Dirawat Ayah, Bayi Xavier Koma Akibat Guncangan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Dirawat Ayah, Bayi Xavier Koma Akibat Guncangan

Halodoc, Jakarta - Anak menjadi anugerah dari Tuhan yang tidak tergantikan. Kehadirannya begitu dinanti sebagai pelengkap dan penyempurna keluarga kecil yang baru saja terbangun. Sayangnya, sering kali, akibat dari emosi orangtua yang tidak mampu dikendalikan, anak pun menjadi sasarannya. Setidaknya, hal ini yang dialami bayi asal Seattle, Amerika Serikat bernama Xavier. 

Kondisi ini berawal dari sepasang suami istri yang harus bekerja dan bergantian dalam mengasuh sang buah hati. Xavier yang terlahir prematur kala itu baru berusia 3 bulan harus diasuh sang ayah karena ibunda harus bekerja di siang hari. Sementara malamnya, sang buah hati kembali ke pangkuan ibunya karena giliran ayah yang harus bekerja. 

Mengenal Sindrom Bayi Terguncang

Namun, pada suatu hari ketika sang ibu sedang bekerja, ia mendapatkan pesan singkat dari suaminya bahwa sang anak berhenti bernapas. Ayahnya mengatakan bahwa Xavier tersedak susu, tetapi hasil pemeriksaan medis berkata lain. Ternyata, bayi kecil Xavier mengalami perdarahan di bagian otak yang menyebabkan ia kejang dan koma. 

Baca juga: Penganiayaan Anak Berdampak Fatal untuk Kesehatan

Apa penyebabnya? Bukan karena ia tersedak susu, melainkan karena dampak dari luapan emosi sang ayah yang tidak terkendali, sehingga ia mengguncang Xavier kecil dan mengakibatkan terjadinya kerusakan pada otak Xavier. Lalu, sebenarnya apa itu sindrom bayi terguncang yang terjadi pada bayi kecil Xavier?

Sindrom bayi terguncang atau shaken baby syndrome mengacu pada cedera kepala atau cedera otak serius yang disebabkan karena guncangan yang begitu kuat pada bayi atau balita. Sindrom ini menghancurkan sel otak anak dan mencegah otaknya mendapatkan oksigen yang cukup dan menyebabkan kerusakan otak secara permanen atau bahkan kematian. 

Baca juga: Gangguan Pola Asuh Pemicu Anak Melakukan Kekerasan pada Orang Dewasa

Ibu dan ayah perlu tahu, bayi berusia kurang dari 1 tahun memiliki otot leher yang lemah dan sering mengalami kesulitan untuk menopang kepalanya yang berat. Jika bayi diberikan guncangan paksa, otaknya yang rapuh akan bergerak bolak-balik di dalam tengkoraknya, dan ini akan menyebabkan memar, bengkak, dan perdarahan yang serius. Sayangnya, sindrom bayi terguncang ini sering terjadi dan dilakukan oleh orangtua atau pengasuh karena emosi, frustasi atau kemarahan karena anak yang tidak berhenti menangis atau rewel. Bisa juga terjadi karena kesalahan dalam menggendong saat merawat bayi.

Ketahui Gejala dan Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Gejala yang mungkin terlihat ketika bayi mengalami sindrom bayi terguncang termasuk rewel ekstrem, mengalami gangguan pernapasan, sering muntah dan kurang nafsu makan, kulit memucat atau berubah warna menjadi kebiruan, kejang, mengalami kelumpuhan dan berujung pada koma. 

Mungkin, ibu dan ayah tidak bisa melihat cedera fisik pada tubuh luar Si Kecil. Terkadang, wajahnya akan tampak memar. Pada kasus yang terbilang ringan, bayi yang mengalami sindrom ini tampak normal setelah ia diguncang, tetapi seiring waktu, akan terjadi masalah pada kesehatan dan perilaku seiring dengan pertumbuhan dan perkembangannya. 

Baca juga: Sering Dianiaya saat Masih Anak-Anak, Waspada Gangguan Ini

Oleh karena itu, berhati-hatilah ketika mengangkat sang buah hati. Pasalnya, guncangan sekecil apa pun dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan otak yang bisa jadi tidak dapat diperbaiki. Kondisi menyebabkan tidak sedikit anak yang mengalami sindrom ini akan meninggal. Ketika selamat, bayi korban sindrom bayi terguncang harus mendapatkan perawatan medis seumur hidup karena mengalami kebutaan sebagian atau total, keterlambatan perkembangan, masalah belajar atau masalah perilaku, cacat intelektual, kejang, dan cerebral palsy. 

Inilah mengapa penting bagi ibu dan ayah untuk mendapatkan bantuan psikolog ketika mengalami masalah pada pengasuhan anak. Jangan sampai dibiarkan, karena anak selalu menjadi korbannya. Buat janji dengan dokter ahli kejiwaan langsung di rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan, gunakan aplikasi Halodoc agar lebih mudah dan praktis. 


Referensi: 

Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Shaken Baby Syndrome.
Healthline Parenthood. Diakses pada 2019. Shaken Baby Syndrome.
IDAI. Diakses pada 2019. Shaken Baby Syndrome.