• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Dikucilkan di Tempat Kerja, Ini Cara Menghadapinya

Dikucilkan di Tempat Kerja, Ini Cara Menghadapinya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
 Dikucilkan di Tempat Kerja, Ini Cara Menghadapinya

Halodoc, Jakarta – Pernahkah kamu dikucilkan di tempat kerja? Kamu sedang duduk di pantry, di meja sebelah, tiga rekan kerja sedang mengobrol dan mengabaikanmu. Kamu mungkin pernah mencoba berbaur dengan kelompok rekan kerja, tapi mereka malah menolak dan menganggap kamu tidak ada

Bagaimana cara mengatasi situasi pengucilan seperti ini? Hal pertama yang pertama yang harus dilakukan adalah jangan langsung panik. Cobalah untuk menganalisis situasi. Apakah ini pertama kalinya kamu berada di situasi pengucilan seperti ini atau tidak. Informasi selengkapnya simak ulasan berikut!

Cara Menghadapi Pengucilan di Kantor

Tadi sudah disebutkan, cobalah untuk menganalisis situasi. Apakah ini hanya satu kali? Apakah kamu pernah diundang ke banyak acara lain? Mungkin ini adalah pertemuan kebetulan di mana mereka semua meninggalkan kantor pada waktu yang sama dan memutuskan untuk pergi bersama dan bersantai? Apakah kamu mendapat kesan bahwa ini adalah situasi yang terus-menerus terjadi? Yuk, simak di sini cara menghadapinya!

Baca juga: 5 Tanda Lingkungan Kerja yang Tidak Sehat

1. Perhatikan Situasi secara Objektif.

Sebelum kamu terlalu kesal, pastikan kamu menyadari betul fakta situasinya, tidak hanya berdasarkan perasaan saja. Karena jika masalahnya kamu yang terlalu baper, mungkin kamu bereaksi berlebihan yang malah membuat kamu benar-benar dikucilkan di tempat kerja

Di sisi lain, perasaanmu adalah sesuatu yang valid. Jika sepertinya kamu terus-menerus merasa ditinggalkan, disengaja atau tidak, itu bisa terasa sangat menyakitkan. Bila itu masalahnya, kamu harus mengambil tindakan sebelum situasinya memanas dan mengurangi kenyamanan bekerja. 

2. Cobalah Berbaur dengan yang Lain 

Jika sekelompok kolega tampaknya akan pergi tanpa kamu, cobalah untuk berbaur dengan kolega yang lain. Selain itu, upayakan untuk menghadiri acara kerja yang mengundang partisipasi seluruh karyawan. Ini akan memberimu lebih banyak kesempatan untuk terhubung dengan rekan kerja. 

Cobalah untuk memulai percakapan di acara ini, membahas topik yang tidak hanya tentang pekerjaan dalam upaya untuk lebih mengenal mereka. Itu tidak berarti kamu harus pergi ke kelompok yang paling klik dan mencoba untuk masuk. Sebagai gantinya, cari orang yang tampaknya tidak berbicara dengan siapa pun atau lingkaran biasa yang kamu kenal dengan baik setidaknya satu orang. Ini juga merupakan tips yang bagus untuk berbaur dengan rekan kerja.

Baca juga: Cara Sehat Menghadapi Rekan Kerja Toxic

3. Bangun Interaksi Informal

Di ruang istirahat, mulailah percakapan dengan rekan kerja, meskipun itu hanya obrolan ringan. Ini akan membantu kamu mengembangkan hubungan yang lebih baik. Jika beberapa rekan kerja dengan santai mendiskusikan pengalaman traveling-nya, kamu dapat nimbrung. Ini akan menunjukkan bahwa kamu tertarik untuk hangout tanpa terlihat putus asa atau menuntut untuk diikutsertakan.

4. Fokus pada Pengembangan Satu atau Beberapa Hubungan

Di dunia yang penuh dengan segala kemungkinan ini, jangan pernah enggan untuk mencoba segala sesuatunya. Teruslah untuk mencoba berteman dan fokuslah untuk mengembangkan satu atau beberapa hubungan dekat. Penting untuk memiliki sistem dukungan seperti ini untuk menyampaikan ide dan bersimpati. 

Baca juga: Selfie di Lokasi Bencana Bukan Simpati, Ini Bukti Gangguan Psikologi

5. Mengamati dan Belajar dari Budaya Perusahaan

Dalam beberapa kasus, jika kamu merasa dikucilkan atau tidak cocok dalam pekerjaan, itu mungkin karena kamu tidak memahami norma budaya perusahaan atau belum sepenuhnya memperhatikan cara orang berinteraksi di kantor. Mungkin, misalnya, orang cenderung makan siang di meja mereka daripada keluar untuk makan. 

Luangkan waktu untuk benar-benar mengamati budaya kantor, termasuk bagaimana dan kapan orang berinteraksi. Setelah kamu benar-benar memeriksa seluk beluk tempat kerja, berusahalah untuk mencoba meniru perilaku orang lain. 

Tentu saja, dalam beberapa kasus, kamu mungkin tidak cocok dengan budaya perusahaan. Itu bukan salahmu. Jika kamu telah mencoba untuk mengenal orang lain dan lebih memahami budaya di tempat kerja dan tampaknya masih ada rekan kerja yang mengucilkanmu kamu harus menghadapi kenyataan bahwa ini bukan tempat yang tepat untukmu. Pada kenyataannya, bisa jadi lingkungan kerjamu toxic. 

Merasa ditinggalkan di tempat kerja bukanlah hal yang sepele. Ini dapat berdampak pada kesehatan psikologis dan memengaruhi kinerjamu. Jika masalah pengucilan sampai memengaruhi mentalmu coba diskusikan dengan psikolog melalui Halodoc. Selain bisa berdiskusi dengan psikolog, kamu juga bisa lho beli obat di Halodoc. Tanpa perlu repot keluar rumah, pesananmu akan diantar dalam waktu satu jam.

Referensi:

Theeverygirl.com. Diakses pada 2021. Why Are My Co-Workers Hanging out Without Me? How to Approach Feeling Excluded at Work.
Fairygodboss. Diakses pada 2021. 4 Steps to Take If You’re Feeling Left Out at Work.