Diidap oleh Gigi Hadid, Bisakah Penyakit Hashimoto Disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Diidap oleh Gigi Hadid, Bisakah Penyakit Hashimoto Disembuhkan?

Halodoc, Jakarta – Gigi Hadid, supermodel dunia ini dikenal karena prestasinya di dunia fashion dan model. Ia sering berlenggak-lenggok di atas catwalk dan muncul di berbagai sampul majalah fashion. Terlepas dari itu semua, tidak banyak yang tahu bahwa model ini mengidap penyakit hashimoto yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Penyakit hashimoto mungkin masih asing di telinga. Penyakit ini merupakan jenis penyakit yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh, sehingga menyerang kelenjar tiroid. Pengidap penyakit hashimoto mudah merasa lelah, krem, nyeri, dan muncul benjolan pada leher. Lantas, bisakah penyakit ini disembuhkan secara total? Berikut jawaban selengkapnya.

Baca Juga: Pengidap Penyakit Hashimoto Bisa Alami Lupus, Benarkah?

Apakah Penyakit Hashimoto Bisa Disembuhkan?

Sayangnya, penyakit hashimoto tidak benar-benar bisa disembuhkan. Pengidap penyakit hashimoto cenderung mengalami kondisi hipotiroid seumur hidupnya. Oleh karena itu, pengidap penyakit hashimoto perlu menjaga dan terus memantau hormon tiroidnya agar bisa terus stabil. Biasanya, pengidap penyakit hashimoto diharuskan untuk konsumsi levotiroksin seumur hidup sebagai pengganti tiroid. Obat ini membantu metabolisme tubuh pengidap agar bisa  berjalan baik.

Kalau kamu masih ingin bertanya lebih dalam tentang penyakit ini. Diskusi saja dengan dokter Halodoc. Download aplikasinya di sini. Kamu mungkin bertanya-tanya, sebenarnya apa yang menyebabkan penyakit hashimoto muncul di diri seseorang? Simak penjelasan berikut ini.

Mengenal Penyakit Hashimoto yang Diidap oleh Gigi Hadid

Penyakit Hashimoto muncul ketika ada gangguan autoimun yaitu saat sistem kekebalan tubuh menciptakan antibodi untuk merusak kelenjar tiroid. Faktor yang diduga memicu gangguan autoimun mencakup faktor keturunan, jenis kelamin, dan usia. Penelitian menyebutkan, wanita lebih berpeluang mengidap penyakit Hashimoto ketimbang pria. 

Fakta lain menyebutkan, penyakit ini lebih rentan dialami oleh orang-orang paruh baya. Selain itu, seseorang yang memiliki riwayat keluarga penyakit hashimoto berpeluang lebih besar mendapatkan penyakit ini. Orang-orang yang memiliki penyakit autoimun lain, seperti rheumatoid arthritis, diabetes tipe 1 atau lupus juga rentan terkena penyakit hashimoto.

Baca Juga: Suka Mengorok Saat Tidur, Hati-Hati Idap Penyakit Hashimoto

Penyakit hashimoto, pada awalnya ditandai dengan pembengkakan di bagian depan tenggorokan dan keadaan tubuh yang mudah lelah. Gejala lainnya yang perlu diwaspadai, yaitu:

  • Sensitif terhadap suhu dingin;

  • Sembelit;

  • Kulit kering dan pucat;

  • Wajah bengkak;

  • Kuku rapuh;

  • Rambut rontok;

  • Pembesaran lidah;

  • Nyeri otot dan sendi;

  • Menstruasi yang berlebihan atau berkepanjangan (menorrhagia).

Sebelumnya telah disebutkan bahwa pengidap penyakit Hashimoto perlu mengonsumsi levotiroksin seumur hidup. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi obat-obatan ini untuk meminimalisir efek samping yang bisa terjadi.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mengobati Penyakit Hashimoto

Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi levotiroksin, di antaranya:

1. Memantau Dosis

Sebelum menentukan dosis levotiroksin, dokter perlu memeriksa kadar TSH setelah menjalankan perawatan selama beberapa minggu. Ini karena, dosis levotiroksin yang berlebihan mempercepat keropos tulang. Dosis levotiroksin yang terlalu tinggi dapat menyebabkan gangguan irama jantung (aritmia).

Baca Juga: Kenali 5 Penyakit yang Mengintai Kelenjar Tiroid

2. Efek dari Zat lain

Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti suplemen dan beberapa makanan memengaruhi kemampuan usus dalam menyerap levotiroksin. Oleh karena itu, sebaiknya minum levotiroksin empat jam sebelum atau setelah konsumsi obat-obatan lain dapat mengatasi masalah tersebut. Berikut contoh obat-obatan yang dapat mengganggu penyerapan:

  • Suplemen zat besi;

  • Kedelai;

  • Cholestyramine, yakni obat yang digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol darah;

  • Aluminium hidroksida yang biasanya terkandung dalam antasida;

  • Sucralfate atau obat maag;

  • Suplemen kalsium.