• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Faktor Lingkungan yang Bisa Memicu Bipolar

Faktor Lingkungan yang Bisa Memicu Bipolar

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Faktor Lingkungan yang Bisa Memicu Bipolar

Halodoc, Jakarta - National Institute of Mental Health mendeskripsikan gejala utama gangguan bipolar sebagai epsiode perubahan suasana hati yang sangat signifikan. Perubahan pada tingkat energi, pola tidur, kemampuan untuk fokus dan berkonsentrasi dapat secara dramatis memengaruhi perilaku, pekerjaan, hubungan, dan aspek kehidupan seseorang. 

Sebagian besar orang mengalami perubahan suasana hati pada suatu waktu, tetapi perubahan suasana hati yang terkait dengan bipolar lebih intens dibandingkan dengan perubahan suasana hati biasa. Beberapa orang juga akan mengalami gejala, seperti psikosis, delusi, halusinasi, hingga paranoia. 

Faktor Lingkungan Pemicu Bipolar

Meski belum diketahui penyebabnya, ada beberapa faktor yang dipercaya sangat berpengaruh terhadap terbentuknya gangguan bipolar pada seseorang. Salah satunya adalah faktor lingkungan. Ada beberapa hal terkait faktor lingkungan yang bisa menyebabkan terjadinya bipolar, seperti:

  • Trauma Masa Kecil

Riwayat trauma masa anak-anak biasa terjadi dengan pengidap gangguan mental, seperti halnya bipolar. Kekerasan yang dialami saat masa anak-anak, baik verbal maupun fisik nyata meninggalkan bekas yang dalam bagi beberapa orang, sehingga terbawa hingga remaja dan dewasa, mengendap sebagai suatu peristiwa yang tidak menyenangkan. 

Baca juga: Harus Tahu, Apakah Bipolar Bisa Disembuhkan Total?

  • Tingkat Stres yang Tinggi

Orang yang pernah mengalami peristiwa traumatis tentu memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan gangguan bipolar di kemudian hari. Pun, peristiwa yang sangat membuat stres, seperti kehilangan pekerjaan, pindah ke tempat baru, hingga kurang tidur juga bisa mengakibatkan munculnya episode mania dalam bipolar.

Ini artinya, stres harus dikendalikan dan ditangani, terutama jika seseorang mengidap gangguan bipolar. Pasalnya, jika dibiarkan saja, stres yang berkepanjangan akan berujung pada depresi, yang membuat seseorang cenderung melakukan perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. 

Sebenarnya, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi stres. Olahraga, mendengarkan musik, membaca buku, hingga melakukan meditasi dan yoga menjadi cara-cara mudah yang bisa kamu lakukan untuk meredakan stres. Jika butuh bantuan, kamu juga bisa bercerita pada psikolog melalui aplikasi Halodoc. Jangan sampai stres mengendap, kapan saja kamu butuh bantuan, pakai aplikasi Halodoc.

Baca juga: Apa Penyebab Anak Bisa Mengalami Gangguan Bipolar?

  • Penyalahgunaan Narkoba

Orang yang menyalahgunakan narkoba atau alkohol juga rentan mengalami gangguan bipolar. Penggunaan zat terlarang ini tidak menyebabkan munculnya gangguan, tetapi dapat memperburuk suasana hati atau mempercepat munculnya gejala. Terkadang, obat-obatan juga bisa memicu timbulnya episode mania atau depresi.

Penyebab Bipolar Lainnya

Selain faktor lingkungan tadi, bipolar juga bisa terjadi karena faktor lainnya, yaitu:

  • Riwayat Keluarga

Kalau ada kerabat dalam keluarga inti yang mengalami gangguan bipolar, seperti orangtua atau saudara kandung, kamu mungkin berisiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi yang sama. Bahkan, semakin dini orangtua didiagnosis dengan gangguan ini, semakin tinggi risiko kamu untuk mengembangkan masalah yang sama.

  • Jenis Kelamin

Gangguan bipolar bisa terjadi pada siapa saja, tetapi wanita memiliki risiko tiga kali lebih tinggi terhadap gangguan mental ini. Wanita cenderung lebih mudah mengalami perubahan suasana hati yang dramatis, sehingga lebih mungkin mengalami episode gangguan depresi dibandingkan dengan pria. 

Baca juga: Gangguan Bipolar pada Anak, Kapan Bisa Terdeteksi?

Penting untuk diingat, bahwa gangguan bipolar sangat mungkin untuk disembuhkan. Pengobatan dan terapi memiliki peran penting dalam menekan gejala dan memperlambat terjadinya suasana hati yang cepat dalam bipolar. Bicaralah pada teman, keluarga, atau pasangan tentang kondisimu dan biarkan mereka membantu kamu melalui masalah ini. 

Referensi: 
Psycom. Diakses pada 2020. Bipolar Disorder Causes.
Medical News Today. Diakses pada 2020. What to Know About Bipolar Disorder.
Aldinger, Fanny and Thomas G. Schulze. 2017. Diakses pada 2020. Environmental Factors, Life Events, and Trauma in the Course of Bipolar Disorder. Psychiatry and Clinical Neuroscience 71: 6-17.