Empiema Sederhana dan Empiema Kompleks, Apa Bedanya?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Empiema Sederhana dan Empiema Kompleks, Apa Bedanya?

Halodoc, Jakarta – Kamu mungkin sudah tidak asing mendengar penyakit pneumonia. Tapi, apakah kamu pernah mendengar empiema? Empiema adalah komplikasi yang dapat berkembang dari pneumonia. Ini bisa juga disebut dengan pyothorax atau purulent pleuritis. Empiema terjadi ketika  nanah berkumpul di daerah antara paru-paru dan permukaan bagian dalam dinding dada. Daerah ini dikenal sebagai ruang pleural. Nanah adalah cairan yang mengandung sel-sel kekebalan, sel-sel mati dan bakteri. Nanah di ruang pleural tidak bisa dikeluarkan, sehingga perlu dikeringkan dengan bantuan jarum atau operasi.

Baca Juga: 5 Diagnosis untuk Deteksi Empiema

Penyebab Terjadinya Empiema

Empiema berkembang pada pengidap pneumonia. Pneumonia bisa disebabkan oleh berbagai jenis bakteri. Dua bakteri penyebab paling umum adalah Streptococcus pneumoniae dan Staphylococcus aureus. Selain pneumonia, empiema bisa terjadi pada individu yang telah menjalani operasi dada. Lantas, bagaimana empiema berkembang? Ruang pleural dalam paru-paru kita sebenarnya sudah memiliki beberapa cairan.

Ketika pneumonia terjadi, cairan menumpuk lebih cepat daripada yang dapat diserap. Cairan kemudian bisa terinfeksi oleh bakteri penyebab pneumonia atau infeksi lainnya. Cairan yang terinfeksi kemudian menebal, sehingga menyebabkan selaput paru-paru dan rongga dada saling menempel dan membentuk kantong. Empiema dibedakan atas dua jenis, yaitu empiema sederhana dan empiema kompleks. Berikut ini perbedaannya.

Perbedaan Empiema Sederhana dan Empiema Kompleks

Perbedaan empiema sederhana dan empiema kompleks terletak pada gejalanya. Berikut ini perbedaan antara keduanya, yaitu:

  1. Empiema Sederhana

Empiema sederhana terjadi pada tahap awal penyakit. Individu yang mengidap tipe ini ditandai dengan nanah yang mengalir bebas. Gejala-gejala empiema sederhana meliputi:

  • Sesak napas;
  • Batuk kering;
  • Demam;
  • Berkeringat;
  • Nyeri dada saat bernapas yang terasa menusuk;
  • Sakit kepala dan kebingungan;
  • Kehilangan selera makan.

Baca Juga: Cara Mengobati Empiema yang Perlu Diketahui

  1. Empiema Kompleks

Empiema kompleks terjadi pada tahap akhir penyakit. Pada empiema kompleks, peradangan yang terjadi dalam paru-paru bisa lebih parah. Kondisinya bisa membentuk jaringan parut dan dapat membagi rongga dada menjadi rongga yang lebih kecil (loculation). Jika infeksi terus memburuk, empiema menyebabkan pembentukan kulit tebal di atas pleura yang disebut kulit pleural. Kulit ini mencegah paru-paru membesar. Gejala yang ditimbulkan empiema kompleks termasuk:

Kalau kamu mengalami tanda-tanda empiema sederhana, periksakan ke dokter sebelum berkembang menjadi empiema kompleks. Empiema kompleks bisa lebih sulit diobati dan dapat berakibat fatal. Kalau kamu berencana memeriksakan diri, jangan lupa buat janji dengan dokter terlebih dulu lewat aplikasi Halodoc!

Bagaimana Empiema Diobati?

Pengobatan empiema berfokus  untuk menghilangkan nanah dan cairan dari pleura dan mengobati infeksi. Antibiotik akan digunakan untuk mengobati infeksi yang mendasarinya. Jenis antibiotik akan disesuaikan dengan jenis bakteri yang menyebabkan infeksi. Metode yang digunakan untuk mengalirkan nanah tergantung pada tahap empiema. 

Baca Juga: Bisakah Empiema Dicegah?

Pada empiema sederhana, jarum dapat dimasukkan ke dalam ruang pleura untuk mengalirkan cairan. Ini disebut thoracentesis perkutan. Pada tahap yang lebih lanjut atau empiema kompleks, tabung drainase harus digunakan untuk mengalirkan nanah. Prosedur ini dilakukan dengan anestesi di ruang operasi. 

Referensi :
Healthline. Diakses pada 2019. Empyema.
Medline Plus. Diakses pada 2019. Empyema.