Doris Day Meninggal akibat Pneumonia, Ini Gejalanya

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Doris Day Meninggal akibat Pneumonia, Ini Gejalanya

Halodoc, Jakarta – Doris Day, penyanyi legendaris yang terkenal dengan lagu “Que Sera Sera” meninggal pada usia 97 tahun. Penyanyi yang memiliki profesi sebagai pemain film dan aktivitas hewan ini meninggal disebabkan oleh penyakit pneumonia. Bagaimana penyakit pneumonia dapat mengakibatkan kematian pada seseorang?

Baca juga: Pneumonia, Sakit Radang Paru-Paru yang Luput dari Perhatian

Pneumonia adalah salah satu penyakit yang menyerang paru-paru. Kondisi ini menyebabkan kantong udara dalam paru meradang dan menyebabkan pembengkakan. Penyakit pneumonia juga dikenal sebagai penyakit paru-paru basah. Kondisi pneumonia dapat terjadi pada siapa pun, termasuk pada anak-anak.

Bahayanya, kondisi pneumonia menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani. Menurut data dari badan kesehatan dunia (WHO), penyakit pneumonia menjadi penyebab 16 persen kematian balita di dunia. Di Indonesia, anak meninggal sebanyak 2-3 balita meninggal setiap jamnya.

Kenali Gejala Pneumonia!

Kenali gejala yang muncul akibat adanya pneumonia agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat. Pengidap pneumonia mengalami kondisi batuk dalam jangka waktu panjang yang disertai dengan munculnya dahak. Tidak hanya itu, pengidap pneumonia mengalami demam yang disertai kondisi berkeringat dan menggigil ketika kondisi ini menjadi lebih parah. Nafsu makan yang turun dan detak jantung yang melemah juga menjadi gejala dari penyakit pneumonia.

Biasanya gejala berlangsung selama beberapa hari ketika kondisi pneumonia tidak diatasi. Ketahui gejala pneumonia yang dialami oleh anak, seperti:

  1. Anak di bawah 5 tahun yang mengidap pneumonia mengalami napas yang lebih cepat dan tidak teratur.

  2. Bayi juga mengalami gejala muntah, mual, tidak berenergi serta sulit makan dan minum.

Baca juga: Yang Terjadi Saat Seseorang Terkena Pneumonia

Penyebab Pneumonia

Umumnya, pneumonia disebabkan oleh infeksi yang disebabkan oleh jamur, bakteri maupun virus. Sebaiknya, perhatikan kesehatan lingkungan, penyakit pneumonia ini mudah menular melalui udara. Penularannya terjadi ketika pengidap bersin atau batuk.

Sebaiknya ketahui jenis pneumonia berdasarkan penyebabnya:

  1. Pneumonia bacterial. Kondisi ini sering terjadi disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae.

  2. Pneumonia viral. Kondisi ini sering menyerang anak-anak, biasanya disebabkan karena virus.

  3. Pneumonia mycoplasma. Mycoplasma adalah organisme yang bukan berasal dari bakteri atau virus. Seseorang yang terjangkit mycoplasma mengalami gangguan yang sama dengan infeksi bakteri atau virus.

  4. Pneumonia jamur. Kondisi ini sering menyerang seseorang yang memiliki riwayat penyakit serius. Jamur penyebab pneumonia biasanya berasal dari tanah.

Kamu rentan mengalami kondisi pneumonia ketika termasuk dalam beberapa faktor yang rentan mengidap penyakit pneumonia, seperti:

  1. Bayi yang berusia 0-2 tahun.

  2. Lansia yang memasuki usia di atas 65 tahun.

  3. Pernah mengalami penyakit stroke.

  4. Memiliki daya tahan tubuh yang rendah.

  5. Mempunyai riwayat penyakit kronis.

  6. Sedang menjalani pengobatan kanker seperti kemoterapi.

Pencegahan Pneumonia

Sebenarnya pneumonia bisa disembuhkan melalui beberapa cara pengobatan, namun sebelum mengobati, sebaiknya lakukan pencegahan agar kamu terhindar dari kondisi pneumonia dengan beberapa cara seperti melakukan vaksinasi, menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat, menjauhi kebiasaan merokok serta mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh kamu.

Tidak ada salahnya untuk bertanya langsung pada dokter mengenai kondisi kesehatan kamu dan seputar penyakit pneumonia. melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa gunakan Voice/Video Call atau Chat dengan dokter untuk memastikan kondisi kesehatanmu. Yuk, download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: Ini Bedanya Bronkitis dan Pneumonia yang Perlu Diketahui Orangtua