• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Fakta Tentang Spermatogenesis yang Perlu Diketahui Pasutri
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Fakta Tentang Spermatogenesis yang Perlu Diketahui Pasutri

Fakta Tentang Spermatogenesis yang Perlu Diketahui Pasutri

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 29 Agustus 2022

“Proses spermatogenesis melibatkan produksi, pembelahan, dan pematangan sperma di dalam testis. Proses yang unik ini berperan penting dalam menghasilkan sperma yang sehat guna mencapai kehamilan.”

Fakta Tentang Spermatogenesis yang Perlu Diketahui PasutriFakta Tentang Spermatogenesis yang Perlu Diketahui Pasutri

Halodoc, Jakarta – Spermatogenesis adalah siklus lengkap dari produksi hingga pematangan sperma. Proses spermatogenesis terus menerus memasok tubuh pria dengan sperma, yang kemudian akan melakukan perjalanan melalui vagina ke sel telur wanita dan menghasilkan kehamilan.

Nyatanya, proses produksi sperma pria tersebut tidak sesederhana yang dibayangkan, melainkan melibatkan serangkaian proses unik. Nah, penting bagi pasangan suami istri (pasutri) untuk mengetahui tentang spermatogenesis agar bisa meningkatkan peluang kehamilan yang sehat. 

Fakta Spermatogenesis yang Perlu Diketahui

Berikut beberapa fakta unik mengenai spermatogenesis yang perlu diketahui pasutri:

1. Membutuhkan Waktu Sekitar 2 Bulan Lebih

Tahukah kamu bahwa tubuh pria menghasilkan sperma setiap hari, tapi proses pematangannya membutuhkan waktu sekitar 2 bulan lebih? 

Perlu diketahui, testis terdiri dari banyak tubulus tipis melingkar yang dikenal sebagai tubulus seminiferus. Sel sperma diproduksi di dalam dinding tubulus. Nah, sel sperma terus diproduksi oleh testis, tapi tidak semua area tubulus seminiferus menghasilkan sel sperma pada saat yang bersamaan. 

Satu sel germinal yang belum matang membutuhkan waktu selama 74 hari untuk mencapai pematangan akhir, dan selama proses pertumbuhan ini terdapat fase istirahat intermiten.

2. Ada Jutaan Sperma yang Dihasilkan Dalam Sehari

Selama proses spermatogenesis, testis pria menghasilkan beberapa juta sperma setiap hari, sekitar 1.500 detik.  Pada akhir siklus produksi sperma penuh, pria bisa meregenerasi hingga 8 miliar sperma. 

Memang terdengar sangat banyak, tapi pria melepaskan 20-300 juta sel sperma dalam satu mililiter air mani. Namun, tubuh akan menjaga jumlah sperma surplus untuk memastikan ada pasokan segar untuk pembuahan.

3. Prosesnya Melibatkan Pembelahan dan Pematangan

Proses spermatogenesis dimulai dari pembelahan sel sperma diploid, menjadi spermatid haploid yang bisa membawa data genetik. Kemudian, pematangan sperma terjadi di testis, yaitu di tubulus seminiferus. Hormon membantu spermatid melalui proses ini sampai menjadi spermatozoa. Sperma tetap berada di testis sampai hampir matang.

Sperma yang matang memiliki kepala yang mengandung materi genetik dan ekor. Ekor ini membantu sperma melakukan perjalanan melalui tubuh wanita untuk pembuahan.

Sperma kemudian bergerak ke dalam epididimis, tabung yang terhubung ke testis yang menyimpan sperma. Di epididimis, sperma disimpan sampai saat ejakulasi. Di sinilah sperma mendapatkan motilitas atau kemampuan untuk bergerak. Hal ini memungkinkan mereka untuk melakukan perjalanan ketika dilepaskan dalam cairan mani (air mani) selama ejakulasi.

4. Jarang Ejakulasi, Tingkatkan Peluang Kehamilan

Pembuahan nampaknya paling sering terjadi ketika pria sudah tidak lama ejakulasi. Jadi, setiap hari proses spermatogenesis yang konstan mengisi epididimis dengan sperma yang segar. Nah, bila dibiarkan dalam waktu yang agak lama, mereka akan menumpuk, sehingga jumlah sperma yang bisa dikeluarkan saat ejakulasi bisa lebih banyak.

Jadi, bila kamu dan pasangan sedang mencoba untuk hamil, memberi jeda waktu selama beberapa hari di antara ejakulasi bisa meningkatkan peluang kehamilan.  

Kamu juga bisa meningkatkan peluang kehamilan lebih tinggi lagi dengan tidak melakukan ejakulasi seminggu sebelum pasangan berovulasi. Hal ini akan memaksimalkan jumlah sperma selama masa paling subur pasanganmu.

Sebaliknya, ejakulasi yang lebih sering bisa menurunkan jumlah sperma dalam sekali ejakulasi. Hal itu bisa membantu kamu dan pasangan menghindari kehamilan, terutama bila kamu menahan berhubungan seks sampai setelah masa ovulasi berakhir.

5. Kualitas juga Menentukan Kehamilan

Kesuburan pria tidak hanya ditentukan dari kuantitas atau seberapa banyak sperma yang dihasilkan, tapi juga kualitas sperma. Semakin sehat sperma, semakin tinggi juga peluang kehamilan.

Sperma yang sehat bisa diukur dari:

  • Motilitas (pergerakan sperma). Pria yang subut memiliki 40 persen sperma yang bergerak.
  • Morfologi (bentuk sperma). Sperma harus memiliki ekor yang panjang dan kepala berbentuk oval. Jumlah sperma berbentuk normal yang lebih tinggi, maka  peluang untuk hamil dengan pasangan juga tinggi.

Itulah beberapa fakta mengenai spermatogenesis yang perlu diketahui pasutri. Bila kamu dan pasangan ingin memeriksakan kesuburan atau kondisi kesehatan guna kepentingan rencana kehamilan, kamu bisa buat janji medis di rumah sakit pilihanmu melalui aplikasi Halodoc

Yuk, download Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play untuk memudahkan kamu mendapatkan solusi kesehatan terlengkap.

Referensi
Healthline. Diakses pada 2022. How Long Does It Take for Sperm to Regenerate? What to Expect.
Britannica. Diakses pada 2022. Spermatogenesis.