diidentifikasi pada 46,7 persen anak-anak dengan diare.

Baca juga: Alami Diare saat Puasa, Ini Penyebabnya


Lebih Lanjut tentang Infeksi Rotavirus

Rotavirus sangat menular, karena virus dapat hidup lama di luar tubuh. Virus ditemukan dalam tinja seseorang sebelum, selama, dan setelah orang tersebut mengalami diare. Seseorang dapat menularkan virus bahkan ketika dia tidak memiliki gejala.

Tidak mencuci tangan anak dapat menyebabkan virus mencemari benda lain, seperti mainan. Anak-anak lain kemudian dapat terinfeksi jika mereka juga menyentuh benda-benda yang terkontaminasi ini. Orangtua dan pengasuh juga dapat menularkan virus jika mereka tidak mencuci tangan setelah mengganti popok.

Bayi dan anak-anak berada pada risiko tertinggi untuk terinfeksi rotavirus. Pada saat anak-anak mencapai usia 5 tahun, hampir semuanya telah mengalami setidaknya satu infeksi rotavirus. Risiko diare dan dehidrasi parah paling besar terjadi pada anak di bawah usia 3 tahun.

 Baca juga: Ini Jenis Diare yang Bikin Dehidrasi dan BAB Encer


Seperti Apa Gejala Infeksi Rotavirus?

Gejala infeksi rotavirus umumnya muncul dua hingga tiga hari setelah seorang anak terinfeksi. Gejala pertama adalah demam, sakit perut, dan muntah. Gejala ini diikuti oleh kram perut dan diare berair. Diare bisa ringan hingga parah, dan bisa berlangsung tiga hingga sembilan hari. Bahaya diare parah pada anak di bawah 3 tahun adalah dehidrasi yang bisa berakibat fatal jika tidak ditangani.

Gejala dehidrasi akibat diare yang perlu diwaspadai adalah:

  • Haus.
  • Kelelahan atau gelisah.
  • Sensitif dan mudah marah.
  • Napas cepat.
  • Mata agak cekung.
  • Mulut dan lidah kering.
  • Kulit dingin di lengan dan kaki.
  • Lebih jarang ganti popok.

 

Jika ibu melihat salah satu dari gejala ini, segera gunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter. Biasanya, dokter akan menyarankan pertolongan pertama yang bisa dilakukan untuk gejala dehidrasi, atau menyarankan ibu untuk membawa Si Kecil ke rumah sakit terdekat.

Baca juga: Cegah Diare Kronis dengan Menjaga Pola Makan

Rotavirus adalah infeksi virus, jadi tidak bisa diobati dengan antibiotik. Infeksi harus diawasi dengan ketat karena diare pada anak-anak dapat menyebabkan dehidrasi. Mencatat berapa kali anak buang air kecil akan membantu dalam diskusi dengan dokter tentang dehidrasi.

Seorang anak yang mengalami diare ringan dapat terus makan dengan normal, tetapi ibu harus memberinya cairan ekstra. Air adalah pilihan yang baik untuk anak di atas enam bulan. Jus buah atau minuman bersoda yang banyak dapat memperparah diare karena jumlah gula yang dikandungnya.

Dokter mungkin merekomendasikan solusi rehidrasi oral. Jika Si kecil masih disusui, terus susui ia selama sakit, sesering mungkin. Jika Si Kecil muntah, berikan lebih sering cairan bening dalam jumlah kecil. Jangan berikan obat untuk muntah atau diare kecuali dokter merekomendasikannya.

 

 

Referensi:
Journal of Clinical Microbiology. Diakses pada 2021. Diarrhea Caused by Rotavirus in Children Less than 5 Years of Age in Hanoi, Vietnam.
Stanford Children’s Health. Diakses pada 2021. What Is Rotavirus?
Kids Health. Diakses pada 2021. Rotavirus.