06 March 2019

Ibu Harus Tahu, Ini Fakta Penting Mengenai Croup pada Anak

Ibu Harus Tahu, Ini Fakta Penting Mengenai Croup pada Anak

Halodoc, Jakarta - Batuk dan flu merupakan dua jenis penyakit yang cukup umum menyerang anak, terutama di musim penghujan ini. Lalu, bagaimana dengan penyakit croup? Sudahkah ibu tahu tentang penyakit ini? Meski namanya belum terlalu familiar, penyakit croup merupakan penyakit yang salah satu jenis batuk yang paling sering menyerang anak-anak selama musim hujan. Karena gejala utamanya adalah batuk, penyakit ini juga kerap disebut dengan nama ‘batuk croup’.

Batuk croup adalah infeksi pernapasan yang terjadi ketika laring (kotak suara), trakea (batang tenggorokan), dan bronkus (saluran udara ke paru-paru), mengalami iritasi dan membengkak. Pembengkakan ini membuat saluran udara menyempit, sehingga menyebabkan napas jadi lebih cepat dan dangkal serta batuk parah. Batuk ini paling rentan menyerang bayi usia 3 bulan sampai anak usia 5 tahun, tapi bisa juga dialami oleh anak-anak di atas 15 tahun.

Baca juga: Batuk Parah pada Anak 3 Tahun, Waspada Croup

Suara Batuk yang Berbeda dari Batuk pada Umumnya

Penyakit croup menyebabkan anak sering batuk-batuk. Namun, suara batuknya beda dari batuk pada umumnya. Batuk akibat croup akan terdengar sangat khas seperti suara siulan yang tertahan. Bunyinya lebih melengking dan terdengar “ngik-ngik” bukannya “uhuk-uhuk” seperti batuk biasa. Suara napas yang seperti ini disebut dengan suara mengi.

Selain batuk mengi, Si Kecil juga biasanya akan mengalami gejala pilek dan flu, seperti hidung gatal dan tersumbat, sakit tenggorokan, serta demam. Pada kasus parah, batuk parah bisa menyebabkan anak kesulitan bernapas sehingga kulitnya lama-lama memucat atau justru membiru karena kekurangan oksigen. Gejala ini biasanya memburuk di malam hari atau ketika anak menangis.

Dapat Disebabkan oleh Berbagai Faktor

Penyebab batuk croup adalah infeksi virus seperti virus influenza, parainfluenza RSV, campak, dan adenovirus. Awalnya si kecil akan mengalami gejala pilek umum dan seiring waktu akan mengalami batuk mengi disertai demam.

Baca juga: Ketahui 2 Jenis Gangguan Pernapasan Croup pada Si Kecil

Penyebab lainnya yang kurang umum adalah alergi atau refluks asam lambung. Jika batuk croup anak disebabkan oleh ini, gejala akan muncul tiba-tiba dan sering terjadi di malam hari. Anda mungkin akan mendapati Si Kecil terbangun tengah malam terengah-engah karena batuk mengi dan suaranya serak.

Croup yang disebabkan oleh infeksi virus mudah menular dalam beberapa hari setelah anak terinfeksi atau ketika ia demam. Di luar dari penyebab ini, batuk croup akibat reaksi alergi atau refluks lambung tidaklah menular.

Dapat Sembuh dengan Perawatan Rumahan

Batuk croup pada umumnya bisa sembuh sendiri dalam waktu kurang lebih seminggu. Namun, agar lebih cepat sembuh, ibu bisa berikan obat paracetamol atau ibuprofen untuk meredakan nyeri pada bayi berusia di atas 6 bulan. Sementara obat batuk dextromethorphan hanya boleh diberikan untuk mengobati batuk pada anak sudah berusia lebih dari 4 tahun.

Selain pakai obat, ibu juga dapat meringankan gejala batuk croup anak dengan cara:

  • Untuk anak yang sudah berusia lebih dari 1 tahun: beri 1/2-1 sdm madu sebanyak 4 kali sehari. Madu tidak boleh diminumkan untuk anak di bawah 1 tahun. Alternatifnya, berikan sari buah apel dengan campuran sedikit air lemon sebanyak 1-3 sendok teh.

  • Batuk croup biasanya semakin memburuk saat anak menangis. Jadi segera tenangkan anak jika ia mulai menangis.

  • Jaga suhu kamar anak dan rumah tetap lembap dengan memasang humidifier.

  • Pastikan anak cukup tidur dan istirahat, kompres tubuhnya dengan air hangat, atau mandi air hangat.

  • Perbanyak minum air putih hangat, jus buah, atau sup hangat untuk melegakan pernapasannya dan mengurangi batuk.

  • Sebelum tidur, berikan minum segelas air putih hangat sebelum tidur dan selipkan bantal tebal di bawah kepalanya untuk melegakan pernapasan.

Baca juga: Si Kecil Mengidap Croup, Ibu Harus Apa?

Itulah sedikit penjelasan tentang penyakit croup pada anak. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!