• Home
  • /
  • Diet Tanpa Makan Nasi, Seberapa Efektif?

Diet Tanpa Makan Nasi, Seberapa Efektif?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Diet Tanpa Makan Nasi, Seberapa Efektif?

Halodoc, Jakarta - Banyak jenis diet yang terbukti berhasil menurunkan berat badan, namun masih ada orang yang melakukan diet tanpa mempertimbangkan baik dan buruk serta kondisi tubuh yang dialami. Anggapan mereka sederhana, cukup dengan tidak makan nasi, maka berat badan akan menurun. Mungkin, ada pemikiran bahwa nasi menjadi penyebab utama terjadinya kegemukan atau obesitas. 

Namun, fakta menunjukkan sebaliknya. Studi yang dilakukan oleh Profesor Tomoko Imai dari Doshisha Women’s College of Liberal Arts di Kyoto, Jepang, menuturkan bahwa salah satu cara yang disarankan untuk menurunkan angka obesitas adalah mengonsumsi nasi. Ketika mengonsumsi nasi, kamu merasa kenyang dan tidak ingin lagi mengonsumsi makanan lain, sehingga aktivitas makan berlebihan dapat dikurangi. 

Tidak Efektif Jika Dikonsumsi Berlebihan

Selain memberikan rasa kenyang dan mencegah terjadinya kegiatan makan berlebihan, nasi yang dikonsumsi memiliki kandungan nutrisi, serat, dan senyawa tanaman yang efektif dalam memberikan perlindungan pada usus besar dari ancaman berbagai penyakit. Namun, bukan berarti kamu bisa mengonsumsi nasi dalam jumlah besar alias berlebihan, ya!

Baca juga: Mau Langsing Tanpa Efek Samping? Coba Diet Nasi Putih, Yuk!

Pasalnya, mengonsumsi nasi berlebihan mengundang risiko terjadinya sindrom metabolik. Jadi, mengonsumsi nasi pun ada batasnya. Misalnya, dalam 100 gram nasi putih, kamu mendapatkan karbohidrat sebesar 27,9 gram, lemak 0,28 gram, protein 2,66 gram, dan kalori sebesar 129 kal. Semakin banyak kamu mengonsumsi nasi, maka terjadi peningkatan risiko penyakit diabetes, terlebih jika kamu tidak mengimbanginya dengan bergerak aktif seperti berolahraga rutin. 

Oleh karena itu, supaya kamu mendapatkan porsi nasi yang tepat untuk menunjang keinginan agar mendapatkan berat badan ideal ketika diet, disarankan untuk bertanya langsung pada dokter ahli gizi. Hal ini untuk mengurangi dampak risiko yang muncul ketika menjalani diet, terlebih jika diet yang kamu lakukan tidak berdasarkan saran dokter. Tidak sulit kok, sekarang ada aplikasi Halodoc, jadi kamu bisa bertanya jawab dengan dokter kapan saja tanpa harus repot mengantre di rumah sakit. 

Baca juga: Mencoba Coffee Diet, Apakah Aman Dilakukan?

Aturan Aman Diet Tanpa Makan Nasi

Tidak makan nasi bukan berarti kamu tidak mengonsumsi karbohidrat, ya. Jika asupan karbohidrat yang masuk ke tubuh berkurang, tubuh memecah lemak sebagai sumber energi cadangan. Nah, kalau kamu juga mengurangi konsumsi lemak, sudah pasti tubuh mudah lemas dan berisiko pingsan karena kurangnya tenaga. Jadi, bagaimana aturan aman diet tanpa makan nasi? 

  • Ganti asupan nasi dengan makanan sumber karbohidrat lainnya, seperti dengan roti gandum, kentang, oat, atau mengganti beras putih dengan beras merah.

  • Hindari makan camilan, karena kalori yang masuk ke tubuh kamu jauh lebih besar jika kamu makan camilan dibandingkan dengan makan nasi. Apalagi jika camilan yang kamu konsumsi tinggi garam. 

  • Kurangi gula, karena sama halnya dengan makan camilan, mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula justru menambah kalori yang masuk ke tubuh, meskipun kamu tidak makan nasi. 

  • Imbangi dengan olahraga, setidaknya selama 30 menit setiap hari. Lakukan jalan kaki sudah cukup untuk membantu mengurangi berat badan. 

Baca juga: Bantu Turunkan Berat Badan, Ini Manfaat Infused Water Lemon

Itulah yang bisa diketahui tentang diet tanpa makan nasi. Ingat, berat badan yang ideal harus dibarengi dengan kesehatan yang terjaga agar stamina tidak menurun. 

Referensi: 
International Rice Research. Diakses pada 2020. Safe and Healthy Rice.
Medical News Today. Diakses pada 2020. Rice and Obesity: Is There a Link?
WebMD. Diakses pada 2020. The Rice Diet Plan Review: Does It Work?