• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Efek Samping Konsumsi Sukrosa Berlebih pada Anak
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Efek Samping Konsumsi Sukrosa Berlebih pada Anak

Efek Samping Konsumsi Sukrosa Berlebih pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 27 Oktober 2021
Efek Samping Konsumsi Sukrosa Berlebih pada Anak

Sukrosa adalah jenis gula yang bisa ditemukan secara alami dalam makanan nabati maupun dalam makanan dan minuman manis. Anak-anak cenderung mengonsumsi sukrosa secara berlebihan dari makanan dan minuman manis. Hal itu bisa membuat anak berisiko mengalami berbagai efek samping, mulai dari sakit perut hingga masalah kesehatan yang lebih serius, seperti diabetes dan penyakit jantung.”

Halodoc, Jakarta – Tahukah kamu, ada berbagai jenis gula yang berbeda. Salah satu yang paling umum adalah sukrosa, atau yang lebih dikenal sebagai gula meja, gula pasir atau sekadar gula “biasa”.

Bila kamu menggunakan gula untuk membuat kue atau memberi rasa manis pada kopi atau teh, kemungkinan besar sukrosa adalah jenis gula yang kamu gunakan. Namun, selain berbentuk gula yang ditambahkan ke makanan dan minuman, sukrosa juga bisa bersembunyi dalam camilan yang sering dikonsumsi oleh anak-anak, seperti permen, jeli, biskuit, dan lain-lain. Oleh karena itu, orangtua perlu memperhatikan konsumsi makanan atau minuman manis pada anak. Pasalnya, mengonsumsi sukrosa secara berlebihan bisa  bisa menimbulkan berbagai efek samping yang buruk pada anak. Berikut ulasannya.

Baca juga: Pentingnya Membatasi Konsumsi Gula pada Anak Usia Dini

Mengenal Sukrosa

Setiap jenis gula dikelompokkan menjadi dua, yaitu monosakarida atau disakarida. Monosakarida adalah molekul gula sederhana. Ini adalah blok bangunan terkecil dari semua gula. Ada tiga jenis monosakarida: glukosa, fruktosa, dan galaktosa. Ketika dua monosakarida terikat, mereka menciptakan senyawa gula yang lebih besar yang disebut disakarida.

Sukrosa adalah disakarida yang terbuat dari glukosa dan fruktosa. Jenis gula ini merupakan gula alami yang bisa ditemukan dalam berbagai tanaman, seperti buah-buahan, sayuran dan kacang-kacangan. Namun, sukrosa juga diproduksi secara komersial dari tebu dan bit gula. 

Jadi, sukrosa bisa dianggap sebagai gula alami bila dikonsumsi langsung dari makanan nabati utuh. Namun, jenis gula tersebut dianggap sebagai gula tambahan ketika dikonsumsi dari makanan dan minuman kemasan yang sudah ditambahkan sukrosa selama pembuatannya.

Sayangnya, kebanyakan anak lebih banyak mengonsumsi sukrosa sebagai gula tambahan daripada secara alami. Melansir dari American Academy of Pediatrics (AAP) News, rata-rata, gula menyumbang 17 persen dari apa yang dikonsumsi anak-anak setiap hari dan setengahnya berasal dari minuman dengan tambahan gula.

Baca juga: Kadar Gula dalam Buah-Buahan Bikin Gemuk, Benarkah?

Efek Samping yang Bisa Terjadi pada Anak

Gula adalah karbohidrat dan tubuh anak membutuhkan karbohidrat dan gula. Otak membutuhkan sekitar 130 gram glukosa setiap hari agar bisa bekerja dengan baik. Energi dari karbohidrat juga penting untuk fungsi tubuh kamu.

Tubuh tidak peduli dari mana gula berasal. Sukrosa dalam kopi dan sukrosa dari buah persik memberikan asupan gula yang sama. Namun, sumber sukrosa tetap berpengaruh pada kesehatan. Dengan memilih sumber sukrosa yang baik untuk anak, hal itu bisa membantu mengurangi risiko kesehatan pada Si Kecil.

Misalnya, ketika anak mendapatkan sukrosa dari makanan utuh, seperti buah-buahan dan sayuran, ia juga mendapatkan serat, vitamin, dan mineral. Mendapatkan sukrosa dari soda atau permen hanya akan memasok tubuh anak dengan gula saja, dan biasanya jumlahnya terlalu banyak. Di sinilah letak bahayanya. Terlalu banyak mengonsumsi makanan atau minuman dengan gula tambahan bisa menimbulkan efek samping yang serius pada kesehatan anak.

Berikut ini beberapa efek samping yang bisa dialami anak akibat konsumsi sukrosa berlebih:

  • Mengurangi Sistem Kekebalan Tubuh Anak

Gula bisa menekan sistem kekebalan anak dan mengurangi kemampuannya untuk mencegah penyakit menular. Jadi, salah satu efek samping mengonsumsi sukrosa secara berlebihan bisa membuat Si Kecil rentan terhadap segala penyakit, seperti pilek, flu, dan lain-lain.

  • Menyebabkan Hiperaktif dan Mengurangi Tingkat Konsentrasi

Sukrosa atau gula rafinasi bisa menyebabkan peningkatan adrenalin yang cepat pada anak yang pada gilirannya akan membuat ia menjadi hiperaktif, cemas, sulit berkonsentrasi, dan mudah rewel.

  • Melemahkan Penglihatan

Konsumsi sukrosa secara berlebih juga bisa meningkatkan gula darah anak dan menyebabkan lensa mata mereka membengkak yang akan mengurangi kemampuannya untuk melihat. Namun, penglihatan anak bisa kembali normal begitu ia berhenti mengonsumsi atau setidaknya mengurangi gula dalam jumlah besar.

  • Menyebabkan Sakit Perut, Gangguan Pencernaan, dan Asam Lambung

Apakah Si Kecil sering sakit perut, atau mengalami gangguan pencernaan, atau asam lambung? Coba ingat kembali apakah ia mengonsumsi banyak makanan yang mengandung gula, seperti soda, permen, atau kue kering?

Ya, nyatanya konsumsi sukrosa berlebih bisa menyebabkan banyak masalah pada saluran pencernaan. Hal itu termasuk asam lambung, gangguan pencernaan, dan malabsorpsi yang tidak menyerap vitamin dan mineral penting. Hal itu tentu bisa mengganggu aktivitas anak. Oleh karena itu, bila anak sakit perut, segera cek kebutuhan obat untuk anak lewat aplikasi Halodoc.

  • Menyebabkan Diabetes di Usia Muda

Ketika anak-anak makan terlalu banyak gula, hal itu bisa menyebabkan penurunan sensitivitas insulin mereka yang membuat kadar insulin tinggi yang tidak normal dan akhirnya diabetes.

Baca juga: Mengenali Gejala Diabetes pada Anak

Selain efek samping di atas, mengonsumsi terlalu banyak gula tambahan atau sukrosa juga bisa membuat anak berisiko mengalami obesitas, kerusakan gigi, penyakit jantung, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan penyakit hati berlemak. 

Nah, mengingat ada banyak efek samping buruk yang bisa ditimbulkan oleh sukrosa yang berlebih pada anak, orangtua dianjurkan untuk membatasi asupan gula tambahan Si Kecil kurang dari 25 gram (sekitar 6 sendok teh) per hari untuk anak berusia 2 tahun ke atas. Jangan lupa download aplikasi Halodoc untuk memudahkan kamu mendapatkan solusi kesehatan terlengkap untuk anak.

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Food Insight. Diakses pada 2021. What is Sucrose?
WebMD. Diakses pada 2021. What’s the Difference Between Sucrose and Fructose?.
Good Parenting Brighter Children. Diakses pada 2021. 4 Negative Effects of Sugar on Kids and How to Avoid It.
AAP News. Diakses pada 2021. Added sugar in kids’ diets: How much is too much?