Diare Disertai Lendir dan Darah, Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Diare Disertai Lendir dan Darah, Apa Sebabnya?

Halodoc, Jakarta - Disentri merupakan infeksi usus yang menyebabkan diare pada pengidapnya. Tapi, diare yang dialami bukan diare pada umumnya, namun diare yang disertai dengan darah atau lendir. Umumnya, kondisi ini bisa berlangsung selama tiga hingga tujuh hari.

Baca juga: Suka Jajan Gorengan, Perhatikan Potensi Bakteri Penyebab Disentri

Pengidap disentri akan mengalami kram perut, mual, muntah, dan demam. Penyakit ini memang kerap terjadi di lingkungan yang memiliki sanitasi buruk. Contohnya, karena keterbatasan air bersih atau tempat dengan pembuangan limbah yang buruk. Lalu, bagaimana sih cara mencegah disentri?

Baca juga: Bukan Demam Biasa, Anak Kena Disentri Jangan Diabaikan

Gejala Berdasarkan Jenisnya

Sebelum mengetahui cara mencegah disentri, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu gejalanya. Disentri sendiri memiliki dua jenis. Gejala dari kedua jenis ini enggak jauh berbeda, meliputi diare yang disertai darah atau lendir, mual dan muntah, serta nyeri perut.

Jenis pertama adalah disentri bakteri. Pengidap jenis ini akan merasakan kram perut dan demam. Gejala yang terjadi biasanya muncul 1–7 hari saat tubuh terinfeksi, dan bisa berlangsung selama 3–7 hari.

Ada disentri bakteri, ada pula disentri yang disebabkan oleh amuba. Pengidap jenis ini akan mengalami nyeri saat buang air besar, karena amuba masuk merusak dinding usus besar yang menyebabkan luka serta perdarahan. Kita mesti waspada terhadap disentri jenis ini. Sebab, dalam beberapa kasus, amuba bisa masuk ke aliran darah dan menyebar ke organ tubuh lain, terutama hati.

Baca juga: Poop Anak Berdarah, Si Kecil Kena Disentri?

Nah, andaikan kondisi ini terjadi, ia bisa menimbulkan kumpulan nanah di organ hati atau abses hati. Gejala dari disentri amuba bisa berlangsung hingga beberapa minggu. Awas, amuba bisa hidup di dalam usus sampai beberapa tahun bila tak ditangani dengan tepat.

Awasi Dua Penyebabnya

Seperti yang telah dijelaskan di atas, setidaknya ada dua hal yang bisa menyebabkan disentri, yaitu:

  • Penyebab disentri basiler adalah infeksi bakteri Shigella (paling umum ditemui). Namun demikian, bakteri Campylobacter, E. coli, dan Salmonella, juga dapat menyebabkan disentri basiler.

  • Penyebab disentri amuba adalah infeksi suatu parasit bersel satu, yaitu Entamoeba histolytica. Amuba sering ditemui di daerah dengan kebersihan lingkungan dan sanitasi yang buruk. Disentri amuba dapat menyebabkan komplikasi pada organ hati, berupa abses hati.

Bisa Memicu Berbagai Komplikasi

Jangan anggap remeh masalah yang satu ini, sebab pada bayi dan anak-anak kondisi ini bisa menyebabkan dehidrasi. Ibu mesti mewaspadai dehidrasi bila anak sudah lima kali diare dan dua kali muntah dalam empat jam atau tiba-tiba berhenti menyusu.

Baca juga: Suka Jajan Gorengan, Perhatikan Potensi Bakteri Penyebab Disentri

Disentri ini enggak cuma menimbulkan komplikasi berupa dehidrasi saja. Nah, berikut komplikasi lainnya yang bisa ditimbulkan:

  • Kejang. Komplikasi ini memang jarang terjadi dan belum diketahui mengapa kondisi ini bisa timbul.

  • Infeksi Darah. Kondisi ini juga jarang terjadi, umumnya hanya menyerang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Contohnya, pengidap HIV, AIDS, atau kanker.

  • Sindrom Hemolitik Uremik. Sindrom ini terjadi akibat bakteri Shigella Dysenteriae yang menghasilkan racun yang merusak sel darah merah.

  • Abses Hati. Meski kasusnya jarang terjadi, namun disentri amuba bisa menyebabkan abses hati yang juga bisa menyebar ke otak dan paru-paru.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!