Diare Saat Puasa, Apa Sebabnya?

Diare Saat Puasa, Apa Sebabnya?

Halodoc, Jakarta – Pernah mengalami diare saat puasa? Bisa jadi ini disebabkan oleh perubahan pola makan dan jenis makanan yang kamu konsumsi saat sahur ataupun berbuka. Memilah makanan yang baik dimakan selama puasa memang bukan sesuatu yang mudah.

Ini dikarenakan puasa memberikan perubahan pada jam makanmu, jadi ketika kamu makan sesuatu yang terlalu pedas ketika berbuka puasa misalnya, malah bisa bikin sakit perut dan memicu diare.

Ada baiknya ketika kamu sudah berulangkali buang air besar dan merasa lemas, pucat dengan intensitas kemulasan yang amat sangat, hentikan segera puasamu. Bila terus meneruskannya bisa jadi kamu dehidrasi dan memperparah kondisi.

Makan-makanan yang tidak bersih juga bisa memicu diare. Rentang waktu yang kosong saat puasa, dan kamu langsung mengonsumsi makanan yang belum tentu terjaga kualitas dan kebersihannya, bisa jadi memicu sakit perut dan diare.

Baca juga: Alami Diare Saat Puasa, Ini Penyebabnya

Jangan Dianggap Remeh

Gejala utama diare adalah buang air besar yang encer tiga kali atau lebih sehari. Pengidap diare mungkin juga memiliki satu atau lebih dari gejala berikut:

  • Kebutuhan mendesak untuk menggunakan kamar mandi

  • Kram

  • Hilangnya kendali pergerakan usus

  • Mual

  • Sakit di perut

Orang dengan diare yang disebabkan oleh beberapa infeksi mungkin juga memiliki satu atau lebih dari gejala berikut dan ini harus diwaspadai:

  • Tinja berdarah

  • Demam dan kedinginan

  • Pusing

  • Muntah

Diare dapat menyebabkan dehidrasi dan malabsorpsi, sehingga harus diwaspadai dan jangan dianggap sepele. Diare akut dan persisten mungkin memiliki penyebab yang berbeda dari diare kronis. Dalam banyak kasus, dokter tidak menemukan penyebab diare. Kebanyakan diare hilang dengan sendirinya dalam waktu 4 hari, dan menemukan penyebabnya tidak perlu.

Penyebab paling umum dari diare akut dan persisten adalah infeksi, diare, dan efek samping obat-obatan. Tiga jenis infeksi yang menyebabkan diare termasuk:

Baca juga: Cara Mudah Cegah Diare saat Puasa

  1. Infeksi Virus

Banyak virus menyebabkan diare, termasuk norovirus dan rotavirus. Gastroenteritis virus adalah penyebab umum diare akut.

  1. Infeksi Bakteri

Beberapa jenis bakteri dapat masuk ke tubuh melalui makanan atau air yang terkontaminasi dan menyebabkan diare. Bakteri umum yang menyebabkan diare, termasuk Campylobacter, Escherichia coli (E. coli), Salmonella, dan Shigella.

  1. Infeksi Parasit

Parasit dapat masuk ke tubuh melalui makanan atau air dan menetap di saluran pencernaan. Parasit yang menyebabkan diare, termasuk Cryptosporidium enteritis, Entamoeba histolytica, dan Giardia lamblia.

Infeksi pada saluran pencernaan yang menyebar melalui makanan atau minuman disebut penyakit bawaan makanan. Infeksi yang berlangsung lebih dari 2 minggu dan kurang dari 4 minggu dapat menyebabkan diare persisten.

Baca juga: Begini Cara Tetap Lancar Saat Puasa Meski Sedang Diare

Beberapa infeksi, alergi makanan dan intoleransi, masalah saluran pencernaan, operasi perut, dan penggunaan obat-obatan jangka panjang dapat menyebabkan diare kronis.

Beberapa infeksi dari bakteri dan parasit yang menyebabkan diare tidak cepat hilang tanpa pengobatan. Selain itu, setelah infeksi, orang mungkin mengalami masalah dalam mencerna karbohidrat, seperti laktosa atau protein dalam makanan, misalnya susu sapi, produk susu, atau kedelai. Masalah mencerna karbohidrat atau protein dapat memperpanjang diare.

Alergi terhadap makanan,seperti susu sapi, kedelai, biji-bijian sereal, telur, dan makanan laut dapat menyebabkan diare kronis. Intoleransi laktosa adalah kondisi umum yang dapat menyebabkan diare setelah makan makanan atau minum cairan yang mengandung susu atau produk susu.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai diare saat puasa, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Talk to  a Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.