• Home
  • /
  • Diet Bisa Perparah Asam Lambung, Benarkah?

Diet Bisa Perparah Asam Lambung, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Diet Bisa Perparah Asam Lambung

Halodoc, Jakarta - Belum dapat dipastikan secara ilmiah jika diet bisa memperparah asam lambung naik. Selama ini, justru diet (terutama memilih makanan yang tepat) dapat mencegah gejala gangguan asam lambung. Asam lambung terjadi saat ada aliran balik asam dari lambung ke kerongkongan. Ini terjadi secara umum, tetapi dapat menyebabkan komplikasi atau gejala yang menyusahkan, seperti mulas. Salah satu alasan hal ini dapat terjadi adalh bahwa sphincter esofagus bagian bawah (LES) melemah atau rusak. Biasanya, LES menutup untuk mencegah makanan di perut bergerak naik ke kerongkongan. 

Makanan yang kamu makan memengaruhi jumlah asam yang dihasilkan lambung. Dengan melakukan diet dan mengonsumsi jenis makanan yang tepat adalah kunci untuk mengendalikan refluks asam atau asam lambung. Gangguan asam lambung ini biasanya bersifat jangka panjang dan dapat menyebabkan gejala yang tidak nyaman, termasuk mulas dan nyeri di perut bagian atas. Tingkat keparahan kondisinya sering dikaitkan dengan diet dan gaya hidup. 

Hindari Makanan Pemicu Naiknya Asam Lambung

Asam lambung naik termasuk dalam gangguan pencernaan, sehingga pola makan sering kali dapat memengaruhi gejala kondisi tersebut. Membuat perubahan pola makan dan gaya hidup dapat sangat membantu dalam mengobati banyak gangguan asam lambung. Dengan menghindari makanan pemicu dan mengikuti tips diet yang tepat dapat meringankan gejala asam lambung naik.

Baca juga: Bukan Cuma Mag, Ini Penyebab Asam Lambung Naik

Makanan yang mungkin memperburuk gejala asam lambung meliputi:

  • Daging, karena cenderung tinggi kolesterol dan asam lemak.

  • Minyak dan makanan tinggi lemak, yang dapat menyebabkan sfingter di perut.

  • Jumlah garam yang tinggi.

  • Makanan kaya kalsium, seperti susu dan keju, yang merupakan sumber lemak jenuh.

  • Tomat dan buah-buahan sitrus seperti jeruk, jeruk bali, jeruk lemon, jeruk nipis, dan nanas.

  • Cokelat, karena mengandung bahan yang disebut methylxanthine yang terbukti dapat mengendurkan otot polos di LES dan meningkatkan asam lambung.

  • Bawang putih, bawang merah, dan makanan pedas.

  • Minuman mengandung kafein, orang dengan gangguan asam lambung mungkin akan merasakan gejala setelah meminum kopi.

  • Daun mint.

Baca juga: Pola Makan Sehat untuk Mencegah Asam Lambung Kambuh

Makanan yang Boleh Dikonsumsi

Beberapa makanan mungkin secara aktif dapat meningkatkan gejala gangguan asam lambung. Saat ini, ditemukan bahwa beberapa makanan tampaknya dapat mengurangi frekuensi gejala gangguan asam lambung naik, makanan itu termasuk:

  • Protein dari sumber rendah kolesterol, seperti salmon, trout, almond, daging unggas tanpa lemak.

  • Kacang-kacangan.

  • Karbohidrat tertentu yang ada pada buah-buahan, sayuran, kentang, dan beberapa biji-bijian.

  • Makanan kaya vitamin C seperti buah-buahan dan sayuran.

  • Buah-buahan yang kaya serat, magnesium, dan potasium, terutama beri, apel, pir, alpukat, melon, persik, dan pisang. 

  • Telur, terlepas dari kandungan kolesterolnya.

  • Sayuran hijau, seperti brokoli, bayam, kangkung, asparagus.

  • Makanan tinggi serat, terutama serat larut, dapat membantu mengurangi gejala gangguan asam lambung.

Baca juga: 7 Makanan Sehat Bagi Pengidap Asam Lambung

Jika gangguan asam lambung yang kamu alami semakin parah, kamu sebaiknya segera menjalani gaya hidup sehat. Kamu juga bisa mendiskusikan kondisi yang kamu alami pada dokter melalui aplikasi Halodoc. 

Jalani Gaya Hidup Sehat

Selain mengendalikan gangguan asam lambung dengan diet dan nutrisi, kamu dapat mengelola gejala dengan perubahan gaya hidup dengan mengikuti tips ini:

  • Konsumsi suplemen yang dapat mengurangi produksi asam (pastikan berdasarkan resep dokter).

  • Pertahankan berat badan yang sehat.

  • Kunyah permen karet yang tidak beraroma.

  • Hindari alkohol.

  • Berhenti merokok.

  • Jangan makan berlebihan dan makan secara perlahan.

  • Tetap tegak setidaknya dua jam setelah makan.

  • Hindari pakaian ketat.

  • Jangan makan selama tiga hingga empat jam sebelum tidur.

  • Pastikan posisi kepala lebih tinggi dari perut saat tidur. 

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2019. 7 Foods to Help Your Acid Reflux