• Home
  • /
  • Ini Faktor Risiko Penyakit Paru Interstisial

Ini Faktor Risiko Penyakit Paru Interstisial

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini Faktor Risiko Penyakit Paru Interstisial

Halodoc, Jakarta – Penyakit paru interstisial adalah sekelompok besar kelainan yang menyebabkan jaringan parut progresif pada jaringan paru-paru. Bekas luka yang berhubungan dengan penyakit paru interstitial dapat memengaruhi kemampuan untuk bernapas dan mendapatkan cukup oksigen ke dalam aliran darah.

Penyakit paru-paru interstisial dapat disebabkan oleh paparan jangka panjang terhadap bahan-bahan berbahaya, seperti asbes. Beberapa jenis penyakit autoimun, misalnya rheumatoid arthritis, juga dapat menyebabkan penyakit paru interstitial. Informasi selengkapnya ada di bawah ini!

Risiko dan Komplikasi

Jaringan parut paru terjadi, biasanya tidak dapat dipulihkan. Obat-obatan dapat memperlambat kerusakan penyakit paru-paru interstitial, tetapi banyak orang tidak pernah pulih sepenuhnya dari kondisi ini. Kerap kali transplantasi paru-paru menjadi pilihan.

Baca juga: Waspadai 5 Penyakit Paru yang Umum Terjadi

Faktor-faktor yang dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit paru interstitial adalah:

  1. Usia

Penyakit paru interstisial jauh lebih mungkin memengaruhi orang dewasa, meskipun bayi dan anak-anak kadang-kadang mengalami kelainan ini.

  1. Paparan terhadap racun di tempat kerja dan lingkungan

Jika kamu bekerja di pertambangan, pertanian atau konstruksi, ataupun lokasi-lokasi lain yang memungkinkan terpapar polutan yang dapat merusak paru-paru, maka kamu memiliki risiko mengalami penyakit ini.

  1. Penyakit refluks gastroesofagus

Jika kamu mengalami refluks asam atau gangguan pencernaan yang tidak terkontrol, besar kemungkinan juga memiliki risiko tinggi terkena penyakit paru interstitial.

  1. Merokok

Beberapa bentuk penyakit paru interstitial lebih mungkin terjadi pada orang dengan riwayat merokok, dan merokok aktif dapat memperburuk kondisinya, terutama jika sudah ada emfisema sebelumnya.

  1. Radiasi dan kemoterapi

Memiliki perawatan radiasi ke atau menggunakan beberapa obat kemoterapi membuatnya lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit paru-paru.

Perlu diketahui kalau penyakit paru interstitial dapat menyebabkan serangkaian komplikasi yang mengancam jiwa, termasuk:

  1. Tekanan darah tinggi di paru-paru 

Tidak seperti tekanan darah tinggi sistemik, kondisi ini hanya memengaruhi arteri di paru-paru. Hipertensi paru adalah penyakit serius bila tidak segera ditangani.

  1. Gagal jantung sisi kanan (cor pulmonale)

Kondisi serius ini terjadi ketika bilik kanan bawah jantung (ventrikel kanan)—yang kurang berotot daripada yang kiri, harus memompa lebih keras dari biasanya untuk memindahkan darah melalui arteri paru yang terhambat. Akhirnya, ventrikel kanan gagal karena tekanan ekstra. Ini seringnya disebabkan oleh hipertensi paru.

Baca juga: Gangguan pada Paru, Ini Cara Deteksi Atelektasis

  1. Kegagalan pernapasan

Pada tahap akhir penyakit paru interstitial kronis, gagal pernapasan terjadi ketika tingkat oksigen darah sangat rendah. Hal ini seiring dengan meningkatnya tekanan di arteri paru-paru dan ventrikel kanan menyebabkan gagal jantung.

Penanganan dan Perawatan Paru Interstisial

Jaringan parut paru-paru yang terjadi pada penyakit paru interstitial tidak dapat disembuhkan dan pengobatan tidak akan selalu efektif dalam menghentikan perkembangan dari penyakit. Beberapa perawatan dapat meningkatkan gejala sementara atau memperlambat perkembangan penyakit. Sedangkan yang lainnya, dapat membantu meningkatkan kualitas hidup.

Penelitian intensif untuk mengidentifikasi pilihan pengobatan untuk jenis penyakit paru interstitial tertentu terus berlangsung. Namun, berdasarkan bukti ilmiah yang tersedia saat ini, dokter dapat merekomendasikan obat yang memperlambat perkembangan fibrosis paru idiopatik.

Obat yang mengurangi asam lambung. Penyakit refluks gastroesofageal (GERD) mempengaruhi sebagian besar orang dengan fibrosis paru idiopatik dan berhubungan dengan kerusakan paru yang memburuk. 

Jika kamu memiliki gejala refluks asam, dokter mungkin meresepkan terapi GERD yang mengurangi asam lambung.  Perawatan lainnya bisa juga dengan terapi oksigen yang membantu pernapasan sehingga berolahraga lebih mudah, mencegah atau mengurangi komplikasi dari kadar oksigen darah yang rendah, tekanan darah di sisi kanan jantung, serta membantu tidur lebih lelap.

Butuh informasi lebih detail mengenai faktor risiko paru interstisial bisa ditanyakan langsung di aplikasi Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Interstitial lung disease.
Healthline. Diakses pada 2020. Interstitial lung disease.