Disebabkan Gen, Dermatitis Atopik Umum Menyerang Kakak Adik

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Disebabkan Gen, Dermatitis Atopik Umum Menyerang Kakak Adik

Halodoc, Jakarta - Siapa sih yang tidak suka anak kecil yang menggemaskan? Pasti banyak di antara kita juga yang sampai mengikuti akun-akun selebgram hanya untuk melihat tingkah laku mereka yang lucu. Salah satu selebgram anak-anak yang banyak dikenal adalah Kirana dan Rumaysa, yakni buah hati dari Retno Hening Palupi. Dua kakak beradik ini mampu memikat hati banyak orang karena tingkah mereka yang lucu dan pintar.

Namun, sayangnya keceriaan dua balita ini sedikit memudar akibat penyakit yang menyerang keduanya. Nama penyakit tersebut adalah dermatitis atopik yang diduga terjadi karena faktor genetik. Menurut pengakuan Retno sang ibu, sebetulnya si kakak yaitu Kirana sudah berhasil sembuh dari dermatitis atopik. Namun, sang adik yaitu Rumaysa akhirnya juga mengalami gejala yang sama seperti sang kakak.  

Baca Juga: Eksim Atopik pada Bayi, Berbahaya atau Tidak?

Lantas, Apa Sih Dermatitis Atopik Itu?

Menurut American Academy of Dermatology, dermatitis atopik adalah jenis penyakit kulit yang umumnya diidap oleh anak-anak. Selain itu, penyakit ini juga memang bersifat genetik.

Penyakit ini juga lebih mudah menyerang perempuan. Penyakit ini ditandai munculnya rasa gatal secara terus-menerus dan timbul ruam merah pada kulit. Kondisi ini juga bisa terjadi pada area tubuh lain. Apalagi saat malam tiba, rasa gatal semakin parah dan menyebabkan Si Kecil jadi tidak nyaman. 

Gejala lainnya adalah kulit yang menjadi kasar, menebal, dan bersisik. Parahnya, kondisi ini bisa menimbulkan rasa sakit bahkan mengeluarkan darah. Oleh sebab itu, jika gejala awal sudah mulai muncul seperti ruam yang disertai gatal, ibu wajib segera memeriksakan Si Kecil ke dokter. Tidak perlu repot, ibu bisa menggunakan aplikasi Halodoc agar buat janji dengan dokter jadi lebih mudah.

Penanganan yang tepat wajib segera diberikan, pasalnya dermatitis atopik bisa berpotensi menimbulkan komplikasi. Beberapa jenis komplikasi yang bisa terjadi adalah  neurodermatitis, asma, rinitis, infeksi kulit, gangguan tidur, bahkan katarak. 

Tidak hanya berdampak pada kesehatan tubuh, eksim atopik juga dapat berdampak pada psikologis Si Kecil. Kondisi kulit yang rusak dan mengganggu penampilan dapat menurunkan rasa kepercayaan diri bahkan dapat memicu anak menjadi korban bullying

Baca Juga: 10 Tanda Dermatitis Atopik pada Anak dan Orang Dewasa

Bagaimana Cara Tepat Mengatasinya?

Sayangnya hingga kini belum diketahui obat ampuh mengatasi dermatitis atopik. Biasanya dokter melakukan penanganan yang berfokus untuk meredakan gejala yang muncul. Cara yang bisa dilakukan bisa menggunakan obat-obatan, perawatan rumahan, atau kombinasi keduanya. Dokter yang menentukan metode penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien.

Selama pengobatan, pasien dianjurkan untuk menjaga kesehatan kulit sekaligus menghindari faktor yang memicu atau memperburuk kondisi. Hal ini bisa dilakukan seperti dengan cara mengganti sabun, mandi dengan air hangat, menggunakan pelembap kulit setelah mandi, atau tidak menggunakan bahan pakaian yang bisa menimbulkan ruam.

Sementara itu, jenis obat yang bisa diresepkan antara lain: 

  • Kortikosteroid, untuk meredakan inflamasi.

  • Tacrolimus, untuk meredakan gejala gatal sekaligus memperbaiki kulit rusak.

  • Antibiotik, untuk mengatasi infeksi bakteri akibat terus menggaruk.

Baca Juga:  6 Cara Merawat Eksim Atopik

Selain pemberian obat, meredakan gejala eksim atopik dapat dilakukan dengan terapi, seperti:

  • Terapi pembalutan. Dalam terapi ini, area kulit yang bermasalah akan dioleskan obat kortikosteroid, lalu dibalut dengan perban basah. Terapi ini dilakukan untuk menangani eksim atopik yang tergolong parah dan membutuhkan rawat inap.

  • Terapi cahaya. Terapi ini menggunakan cahaya khusus yang dipaparkan ke tubuh pasien guna meredakan gejala yang muncul. Terapi cahaya dilakukan ketika obat-obatan oles tidak bisa mengatasi eksim atopik. Walau terbukti efektivitasnya, terapi cahaya memiliki efek samping yang membahayakan. Maka dari itu, penanganan eksim atopik dengan terapi ini tidak direkomendasikan untuk anak-anak dan bayi.

Perlu diketahui bahwa proses menangani eksim atopik dapat memakan waktu yang cukup lama. Prosesnya bisa berlangsung dalam beberapa bulan bahkan tahun.