Emilia Clarke Alami Perdarahan Subarachnoid, Ini Gejalanya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Emilia Clarke Alami Perdarahan Subarachnoid, Ini Gejalanya

Halodoc, Jakarta - Pemeran Daenerys Targaryen dalam serial Game of Thrones, Emilia Clarke, dikabarkan pernah mengalami perdarahan subarachnoid yang hampir mengancam nyawanya. Ia pertama kali mengalami kondisi ini pada 2011, ketika tiba-tiba merasakan sakit kepala parah saat akan berolahraga. Meski sempat dinyatakan sembuh, 2 tahun kemudian Clarke kembali mengalami kondisi serupa.

Perdarahan subarachnoid adalah salah satu jenis trauma otak yang cukup umum terjadi. Sayangnya, kondisi ini seringkali tidak cepat terdeteksi karena umumnya tidak menimbulkan gejala berarti. Padahal, perdarahan subarachnoid bisa berakibat sangat fatal.

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa otak dilindungi oleh membran meninges yang memiliki 3 lapisan, yaitu piameter (dalam), arachnoid (tengah), dan durameter (luar). Perdarahan subarachnoid adalah perdarahan yang terjadi di dalam ruang subarachnoid, yaitu ruang antara dua lapisan membran yang membungkus otak. Ruangan ini terdapat tepat di bawah membran arachnoid dan di atas piameter.

Baca juga: Perokok Lebih Rentan Kena Perdarahan Subarachnoid Ketimbang Pria, Benarkah?

Ruang subarachnoid adalah ruang berkumpulnya cairan otak yang disebut serebrospinal. Cairan ini bertanggung jawab sebagai bantalan untuk melindungi otak dari cedera. Ketika dipicu oleh aktivitas fisik memberatkan (bahkan kadang bisa terjadi saat berhubungan intim), trauma fisik pada kepala, atau kondisi medis tertentu yang menyebabkan trauma otak, darah bisa bocor merembes ke dalam ruang subarachnoid, sehingga cairan serebrospinal menjadi bercampur darah.

Hal ini dapat menyebabkan koma, kelumpuhan, kecacatan fisik, hingga bahkan kematian. Perdarahan subarachnoid juga menjadi penyebab dari 5-10 persen kejadian stroke, dan sekitar satu dari empat kematian yang terkait dengan stroke.

Gejala yang Timbul

Gejala utama dan yang paling umum dari perdarahan ini adalah sakit kepala mendadak yang terasa sangat parah. Rasa sakitnya mungkin akan sama seperti menerima pukulan keras di kepala. Sakit kepala ini biasanya menyebar ke bagian belakang kepala.

Selain itu, ada beberapa gejala umum lainnya yang mungkin timbul, antara lain:

  • Sakit leher atau leher kaki.
  • Sakit bahu.
  • Peka terhadap cahaya (fotofobia).
  • Penglihatan kabur atau ganda.
  • Gejala seperti stroke (bicara kurang jelas dan merasa lemah di satu sisi tubuh).
  • Hilang kesadaran atau kejang-kejang.
  • Mati rasa di seluruh tubuh.
  • Kebingungan atau merasa linglung (delirium).
  • Mual dan muntah.
  • Terjadi perdarahan ke bola mata.
  • Tekanan darah meningkat

Baca juga: Waspada Komplikasi Akibat Perdarahan Subarachnoid

Gejala tersebut bisa muncul secara mendadak, dan pengidapnya mungkin akan kehilangan kesadaran dengan cepat. Segera dapatkan bantuan medis jika baru saja mengalami trauma kepala dan mengalami gejala-gejala tadi yang disertai sakit kepala yang parah.

Bisa Disebabkan oleh Pecahnya Aneurisma

Selain trauma fisik parah pada kepala, penyebab paling umum dari perdarah subarachnoid adalah aneurisma yang pecah. Aneurisma adalah pembengkakan pembuluh darah yang disebabkan dinding pembuluh yang melemah. Semakin besar bengkaknya, semakin tinggi risiko aneurisma bisa pecah.

Penyebab pasti dari aneurisma tidak jelas diketahui. Namun, jenis kelamin (wanita), usia (40-65 tahun), orang yang merokok, mengonsumsi alkohol berlebihan, atau memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi) memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami aneurisma yang berisiko pecah. Selain itu, cacat bawaan pada beberapa orang juga dapat menyebabkan pembuluh darah melemah dan menipis, sehingga meningkatkan risiko aneurisma.

Kondisi lainnya yang dapat menyebabkan perdarahan subarachnoid adalah malformasi arteri atau disingkat dengan AVM. AVM adalah sekelompok pembuluh darah (pembuluh arteri dan vena) yang berkembang secara tidak normal sehingga saling berhubungan satu sama lain. Kedua pembuluh darah ini dihubungkan oleh fistula, sehingga terkadang juga disebut dengan fistula arteriovenosa.

Baca juga: Deretan Makanan yang Dilarang untuk Pengidap Perdarahan Subarachnoid

AVM adalah penyebab perdarahan subarachnoid yang sering ditemukan. AVM bisa terjadi pada pembuluh darah di sumsum tulang belakang, batang otak, atau otak. Pembuluh darah yang mengalami malformasi kemudian dapat membentuk aneurisma. Kondisi ini mungkin timbul karena adanya gangguan saat janin berkembang di dalam rahim. Gejalanya tidak cenderung muncul sampai terjadi perdarahan.

Itulah sedikit penjelasan tentang perdarahan subarachnoid. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!