14 September 2018

Diet Ini Bisa Menurunkan Risiko Kanker Payudara

kanker payudara, diet mediterania,risiko kanker payudara

Halodoc, Jakarta - Kanker payudara telah lama menjadi momok bagi para wanita di dunia. Dikabarkan setiap tahunnya, sebanyak kurang lebih 46.000 wanita terserang penyakit ini. Namun kabar baiknya, selain menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga, risiko kanker payudara kini bisa diturunkan dengan menerapkan diet sehat rendah lemak.

Nama diet ini adalah ‘Diet Mediterania’. Dinamakan demikian karena memang pola diet ini berasal dari negara-negara di pesisir pantai Mediterania, seperti Yunani, negara bagian selatan Italia, Spanyol, Portugis, dan negara bagian selatan Perancis.

Pola makan masyarakat di negara-negara tersebut terkenal dengan pola makan rendah lemak, karena banyak mengonsumsi aneka jenis kacang-kacangan, gandum utuh, buah, rumput laut, dan minyak zaitun sebagai bahan dasar menu makanan. Pola makan rutin masyarakat Mediterania itulah yang kemudian dijadikan sebagai metode diet, dengan nama Diet Mediterania.

Benarkah Bisa Turunkan Risiko Kanker Payudara?

Sebuah penelitian baru-baru ini yang diterbitkan dalam JAMA Oncology menemukan bahwa Diet Mediterania mampu menurunkan risiko kematian akibat penyakit kanker, khususnya kanker payudara.

Dalam penelitian ini, Dr. Rowan Chlebowski dari City of Hope National Medical Center dan timnya menganalisis data lebih dari 48 ribu wanita yang mendaftar di Women’s Health Initiative. Semua wanita yang menjadi responden dalam penelitian ini pada awalnya didiagnosis bebas kanker. Lalu,sekitar 20 ribu wanita dipilih secara acak untuk mengubah dan menerapkan pola makan tertentu, dengan menurunkan asupan lemak harian hingga 20 persen dan memperbanyak konsumsi buah, sayur, dan biji-bijian. Sementara sebagian kelompok wanita lainnya tidak diberi instruksi untuk mengubah pola makan, melainkan hanya diberi edukasi tentang nutrisi dan diet sehat.

Setelah kurang lebih 8,5 tahun, peneliti memeriksa jumlah orang yang terdiagnosis kanker dan melihat apa penyebabnya. Hasilnya, ditemukan bahwa di antara wanita yang didiagnosis kanker payudara dan menjalani diet rendah lemak, mengalami penurunan risiko kematian akibat kanker. Kemudian, 38 persen lainnya mengalami penurunan risiko kematian karena penyakit jantung dibanding mereka yang hanya diberikan edukasi nutrisi.

Penelitian lain yang juga membuktikan efektifnya diet mediterania dalam menurunkan risiko kanker payudara dilakukan oleh Dr. Miguel A. MMartinez-Gonzalez, dari University of Navarra, Pamplona, Spanyol. Penelitian ini menemukan hasil bahwa wanita yang melakukan diet mediterania yang ditambah dengan konsumsi minyak zaitun, memiliki risiko 62 persen lebih rendah terhadap kanker payudara.

Penelitian dilakukan dengan melibatkan sekitar 4.282 wanita Spanyol dengan rentang usia 60-80 tahun, yang memiliki riwayat penyakit diabetes tipe 2 dan yang memiliki risiko terkena penyakit kardiovaskuler, seperti hipertensi dan kolesterol tinggi. Para wanita tersebut kemudian dibagi ke dalam 2 kelompok, yang masing-masing kelompok diminta untuk melakukan diet mediterania, dengan sedikit penambahan. Kelompok pertama dianjurkan untuk banyak mengonsumsi minyak zaitun, sedangkan kelompok lainnya dianjurkan untuk banyak mengonsumsi kacang-kacangan.

Setelah 5 tahun, dari dua kelompok ditemukan 35 wanita terkena kanker payudara. Saat diteliti lebih lanjut, wanita yang menjalani diet mediterania dengan memperbanyak konsumsi minyak zaitun memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara, dibanding mereka yang banyak mengonsumsi kacang-kacangan. Dr. Miguel pun mengambil kesimpulan bahwa hal ini terjadi karena minyak zaitun kaya akan kandungan polifenol, yang memiliki efek anti-kanker.

Bagaimana? Tertarik mencoba diet ini? Bagi kamu yang ingin berdiskusi langsung dengan dokter soal diet mediterania atau metode diet lain yang mungkin tepat untuk kamu, kamu bisa manfaatkan fitur Chat atau Voice/Video Call pada aplikasi Halodoc, lho. Dapatkan juga kemudahan membeli obat secara online hanya dengan men-download aplikasi Halodoc di Apps Store atau Google Play Store.

Baca juga: