• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Disentri dan Diare, Kenali Perbedaan Keduanya

Disentri dan Diare, Kenali Perbedaan Keduanya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Disentri dan Diare, Kenali Perbedaan Keduanya

Halodoc, Jakarta – Bisa jadi selama ini kamu menyangka disentri dan diare adalah dua kondisi yang hampir sama, padahal ada perbedaan signifikan antara keduanya. Diare adalah suatu kondisi yang melibatkan sering buang air besar atau kotoran berair sedangkan disentri adalah peradangan usus, terutama di usus besar, yang dapat menyebabkan diare parah dengan lendir atau darah pada tinja.

Diare disebabkan oleh E. Coli, sedangkan disentri disebabkan oleh E. Coli, Shigella, dan Salmonella, serta memengaruhi usus kecil (usus) dan usus besar. Jangan sampai salah, kenali perbedaan disentri dan diare di sini!

Baca juga: Diare Parah Saat Disentri, Benarkah Bisa Mengancam Nyawa

Fakta Tentang Disentri

Disentri adalah kondisi diare yang lebih serius, di mana tinja disertai dengan darah dan lendir. Penyakit disentri disebabkan oleh bakteri seperti E. Coli, Shigella, dan Salmonella yang menyerang usus besar. Anak-anak berusia 2-4 tahun adalah yang paling berisiko mengalaminya.

Orang yang mengalami disentri biasanya mengalami sakit perut, kram, muntah, demam, serta dapat menyebabkan kematian sel dan ulserasi di usus besar dan kadang-kadang kekurangan gizi. Karenanya pengobatan yang tepat harus diberikan, seperti pemberian larutan rehidrasi, antibiotik, suntikan intravena, serta meningkatkan asupan cairan dalam makanan.

Kamu dapat mencegah disentri dengan cara tidak mengonsumsi air yang belum dimasak, menghindari penggunaan toilet umum yang tidak bersih, tidak bersentuhan dengan orang yang terinfeksi, serta menjaga kebersihan tempat tinggal.

Perbedaan khas lain kondisi disentri dengan diare adalah:

1. Orang yang mengalami disentri biasanya mengeluhkan kram dan nyeri di daerah perut bagian bawah.

2. Mengalami demam.

3. Infeksi disentri juga terjadi ulserasi usus besar.

4. Ketika seseorang terkena disentri, sel epitel bagian atas diserang dan dihancurkan oleh patogen atau agen penyebab penyakit, sehingga bisa menyebabkan kematian.

5. Penanganan disentri hampir selalu membutuhkan pengobatan antibiotik. Antibiotik intravena mungkin diperlukan pada anak-anak yang sakit parah.

Diare Tidak Separah Disentri

Diare sendiri adalah kondisi yang tidak separah disentri. Hampir semua orang pernah mengalami diare. Diare disebabkan oleh bakteri yang disebut E. Coli yang ada di perut dan memengaruhi usus halus (usus). Biasanya terjadi karena infeksi penggunaan air yang terkontaminasi dan kondisi tidak higienis lainnya.

Gejala diare antara lain kram (sakit perut), kembung, haus, dan penurunan berat badan. Diare dapat diatasi dengan memberikan larutan rehidrasi karena tinja yang encer menyebabkan kehilangan air. 

Baca juga: Si Kecil Rentan Alami Diare, Apa Sebabnya?

Kamu bisa mencegah diare dengan cara menghindari air yang terkontaminasi, cuci tangan dengan benar, dan tidak bersentuhan dengan orang yang terinfeksi. Kalau kamu butuh informasi mengenai penanganan diare, bisa ditanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Dari penjabaran sebelumnya, bisa dilihat kalau kondisi disentri memang jauh lebih parah ketimbang diare. Orang yang mengalami diare dapat dirawat dengan larutan rehidrasi oral atau perawatan cairan infus, serta obat antimikroba. Namun, orang yang mengalami disentri membutuhkan perawatan ekstra mulai dari pemberian antibiotik, larutan rehidrasi oral, dan obat antidiare.

Baca juga: Perlu Tahu, Ini Pengobatan untuk Atasi Disentri

Komplikasi dari disentri juga sangat signifikan. Misalnya dehidrasi karena terlalu sering diare dan muntah, serta pada bayi dan anak kecil, kondisi ini dapat dengan cepat mengancam jiwa. Disentri juga bisa memicu abses hati jika amuba menyebar ke hati.

Disentri juga bisa memicu nyeri sendi, termasuk sindrom uremik hemolitik. Shigella dysenteriae dapat menyebabkan sel darah merah memblokir jalan masuk ke ginjal yang menyebabkan anemia, jumlah trombosit rendah, dan gagal ginjal.

Referensi:
Microbiology Info. Diakses pada 2020. Differences Between Diarrhea And Dysentery.
Biodifferences. Diakses pada 2020. Difference Between Diarrhea and Dysentery.
Medical News Today. Diakses pada 2020. Everything you should know about dysentery.