• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Faktor yang Dapat Tingkatkan Risiko Sindrom Polikistik Ovarium

Faktor yang Dapat Tingkatkan Risiko Sindrom Polikistik Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Sindrom Polikistik Ovarium atau PCOS adalah kelainan hormon yang umum terjadi pada wanita usia reproduksi. Wanita dengan PCOS dapat memiliki periode menstruasi yang jarang atau berkepanjangan atau kelebihan kadar hormon pria (androgen). Ovarium juga dapat mengembangkan banyak folikel (kumpulan kecil cairan) dan gagal melepaskan telur secara teratur.

Penyebab pasti PCOS sebenarnya masih belum diketahui, tetapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seorang wanita mengalami sindrom tersebut. Yuk, ketahui lebih lanjut di bawah ini.

Baca juga: Alami PCOS Bikin Susah Hamil, Mitos atau Fakta?

Faktor Risiko Sindrom Polikistik Ovarium

Berikut ini faktor-faktor yang diduga berperan dalam menyebabkan sindrom polikistik ovarium, antara lain:

  • Kelebihan Insulin. Insulin adalah hormon yang diproduksi di pankreas yang memungkinkan sel untuk menggunakan gula yang merupakan pasokan energi utama tubuh. Bila sel-sel menjadi resistensi terhadap aksi insulin, maka kadar gula darah dapat naik dan tubuh mungkin menghasilkan lebih banyak insulin. Kelebihan insulin ini dapat meningkatkan produksi androgen yang menyebabkan kesulitan ovulasi. Itulah mengapa wanita yang memiliki kadar insulin yang tinggi, terutama mereka yang memiliki berat badan berlebih atau memiliki riwayat diabetes mellitus pada keluarga lebih berisiko untuk mengalami PCOS.
  • Memiliki Androgen Berlebih. Wanita dengan PCOS juga biasanya memiliki indung telur yang menghasilkan androgen dalam kadar tinggi yang tidak normal. Androgen adalah hormon yang mengendalikan perkembangan fitur-fitur maskulin, seperti pola kebotakan pada laki-laki. Hormon androgen yang diproduksi lebih banyak dari kadar normal dapat menyebabkan hirsutisme (pertumbuhan rambut tidak normal) dan jerawat pada wanita. Selain itu, wanita juga tidak dapat melepaskan ovum dari ovarium setiap menstruasi.
  • Faktor Genetik. Penelitian menunjukkan bahwa gen tertentu mungkin terkait dengan terjadinya PCOS. Faktor genetik ini dikaitkan dengan tingginya kadar pada wanita pengidap PCOS. 
  • Mengalami Peradangan Tingkat Rendah. Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita dengan PCOS memiliki jenis peradangan tingkat rendah yang merangsang ovarium polikistik untuk menghasilkan androgen yang dapat menyebabkan masalah jantung dan pembuluh darah.

Baca juga: Ketahui Prosedur Terapi Hormon untuk Pengobatan Sindrom Polikistik Ovarium

Cara untuk Mencegah Sindrom Polikistik Ovarium

Meskipun sebagian faktor risiko PCOS di atas tidak bisa dihindari, tetapi setidaknya kamu bisa menjaga kadar insulin agar tetap normal untuk menurunkan risiko terjadinya sindrom tersebut. Berikut ini cara-cara untuk mencegah PCOS:

  • Pertahankan Berat Badan yang Sehat

Menurunkan berat badan dapat mengurangi kadar insulin dan androgen, sehingga dapat mengembalikan ovulasi. Untuk menurunkan berat badan, kamu bisa menerapkan gaya hidup sehat, seperti mengurangi porsi makan, menghindari makanan berlemak dan gorengan, serta berolahraga secara teratur. 

Kamu juga bisa berdiskusi dengan dokter Halodoc mengenai cara untuk mengendalikan berat badan. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. 

  • Batasi Makanan Berkarbohidrat

Diet rendah lemak, tinggi karbohidrat dapat meningkatkan kadar insulin. Jadi, tanyakanlah pada dokter tentang diet rendah karbohidrat yang dapat dilakukan untuk mencegah PCOS. Sebisa mungkin, pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, yang meningkatkan kadar gula darah kamu lebih lambat.

  • Tingkatkan Aktivitas Harian

Berolahraga dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Karena itu, untuk mencegah atau mengendalikan PCOS, meningkatkan aktivitas harian dan berolahraga secara teratur dapat mengatasi atau bahkan mencegah resistensi insulin. Hal ini juga dapat membantu kamu menjaga berat badan tetap terkendali dan terhindar dari diabetes.

Baca juga: 4 Jenis Olahraga yang Tepat untuk Pengidap Sindrom Polikistik Ovarium

Nah, itulah 3 faktor yang bisa meningkatkan risiko sindrom polikistik ovarium. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play, sebagai teman penolong untuk membantu kamu menjaga kesehatan sehari-hari.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Polycystic ovary syndrome (PCOS).
Womens Health. Diakses pada 2020. Polycystic ovary syndrome.