21 February 2019

Enggak Hanya Normal, Caesar pun Bisa Pakai BPJS

Enggak Hanya Normal, Caesar pun Bisa Pakai BPJS

Halodoc, Jakarta – Banyak orang yang menganggap bahwa BPJS Kesehatan hanya bisa digunakan untuk menjamin persalinan normal di rumah sakit. Padahal, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, ternyata juga bisa digunakan oleh peserta yang harus atau dianjurkan melahirkan Caesar. Bagaimana caranya?

BPJS Kesehatan bisa digunakan dan akan menjamin semua jenis persalinan, baik normal maupun Caesar. Jaminan kelahiran yang diberikan sudah termasuk pelayanan untuk bayi baru lahir beserta ibunya. Selain itu, biaya persalinan yang dijamin BPJS pun mengikuti ketentuan serta tarif dari rumah sakit tempat melahirkan.

Peserta BPJS baik kelas 1, kelas 2, maupun kelas 3, akan selalu mendapat tunjangan setiap melahirkan. Dengan kata lain, tunjangan akan tetap diberikan meski persalinan tersebut adalah yang pertama maupun sudah pernah menjalani proses persalinan sebelumnya.

Baca juga: Sudah Punya Asuransi, Perlukah BPJS?

Dalam proses persalinan, ada banyak kondisi yang membuat calon ibu tidak memungkinakan untuk melahirkan secara normal. Kalau sudah begitu, biasanya dibutuhkan tindakan berupa operasi Caesar segera. Nah, jangan khawatir, biaya persalinan tetap akan ditanggung BPJS Kesehatan, selama persalinan dengan operasi Caesar terjadi karena rujukan atau keputusan dari dokter.

Artinya, biaya persalinan Caesar tidak akan dijamin jika hal itu terjadi karena permintaan dari peserta. Jika faskes 1 tidak memadai untuk melakukan persalinan Caesar, biasanya peserta akan dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap. Tapi kembali lagi, semua keputusan tersebut harus berasal dari dokter yang menangani di fasilitas kesehatan tingkat 1.

Selain itu, jika bayi yang baru lahir membutuhkan pelayanan atau sumber daya khusus, BPJS Kesehatan bisa saja tidak menjamin kebutuhan tersebut. Hal itu sesuai dengan Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 3 tentang Penjaminan Pelayanan Persalinan Dengan Bayi Lahir Sehat. Dalam kondisi tersebut, fasilitas kesehatan (faskes) tempat bersalin bisa menagih klaim di luar paket persalinan.

Baca juga: Segera Punya Bayi, Pilih Lahir Normal atau Caesar?

Yang Harus Diketahui Seputar Operasi Caesar

Melahirkan Caesar biasanya dipilih karena alasan medis tertentu yang tidak memungkinan ibu untuk melahirkan normal. Tapi, ada beberapa kasus di mana persalinan Caesar terjadi karena permintaan dari calon ibu.

Operasi Caesar adalah prosedur yang dilakukan untuk membantu mengeluarkan bayi dari rahim. Persalinan Caesar masuk dalam kategori operasi mayor alias operasi besar. Tak hanya itu, risiko dari kondisi ini pun bisa bersifat mayor, bahkan bisa menyebabkan komplikasi pasca operasi.

Ibu yang melahirkan dengan cara Caesar pun biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali pulih setelah persalinan. Rasa sakit akibat operasi masih akan terus terasa dan bisa mengganggu aktivitas harian ibu. Selain menghabiskan waktu, operasi Caesar juga sangat memengaruhi dan membutuhkan banyak tenaga untuk dapat kembali pulih setelah persalinan.

Dan yang paling parah, melahirkan dengan operasi Caesar ternyata juga bisa menimbulkan risiko fatal yang tidak berbeda jauh dengan persalinan normal. Ibu juga berisiko kehilangan nyawa saat melahirkan dan membutuhkan transfusi darah karena kondisi tertentu, seperti pendarahan, rahim robek, serta janin kembar.

Baca juga: 8 Hal yang Harus Dihindari Ibu Jika Pernah Melahirkan Caesar

Cari tahu lebih lanjut seputar persalinan Caesar dengan bertanya dan membicarakannya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kehamilan dan tips menjaga kehamilan sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!