• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Evolusi Virus Bisa Gagalkan Vaksin Corona?

Evolusi Virus Bisa Gagalkan Vaksin Corona?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Hal yang ditakutkan menjadi beban pikiran, yaitu bagaimana jika virus corona bisa berevolusi? Virus yang berevolusi dapat dilihat dari kasus obat pertama untuk melawan virus HIV. Awalnya, obat tersebut sangat ampuh karena dapat menyelamatkan pasien yang sekarat. Namun seiring berjalannya waktu, virus HIV berevolusi, sehingga kebal terhadap obat tersebut.

Virus yang berevolusi adalah mutasi spontan dalam material genetik virus. Virus dapat berkembang biak sangat cepat, meski pasien telah diberi obat. Akibatnya, pengidap jatuh sakit dengan penyakit yang sama. Dari kisah itulah yang akhirnya membutuhkan waktu 10 tahun, hingga para ilmuwan menemukan perawatan yang mampu mengatasi evolusi virus.

Lantas, bagaimana dengan vaksin virus corona? Apakah hal tersebut bisa saja terjadi? Jawabannya adalah, ya. Berikut ini sejarah mengenai resistensi vaksin dan kaitannya dengan vaksin virus corona.

Baca juga: Lakukan Vaksin COVID-19 Secara Mandiri, Begini Ketentuannya

Begini Sejarah Tentang Resistensi Vaksin 

Sebagian besar vaksin yang ditemukan tidak gagal terhadap evolusi organisme mikro. Hal tersebut dapat dicontohkan, virus cacar mampu dibasmi karena virus tidak berevolusi melawan vaksin cacar, karena virus tidak mampu mengalahkan kemampuan imun tubuh yang dihasilkan oleh vaksin. Meski demikian, ada sebuah pengecualian. Contohnya dalam kasus pneumonia. Bakteri berhasil berevolusi dan resisten terhadap vaksin.

Mengembangkan dan mengganti formula vaksin akan sangat membutuhkan waktu dan biaya yang tidak murah. Hal tersebut membutuhkan waktu panjang, yaitu sekitar tujuh tahun. Belum lagi jika ada kegagalan lain dalam vaksin manusia. Vaksin yang sangat sulit dikembangkan biasanya disebabkan oleh mikroba penyakit yang berevolusi dengan cepat. Lantas, apa saja kemungkinan yang bisa saja terjadi terkait dengan vaksin virus corona? Berikut pembahasannya!

Baca juga: Ada 8 Vaksin Corona, Begini Cara Kerjanya Atasi COVID-19

Kemungkinan yang Bisa Saja Terjadi

Jika SARS-CoV-2 berevolusi terhadap vaksin virus corona, akan ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi. Hal yang paling memungkinkan adalah sama halnya pada virus flu. Imunitas tubuh bekerja saat imun menempel pada molekul di permukaan virus. Jika molekul permukaan virus bermutasi, maka imun tidak dapat menempel dengan baik, sehingga virus akan lepas. Nah, hal tersebut yang menjadi alasan mengapa vaksin flu harus diperbarui setiap tahun.

Jika hal yang sama terjadi pada vaksin virus corona, maka vaksin perlu diperbarui secara berulang. Meski demikian, evolusi bisa saja terjadi secara berbeda. Bisa saja virus berevolusi secara diam-diam dan perlahan atau bersembunyi di dalam organ yang memiliki sistem imunitas kurang aktif. Biasanya, hal tersebut menjadi berbagai macam pemicu infeksi kronis yang tidak menimbulkan gejala. Berikut ini sejumlah ciri vaksin kebal evolusi:

  1. Vaksin sangat efektif dalam mengurangi replikasi virus. Vaksin ini mampu menghentikan penyebaran lebih jauh. Tanpa replikasi, tidak akan ada penyebaran, sehingga evolusi pun tidak akan terjadi. 
  2. Vaksin memicu respons imun saat virus menyerang beberapa bagian dari mikroba secara bersamaan.
  3. Vaksin melindungi dari semua galur, sehingga tidak ada galur yang bisa mengisi kekosongan saat serangan virus terjadi. 

Pertanyaannya adalah, apakah vaksin virus corona kebal terhadap evolusi? Hingga ini belum diketahui secara pasti mengenai hal tersebut. Untuk mengetahui jawabannya, para ilmuwan harus memberikan upaya lebih dalam uji coba vaksin agar dapat memberikan manfaat lebih panjang, sehingga dapat diketahui apakah vaksin kebal evolusi atau tidak.

Dengan melakukan swab pada orang yang telah divaksinasi, para ilmuwan akan mengetahui seberapa jauh virus dapat ditekan. Penelitian dilakukan dengan menganalisis genom virus pada penerima vaksin, sehingga proses evolusi virus yang sedang terjadi dapat dipantau. Selain dengan swab, mengambil darah penerima vaksin dapat mengetahui seberapa banyak bagian virus diserang oleh imunitas tubuh yang dipicu oleh vaksin tersebut. 

Baca juga: Vaksin Corona Rusia, Sputnik V Efektif hingga 95 Persen

Jika kamu ingin mengetahui bagaimana perkembangan vaksin virus corona saat ini, silahkan download aplikasi Halodoc untuk memantau perkembangan selanjutnya. Jika kamu memiliki sejumlah masalah kesehatan yang ingin didiskusikan, silahkan bertanya langsung dengan dokter di Halodoc, ya.

Referensi:
Kompas.com. Diakses pada 2020. Evolusi Virus Bisa Gagalkan Vaksin Covid-19, Ini Cara Menghentikannya.