• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Diet Berlebihan Bisa Sebabkan Gangguan Kelenjar Getah Bening

Diet Berlebihan Bisa Sebabkan Gangguan Kelenjar Getah Bening

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Diet atau mengatur pola makan memang baik untuk membantu menurunkan berat badan. Namun, hal ini akan berhasil hanya jika dilakukan dengan cara yang benar. Sayangnya, tidak sedikit orang ingin menurunkan berat badannya dalam waktu singkat. Hal ini bisa menyebabkan diet yang berlebihan. Padahal, hal tersebut bisa membahayakan, salah satunya menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening.

Dilansir dari laman Drugs, limfadenopati atau penyakit pembengkakan pada kelenjar getah bening terjadi ketika gumpalan jaringan kecil pada tubuh membengkak. Gumpalan jaringan ini tersebar pada area belakang daun telinga, bawah rahang, salah satu bagian leher, salah satu bagian pangkal paha, dan di bagian atas tulang selangka. 

Diet Berlebihan dan Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Lalu, apa hubungan antara diet berlebihan dan pembengkakan kelenjar getah bening? Masalah pada kelenjar getah bening sering terjadi karena infeksi virus atau bakteri, seperti pilek, radang amandel, infeksi pada tenggorokan, kulit (selulitis), gigi, dan telinga. Lupus, campak, rubella, sifilis, hingga HIV/AIDS menjadi penyebab pembengkakan kelenjar getah bening yang terbilang jarang terjadi. 

Baca juga: Diet, Ini Kebutuhan Kalori yang Dibutuhkan Tubuh

Ketika kamu menjalani diet yang berlebihan atau bisa dikatakan ekstrem, ada banyak dampak yang bisa dirasakan oleh tubuh. Pertama, kamu kehilangan nutrisi yang sangat penting untuk tubuh, seperti dituliskan pada laman Healthline.

Pada akhirnya, hal ini akan membuat kamu cenderung mengalami malnutrisi, karena menu diet praktis yang berlebihan sering memotong kelompok makanan yang penting untuk tubuh. 

Lalu, laman U.S.News menjelaskan bahwa diet yang berlebihan juga akan membuat kamu rentan mengalami dehidrasi. Louis J. Arone, spesialis penyakit dalam dan obesitas di New York-Presbyterian University Hospital of Columbia and Cornell menyebutkan, setiap berat yang hilang di tubuh bukanlah dari lemak, melainkan dari air.

Baca juga: Ini Manfaat Beras Shirataki untuk Diet

Hal ini disebabkan karena ketika kamu membatasi kalori atau karbohidrat atau keduanya, sumber energi utama yang dibakar tubuh jauh sebelum lemak adalah glikogen. Glikogen merupakan bentuk karbohidrat yang disimpan di hati dan otot, dan melekat pada setiap gram air. 

Akibatnya, imunitas tubuh akan melemah dan penyakit pun mudah menyerang, terlebih penyakit yang terjadi karena infeksi bakteri atau virus, seperti pula pembengkakan kelenjar getah bening. Oleh karena itu, kamu perlu memperhatikan asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. 

Jalani Diet dengan Tepat

Semua yang berlebihan jelas tidak akan memberikan hasil yang baik, tak terkecuali diet. Kamu mungkin bisa mendapatkan berat sesuai dengan keinginan dalam waktu singkat, tetapi kesehatan tubuh terganggu. Tidak hanya malnutrisi dan dehidrasi, diet berlebihan bisa membuat metabolisme melambat hingga berdampak pada kelelahan dan perubahan suasana hati.

Baca juga: Pilihan Pengobatan untuk Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Pada kesimpulannya, berbeda kondisi tubuh, maka akan berbeda pula jenis diet yang bisa dijalani. Jika kamu ingin mulai menjalani diet, sebaiknya kamu bertanya terlebih dahulu pada ahli gizi diet apa yang sesuai dengan tubuhmu. 

Tidak butuh waktu lama kok, kamu bisa langsung download dan akses aplikasi Halodoc di ponsel untuk bertanya jawab pada ahli gizi. Kini, kenyamanan dalam pemeriksaan kesehatan hanya lewat genggaman.

Sumber: 
Livestrong. Diakses pada 2020. The Negative Side Effects of Extreme Diets.
Healthline. Diakses pada 2020. Metabolism to Mental Health: 7 Ways Losing Weight Too Fast Will Backfire.
U.S.News. Diakses pada 2020. What Happens to Your Body When You Go on an Extreme Diet.
Drugs.com. Diakses pada 2020. Lymphadenopathy.