Diare Saat Puasa, Salah Pola Makan?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Diare Saat Puasa, Salah Pola Makan?

Halodoc, Jakarta - Gangguan kesehatan yang paling sering muncul saat menjalankan ibadah puasa adalah maag. Ini karena, perut yang tidak diisi selama seharian bisa meningkatkan kadar asam lambung. Ternyata, bukan cuma maag yang bisa kambuh saat puasa lho.

Nyatanya, diare juga dapat terjadi terutama pada hari-hari awal puasa. Lantas faktor apa saja yang bisa memicu diare saat puasa? Berikut penjelasannya

Baca Juga: Bikin Dehidrasi, Begini 4 Tips Menjalani Puasa Saat Diare

Penyebab Diare Saat Puasa

Pada hari-hari biasa, normalnya seseorang makan tiga kali dalam sehari atau makan secara teratur. Namun, ketika mulai menjalankan puasa tentunya pola makan ini akan berubah. Menahan haus dan lapar selama belasan jam memicu perubahan derajat keasaman (pH) tubuh manusia.

Itu sebabnya, penyakit maag sering kambuh saat berpuasa. Asam lambung yang cenderung naik bisa menyebabkan diare apabila kamu menerapkan pola makan yang salah. Hasilnya, kamu bisa mengalami diare yang berisiko membuat tubuh mengalami dehidrasi.

Pada akhirnya, pola makan yang salah dapat mengganggu ibadah puasa yang kamu jalani. Agar kamu lebih waspada terhadap diare akibat pola makan yang salah, berikut beberapa jenis makanan yang bisa memicu diare :

1. Makanan Pedas

Makanan pedas identik dengan cabai dan merica. Kedua bahan makanan tersebut mengandung zat capsaicin yang tidak langsung terurai saat pencernaan berlangsung. Kondisi inilah yang menyebabkan dinding perut dan usus mengalami iritasi, sehingga makanan akan bergerak lebih cepat melalui saluran pencernaan. Makanan yang belum terurai sempurna menyebabkan feses yang keluar menjadi encer.

2. Makanan Asam

Makanan yang bercita rasa asam atau yang mengandung asam dapat meningkatkan asam lambung yang diproduksi oleh lambung. Selain memproduksi asam lambung, lambung juga berperan sebagai tempat terjadinya proses pengolahan makanan. Jadi, kalau kamu mengalami diare setelah makan makanan asam tentunya masuk akal. Sebab, peningkatan asam lambung otomatis akan berpengaruh pada kondisi pencernaan pula.

Baca Juga: Ibu Hamil Diare Saat Puasa, Harus Apa?

3. Makanan Kaya akan Rempah

Makanan yang mengandung banyak rempah dan santan juga berpotensi menyebabkan diare saat puasa. Kadar serat yang tinggi pada santan kelapa dapat menghasilkan gas berlebihan yang memicu penekanan pada saluran pembuangan. Akibatnya, proses pengentalan dan pengerasan feses sulit terjadi.

Kamu boleh makan-makanan berempah dan bersantan, asalkan masih dalam batas wajar ya. Mengonsumsi jenis makanan ini secara berlebihan bisa menyebabkan diare atau masalah pencernaan lainnya.

4. Makanan Berlemak

Terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak dapat mengganggu proses pencernaan, termasuk diare. Sebab, lemak yang terkandung dalam makanan memerlukan bantuan enzim untuk memecahnya, sehingga makanan ini akan lambat untuk dicerna. Selain itu, makanan berlemak juga dapat memberikan tekanan pada sistem pencernaan. Itu sebabnya, terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak bisa menimbulkan diare.

5. Makanan yang Tidak Higienis

Salah satu penyebab utama diare adalah mengonsumsi makanan yang tidak higienis. Sebelum berencana untuk makan di pinggir jalan, sebaiknya pikirkan kebersihannya terlebih dahulu. Sebab, sebagian makanan yang dijual dipinggir jalan tidak terjamin kebersihannya.

Bisa jadi makanan tersebut sudah terkena debu jalanan dan kita tidak tahu bagaimana penjual mengolah makanan tersebut. Penting untuk menjaga kesehatan saat berpuasa dengan menjalankan pola makan yang sehat agar kondisi tubuh tetap fit.

Baca Juga: Ibu Menyusui Puasa Bikin Anak Diare? Ini Faktanya

Biar tubuh makin fit dan daya tahan tubuh makin terjaga, jangan lupa untuk minum vitamin atau suplemen sebelum menjalankan puasa. Enggak perlu repot beli vitamin dan suplemen di apotek, beli saja lewat aplikasi Halodoc ! Gunakan fitur Buy Medicine yang ada di aplikasi Halodoc untuk membeli vitamin yang kamu butuhkan. Lalu, pesananmu akan segera diantar ke tempat tujuan. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!