• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Efek Samping saat Anak Melakukan Imunisasi BCG

Efek Samping saat Anak Melakukan Imunisasi BCG

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Memastikan anak mendapatkan imunisasi adalah salah satu bentuk upaya orangtua dalam melindungi anak dari penyakit berbahaya. Itulah sebabnya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyusun jadwal imunisasi anak sesuai dengan usianya. Salah satu jenis imunisasi penting yang harus didapatkan adalah adalah BCG (bacille Calmette-Guerin). 

Vaksin yang digunakan untuk imunisasi BCG terbuat dari kuman Mycobacterium bovis yang sudah dilemahkan. Pemberian imunisasi BCG bertujuan untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TB). Namun, ada efek samping yang bisa dialami anak setelah imunisasi BCG. Seperti apa efek sampingnya? Ketahui dalam pembahasan berikut, yuk!

Baca juga: Usia Berapa Bayi Sebaiknya Diberikan Imunisasi BCG?

Efek Samping Imunisasi BCG

Imunisasi BCG dapat menimbulkan efek samping berupa bisul atau luka bernanah pada bekas suntikan. Namun, sebenarnya orangtua tidak perlu terlalu khawatir, karena efek ini merupakan respons alami sistem kekebalan tubuh terhadap vaksin yang disuntikkan. Jadi, jangan kaget jika nanti menjumpai luka atau bisul pada bekas suntikan Si Kecil, ya. 

Munculnya luka atau bisul bisa berbeda-beda pada setiap anak. Umumnya, luka atau bisul tersebut muncul 2-12 minggu setelah imunisasi. Ukuran luka atau bisul yang muncul pun beragam, tetapi biasanya sekitar 7 milimeter. Jika muncul luka atau bisul setelah imunisasi BCG, orangtua tidak perlu sampai membawa anak ke dokter, karena umumnya bisa sembuh dengan sendirinya.

Jika khawatir, kamu bisa bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc lewat chat, dengan terlebih dulu download aplikasinya di ponsel. Dokter biasanya akan menyarankan perawatan rumahan, seperti mengompres luka atau bisul dengan cairan antiseptik, dan memberi saran lainnya. 

Meski begitu, orangtua juga perlu waspada dan segera membawa anak ke dokter jika terjadi pembengkakan parah di area bekas suntikan, disertai demam tinggi, dan keluarnya nanah berlebihan dari bisul. Sebab, bisa jadi itu tanda adanya infeksi. 

Baca juga: Begini Tips Atasi Bayi Rewel Pasca Imunisasi BCG

Lebih Lanjut tentang Imunisasi BCG

Seperti dijelaskan di awal, imunisasi BCG sangat penting dan bermanfaat untuk anak, guna melindunginya dari tuberkulosis dan komplikasinya yang berupa radang otak. Perlindungan yang diberikan imunisasi BCG terhadap tuberkulosis adalah sebesar 70-80 persen. Jadi, jangan sampai melewatkan jadwal pemberian imunisasi ini, ya. 

Imunisasi BCG umumnya diberikan tepat di bawah kulit atau intradermal, dan biasanya disuntikkan di lengan kiri bagian atas. Sebelum diberikan, dokter akan menyarankan tes kulit tuberkulin atau tes mantoux, untuk memeriksa apakah anak sudah terkena tuberkulosis atau belum. Namun, apabila terlewat jadwal vaksin BCG, maka dokter perlu melakukan tes kulit tuberkulin atau tes mantoux.

Jika setelah dilakukan tes kulit terdapat benjolan kemerahan seperti digigit nyamuk di area yang disuntik, itu berarti hasilnya positif. Artinya, sistem kekebalan tubuh bayi sudah mengenali tuberkulosis, karena pernah terkena penyakit ini, sebelum diberikan imunisasi BCG. 

Baca juga: Waktu Terbaik untuk Berikan Imunisasi BCG

Mengapa tes ini penting? Sebab, jika ternyata anak sudah positif tuberkulosis, imunisasi BCG tidak bisa diberikan. Ada efek buruk yang bisa terjadi jika vaksin BCG tetap diberikan pada kondisi ini, karena tubuh anak sudah memiliki kekebalan terhadap vaksin tersebut. 

Sebaliknya, jika hasil tes kulit negatif, yang artinya Si Kecil belum terkena tuberkulosis, pemberian imunisasi BCG bisa dilanjutkan. Menurut rekomendasi atau jadwal imunisasi yang disarankan IDAI, imunisasi BCG sebaiknya diberikan satu kali pada bayi usia 0-2 bulan. 

Referensi:
IDAI - Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia. Diakses pada 2020. Pedoman Imunisasi di Indonesia. Edisi Kelima.
IDAI. Diakses pada 2020. SKAR BCG.
Center for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Fact Sheet - BCG Vaccine.