• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Fakta Medis Seputar Fenomena Gancet saat Berhubungan Intim

Fakta Medis Seputar Fenomena Gancet saat Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Fakta Medis Seputar Fenomena Gancet saat Berhubungan Intim

“Gancet sering dikaitkan dengan hal-hal mistis atau karma akibat melakukan hubungan terlarang. Padahal, gancet bisa dijelaskan dalam dunia medis dan kondisi ini disebut sebagai penis captivus. Penis captivus terjadi ketika otot-otot panggul bawah wanita menegang terlalu kuat sampai menjepit penis. Akibatnya, penis macet dan tidak bisa dikeluarkan.”

Halodoc, Jakarta – Kamu mungkin beberapa kali mendengar berita viral seputar gancet saat berhubungan intim. Sebenarnya kondisi apa sih gancet itu? Gancet adalah istilah yang digunakan saat penis terjepit di dalam vagina ketika penetrasi. Nah, tak sedikit orang yang mengait-ngaitkan fenomena ini dengan hal-hal mistis. Lantas, bagaimana jika ditilik dari sudut pandang medis?

Dalam dunia medis, fenomena gancet dikenal sebagai istilah penis captivus. Pun pada kenyataannya, gancet tidak ada hubungannya dengan hal-hal mistis dan bisa dijelaskan dari sisi medis. Untuk meluruskan pemahaman tentang fenomena gancet, simak penjelasan berikut ini.

Baca juga: Berhubungan Intim yang Ideal Itu Berapa Kali Seminggu Sih?

Fakta Medis Seputar Fenomena Gancet

Bukan hanya di Indonesia saja, di belahan dunia lain, fenomena gancet sering dikaitkan dengan karma akibat melakukan hubungan seks terlarang. Padahal, gancet atau penis captivus bisa terjadi kepada siapapun bahkan pada pasangan suami istri. Kalau dalam dunia medis, gancet terjadi ketika penis terjepit di dalam vagina akibat ukurannya semakin membesar sebelum mencapai orgasme. Umumnya, laki-laki akan mudah melepaskan penis setelah mengalami orgasme.

Namun, penis yang terjebak dalam vagina membuat aliran darah ke ujung penis justru semakin deras. Akibatnya, ukuran penis semakin membesar karena mengalami ereksi yang terlalu kuat sampai sulit dikeluarkan dari vagina. Selain karena ereksi yang terlalu kuat, gancet juga bisa disebabkan karena vaginismus atau liang vagina yang menyempit.

Kondisi ini terjadi saat otot-otot panggul bawah wanita berkontraksi sangat kuat ketika penis berada dalam vagina. Kontraksi kemudian membuat liang vagina menyempit sampai menjepit penis. Alhasil, laki-laki kesulitan untuk mengeluarkan penisnya terlebih jika masih mengalami ereksi yang kuat. 

Apa yang Memicu Pasangan Intim Mengalami Gancet?

Penelitian medis seputar penis captivus hingga kini masih sangat terbatas. Hal ini mungkin dikarenakan kondisinya yang amat jarang terjadi dan bukanlah suatu penyakit seksual. Namun, penyebab utama gancet yang diketahui adalah vaginismus. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, vaginismus terjadi ketika otot-otot panggul bawah wanita berkontraksi atau tertarik saat terjadi penetrasi. Hal ini membuat vagina menjadi mengencang dan sangat kaku. 

Baca juga: Ketahui Efek Menelan Sperma saat Berhubungan Intim

Bukan cuma pasangan pria, wanita yang mengalami vaginismus pun merasakan nyeri saat berhubungan intim. Melansir dari Healthline, berikut beberapa faktor yang membuat seorang wanita bisa mengalami vaginismus:

  • Takut melakukan hubungan seks.
  • Trauma akibat pernah mengalami pelecehan seksual di masa lalu.
  • Tidak percaya diri untuk melakukan hubungan seks.
  • Faktor emosional.
  • Mengidap penyakit kelamin.

Lantas, Bagaimana Menangani Fenomena Gancet?

Melansir dari Medical Daily, dokter John Dean, direktur klinis di the Devon Partnership NHS Trust in southwest England, mengatakan bahwa penis captivus sebenarnya tidak berlangsung lama, umumnya hanya 5-10 detik saja. Namun, pada orang yang mengalami situasi ini, 5-10 mungkin bisa terasa sangat lama. Setelah beberapa detik, otot-otot panggul bawah wanita akan melemas dan penis bisa dapat dikeluarkan.

Penis yang mengalami ereksi pun akan memudar saat aliran darah mulai mengalir ke bagian tubuh lainnya. Namun, gancet seringkali membuat panik sehingga membuat pasangan menarik penis keluar. Hal ini malah berbahaya karena dapat menyakiti pasangan seksual. 

Namun, jika gancet berlansung sampai beberapa menit, kondisi ini mungkin membutuhkan bantuan medis untuk mengeluarkan penis. Untuk menangani gancet, dokter perlu menyuntikan obat yang biasa digunakan saat persalinan normal untuk melemaskan otot vagina yang menegang.

Baca juga: Mitos Seputar Hubungan Intim yang Perlu Remaja Ketahui

Ingin tahu lebih lanjut seputar fakta-fakta kesehatan? Hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan membantu menjawab segala pertanyaan kamu. Yuk, download aplikasinya sekarang juga!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
National Library of Medicine. Diakses pada 2021. Penis captivus–did it occur?.
Medical Daily. Diakses pada 2021. When The Vagina Holds The Penis Captivus: Is The Sexual Affliction As Bad As It Sounds?
Healthline. Diakses pada 2021. Vaginismus.