18 April 2018

Efek Jarang Mandi yang Bisa Bikin Kamu Jadi “Kegatelan”

Efek Jarang Mandi yang Bisa Bikin Kamu Jadi “Kegatelan”

Halodoc, Jakarta - Agar semua kotoran yang melekat pada tubuhmu menghilang, kamu tentu perlu membersihkannya. Dua kali sehari, itulah waktu yang dianjurkan untuk mandi. Meski demikian, sebagian besar orang tidak melakukannya. Sekali dalam sehari saja cukup, terlebih jika cuaca sedang dingin. Alasannya sepele, karena tubuh tidak berkeringat. Padahal, kotoran pada tubuh tidak hanya sebatas keringat.

Kamu perlu tahu, mandi tak sekadar membuat tubuhmu kembali bersih dan segar. Kegiatan yang bahkan tidak memakan banyak waktu ini juga akan melindungi tubuhmu dari berbagai masalah kulit, seperti gatal-gatal. Selain itu, dampak jarang mandi lainnya yang akan mengganggu kamu adalah sebagai berikut:

Eksema

Yakin masih ingin membudayakan jarang mandi? Hati-hati, karena eksema akan mengincarmu. Eksema adalah munculnya peradangan pada kulit yang ditandai dengan kulit gatal dan kering. Selanjutnya, akan muncul gelembung seperti kulit melepuh yang akan mengeluarkan cairan jika pecah.

Penyakit kulit yang satu ini terjadi akibat berbagai hal. Segala aktivitasmu setiap hari akan membuat tubuh rentan berkeringat, terlebih jika kamu banyak melakukan kegiatan di luar ruangan. Kulit pun akan megeluarkan berbagai kotoran yang berasal dari dalam tubuh dalam bentuk keringat. Jika tidak dibersihkan, kotoran ini akan mengendap di kulit tubuhmu, memicu bakteri, dan mengakibatkan gatal-gatal.

Panu

Gatal disertai bercak berwarna putih, kemerahan, hingga kecokelatan? Nah, ini tanda bahwa kulitmu sedang terkena penyakit panu. Panu muncul disebabkan karena kuman berjenis tinea versicolor. Meskipun tidak mengakibatkan gatal-gatal pada kulitmu, pasti rasa percaya diri akan berkurang jika penyakit satu ini menyerangmu. Pasalnya, panu muncul tidak hanya di punggung, melainkan di tangan, kaki, perut, bahkan hingga wajah.

Baca juga: Suka Nyanyi di Kamar Mandi? Ini Manfaatnya

Kurap

Dampak jarang mandi yang paling terlihat adalah munculnya penyakit kulit, seperti kurap atau yang lebih sering disebut dengan kadas. Munculnya kurap disebabkan karena jamur dermatofita. Gejala yang akan kamu rasakan jika tubuhmu terkena penyakit ini adalah perubahan kulit menjadi kemerahan dan bersisik yang diikuti dengan rasa gatal yang luar biasa.

Lebih lanjut, permukaan kulit akan seperti melesak ke dalam, karena bagian tepinya yang terlihat lebih timbul, seperti cincin. Pada kondisi yang parah, luka akibat kurap bisa mengeluarkan nanah dari bercaknya.

Bisul

Bisul muncul disebabkan karena infeksi bakteri Steptococcus dan Staphylococcus. Mirip dengan jerawat, munculnya bisul diawali dengan adanya benjolan yang berisi nanah. Bisul terjadi karena peradangan pada folikel rambut akibat infeksi bakteri. Bagian-bagian tubuh yang paling sering menjadi tempat tumbuhnya bisul yaitu bahu, pantat, leher, ketiak, dan wajah. Pada beberapa kasus, bisul juga ditemukan tumbuh pada kelopak mata, yang lebih dikenal dengan istilah “bintitan”.

Baca juga: Rawat Kulit dengan Memilih Sabun yang Sesuai Jenis Kulit

Skabies

Skabies merupakan jenis penyakit kulit menular yang terjadi karena kutu. Gejala awalnya berupa gatal-gatal yang uniknya hanya terjadi pada malam hari. Penyakit yang kerap disebut dengan “budukan” atau “gudikan” ini sering menyerang masyarakat Indonesia karena kurangnya perhatian terhadap kebersihan tubuh dan lingkungan.

Herpes

Masalah kulit terakhir akibat jarang mandi yang mungkin menyerang kulitmu adalah herpes. Penyakit ini terjadi karena virus yang juga menyebabkan penyakit cacar air, yaitu Varicella zoster. Saat terkontaminasi, kulit akan mengalami ruam berwarna kemerahan yang diikuti dengan rasa gatal, panas, dan perih. Selanjutnya, infeksi akan berubah menjadi bitnik-bintik kecil yang berderetan dan berisi cairan.

 

Nah, sekarang kamu sudah tahu dampak jarang mandi yang akan kamu dapatkan jika melupakan aktivitas satu ini. Jika kamu khawatir terkena salah satu dari penyakit di atas, kamu bisa tanyakan langsung dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc di ponselmu sekarang juga!