Dokter Gigi Umum dan Spesialis Bedah Mulut, Apa Bedanya?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Dokter Gigi Umum dan Spesialis Bedah Mulut, Apa Bedanya?

Halodoc, Jakarta -  Menurut rilis dari Sehat Negeriku! (Kementerian Kesehatan RI) (26/1/19), di Indonesia prevalensi masyarakat yang tidak memiliki masalah gigi hanya 7 persen. Padahal WHO mengamanatkan setidaknya 50 penting. Nah, sudah tahu pentingnya pekerjaan dan peran dokter gigi

Berbicara mengenai kesehatan gigi dan mulut, sebenarnya tak hanya bersinggungan dengan dokter gigi umum saja, tapi juga berbagai spesialisasi di bidang ini. Salah satunya spesialis bedah mulut. Lantas, apa perbedaan dokter gigi umum dan spesialis bedah mulut? 

(Baca juga:  Cara Mengetahui Gigi Bungsu Bermasalah)

Pendidikan Spesialis

Seseorang dapat dikatakan sebagai dokter gigi umum ketika dirinya telah mengikuti pendidikan S-1 (sarjana) dan jenjangan profesi. Mahasiswa kedokteran gigi menyebut jenjang sarjana ini sebagai masa preklinik. Umumnya, jenjang S-1 ini ditempuh kira-kira selama 3,5 tahun. Ditahap ini mereka hanya mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran Gigi. 

Nah, sedangkan jenjang profesi biasa disebut sebagai masa klinik atau koas (magang di rumah sakit). Masa ini rata-rata ditempuh selama 1,5–2 tahun. Setelah melewati masa ini, barulah mereka mendapatkan gelar dokter gigi. Dengan kata lain, untuk menjadi dokter gigi seseorang rata-rata membutuhkan waktu selama 5–6 tahun. Bagaimana dengan spesialis seperti bedah mulut? 

Dokter gigi yang ingin menjadi spesialis mesti mengikuti pendidikan dokter gigi spesialis. Lama prosesnya kurang lebih 5–10 semester untuk mendapatkan gelar. Waktu ini bergantung pada bidang spesialisasi yang diambil oleh dokter gigi tersebut. 

(Baca juga:Anak Takut ke Dokter Gigi? Ikuti 5 Trik Ini)

Keahlian Lebih Spesifik

Dokter gigi umum merupakan dokter yang dilatih khusus dalam hal perawatan gigi. Peran dokter gigi umum ini amat penting untuk memastikan perawatan gigi dan mulut yang aman dan efektif. Sebab prosedur rutin yang tampaknya biasa-biasa saja, seperti pencabutan, tambal, dan pemerian anestesi, bisa menyebabkan komplikasi bila tak ditangani dengan tepat. Komplikasinya yang ditimbulkan bisa berupa perdarahan berkepanjangan, nyeri, hematoma, hingga kerusakan saraf sementara, atau bahkan permanen. 

Lalu, bagaimana dengan dokter spesialis bedah mulut? Sesuai dengan gelarnya, dokter spesialis ini bertugas untuk melakukan prosedur bedah pada gigi, tulang, dan jaringan rongga mulut, dan wajah. Bedah mulut merupakan suatu tindakan untuk mengobati kelainan rongga mulut. Lewat prosedur ini, kelainan yang terjadi pada rahang bisa ditangani. Tak cuma itu saja, bidang ini juga bisa menangani kelainan yang terjadi pada gigi dan gusi. 

(Baca juga: 4 Cara Ampuh Atasi Masalah Gigi Berlubang)

Nah, berikut berikut beberapa kondisi yang bisa ditangani oleh dokter spesialis bedah mulut.

  • Implan gigi. Prosedur bedah dengan tujuan mengganti akar gigi dan gigi yang hilang dengan akar buatan (implan) yang ditanam ke dalam gusi. 

  • Operasi rahang. Memperbaiki rahang, baik pada rahang atas atau rahang bawah.

  • Operasi gigi bungsu. Gigi geraham yang letaknya paling belakang di dalam mulut, biasanya tumbuh pada umur 17–25 tahun. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau ingin melakukan pemeriksaan dengan dokter gigi umum atau spesialis? Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu di sini. Mudah, kan? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!