• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Fakta Terbaru Seputar Vaksin Covovax asal India

Fakta Terbaru Seputar Vaksin Covovax asal India

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Fakta Terbaru Seputar Vaksin Covovax asal India

“Dunia masih terus mengembangkan vaksin terbaru menghadapi virus corona yang masih bermutasi. Setelah Pfizer, Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Sinopharm, Novavax, Janssen, Sputnik-V, Zifivax, dan Convidencia, kini hadir kembali vaksin corona terbaru dari India, vaksin Covovax.”

Halodoc, Jakarta – Vaksin Covovax dari India menjadi vaksin corona ke-11 yang hadir di Indonesia setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya menerbitkan izin untuk penggunaan secara darurat atau Emergency Use Authorization (UEA) sebagai vaksin lain yang boleh digunakan untuk menangkal infeksi virus corona pada tubuh. 

Vaksin tersebut baru dapat digunakan oleh orang dewasa mulai usia 18 tahun ke atas dengan dosis sebanyak dua kali penyuntikan masing-masing sebesar 5 mikrogram. Interval atau jarak pemberian vaksin antara dosis pertama dan kedua, yaitu sejauh 21 hari. Tentu saja, persetujuan penggunaan vaksin corona Covovax sudah melalui banyak pertimbangan. 

Fakta Seputar Vaksin Covovax

Seperti telah disebutkan sebelumnya, Covovax merupakan vaksin corona ke-11 yang boleh digunakan di Indonesia yang dibuat oleh Serum Institute of India Pvt. Ltd., India atau disebut SII. Vaksin tersebut dibuat dengan mengusung teknologi platform pencampuran kembali protein dari subunit glikoprotein spike dengan menggunakan vaksin jenis adjuvant Matrix-M1.

SII sendiri merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang biofarmasi dan bioteknologi di India. Perusahaan ini menjadi pembuat vaksin yang terbesar di dunia, dan menjadi anak perusahaan atau sister company dari Cyrus Poonawalla Group sebagai perusahaan utamanya. Lalu, apa saja fakta seputar vaksin asal India ini? Berikut ulasannya: 

  • Standar Keamanan

Penilaian standar keamanan, efikasi, dan imunogenitas dari vaksin Covovax berdasarkan pada data hasil pengujian pre-klinik dan klinik yang telah dilakukan di Amerika Serikat, Inggris, Meksiko, Afrika Selatan, dan Australia. Untuk memastikan keamanan dan performanya, vaksin ini dinyatakan sudah memenuhi semua persyaratan penilaian vaksin yang dirilis oleh WHO. 

Tidak hanya itu, SII pun telah melaksanakan pengujian klinis pada fase dua dan tiga di India. Selaras dengan hal tersebut, Indonesia melalui BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan darurat untuk menggunakan vaksin Covovax untuk menangkal virus corona. Pihak BPOM menyatakan telah melakukan penilaian terhadap berbagai aspek yang berdasar pada standar nilai vaksin COVID-19, baik secara nasional maupun dunia.  

  • Efek Samping yang Ditimbulkan

Lalu, terkait dengan efek samping yang mungkin terjadi setelah pemberian vaksin, dilaporkan bahwa vaksin Covovax memberikan efek samping yang tidak membahayakan. Efek samping yang sering terjadi seperti nyeri pada area bekas pemberian suntikan, sakit kepala, tubuh merasa lelah, nyeri otot, dan demam. Tingkatnya pun ringan hingga sedang. 

  • Nilai Efikasi

Kemudian, dilihat dari standar efikasi berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan selama 7 hari setelah dosis kedua diberikan kepada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas dengan status imunitas negatif, tingkat efikasi berada pada kisaran 89,7 hingga 90,4 persen untuk semua kasus infeksi COVID-19 untuk berbagai tingkatan keparahan penyakitnya. 

Sementara itu, untuk kasus COVID-19 dengan tingkat keparahan penyakit antara sedang hingga berat, efikasi yang diberikan oleh vaksin ini antara 86,9 hingga 100 persen. Lalu, efikasi yang dihasilkan pada hasil pengujian klinis fase tiga di Inggris untuk kelompok lanjut usia adalah sebesar 88,9 persen. Terakhir, pengujian klinis fase dua dan tiga di negara asal, India, menunjukkan respons imunitas yang cukup baik dari pengamatan selama 14 hari setelah dosis kedua diberikan. 

  • Standar Kualitas

Bagaimana dengan kualitasnya? Hasil pengujian dan penilaian dari vaksin Covovax, mulai dari bahan-bahan awal, antigen bulk, sampai pada produk akhirnya, tak terkecuali penilaian terhadap standar mutu, dinyatakan bahwa vaksin tersebut telah memenuhi semua persyaratan sesuai dengan standar evaluasi kualitas yang berlaku secara global atau internasional. 

Standar yang termasuk dalam hal ini adalah standar yang dikeluarkan oleh WHO sebagai Badan Kesehatan Dunia, FDA sebagai Badan Pengawas Obat dan Makanan dari Amerika Serikat, dan EMA sebagai Pengawas Obat dari Eropa. Adanya izin EUA dari dunia dan BPOM, menandakan bahwa ada lagi jenis vaksin yang sama efektifnya untuk menangkal virus corona. 

Meski telah mendapatkan vaksin, protokol kesehatan 5M tetap perlu dilakukan secara disiplin, juga rutin melakukan swab antigen atau PCR. Kamu bisa lebih mudah membuat janji untuk melakukan swab antigen maupun PCR di klinik atau rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc. Cukup dengan download aplikasi Halodoc di ponselmu, tinggal datang sesuai tanggal dan jam yang dipilih. 

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg

Referensi: 

Liputan6. Diakses pada 2021. 5 Fakta Vaksin Covid-19 Covovax asal India, Sudah Dapat Izin BPOM.
NDTV. Diakses pada 2021. Serum Institute Seeks Drug Regulator’s Approval For Covovax Vaccine: Report.