Faktor yang Dapat Tingkatkan Terjadinya Kanker Darah

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Faktor yang Dapat Tingkatkan Terjadinya Kanker Darah

Halodoc, Jakarta – Kanker darah dapat memengaruhi produksi dan fungsi sel darah pengidapnya. Jenis kanker ini dimulai pada sumsum tulang yang merupakan tempat diproduksinya sel darah. Dalam beberapa kasus kanker darah, proses produksi darah terganggu karena pertumbuhan jenis sel darah yang tidak normal. 

Berbagai jenis kanker darah, termasuk Leukemia, Limfoma, dan Myeloma. Seringnya, kanker darah terjadi secara genetik, tetapi bisa berkembang dan meningkatkan risiko komplikasi oleh karena beberapa faktor. Baca lebih lanjut informasi mengenai faktor yang dapat meningkatkan terjadinya kanker darah di sini!

Faktor Pemicu Kanker Darah

Faktor risiko paling umum terjadinya kanker adalah pertambahan usia, konsumsi tembakau, paparan sinar matahari, paparan radiasi, bahan kimia dan zat lain, beberapa virus dan bakteri, hormon tertentu, riwayat keluarga kanker, konsumsi alkohol, pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik, dan termasuk juga kelebihan berat badan.

Baca juga: Ini 6 Fakta tentang Kanker Darah

Beberapa penyebab kanker dapat dicegah, tetapi yang lain, seperti riwayat keluarga atau penuaan tidak bisa. Perlu untuk diketahui, kalau kamu dapat menurunkan risiko terkena kanker dengan cara menghindari faktor-faktor pemicu yang diuraikan tadi. 

Ini termasuk juga tidak melakukan hubungan seks tanpa kondom atau berbagi jarum, mendapatkan vaksin yang mencegah infeksi hepatitis B, menerapkan pola makan seimbang, rutin olahraga, dan pertahankan berat badan yang sehat.

Pertambahan Usia Meningkatkan Risiko Kanker

Usia lanjut adalah faktor risiko paling penting untuk kanker secara keseluruhan. usia rata-rata diagnosis kanker adalah 66 tahun. Menurut National Cancer Institute,  sebagian besar kanker didiagnosis pada orang-orang yang berusia 65 sampai 74 tahun. 

Dengan gambaran detailnya usia rata-rata saat diagnosis kanker payudara adalah 61 tahun, 68 tahun untuk kanker kolorektal, 70 tahun untuk kanker paru-paru, dan 66 tahun untuk kanker prostat.

Namun tidak bisa juga dipukul rata, bahwasanya pengidap kanker lebih sering ditemukan pada lansia. Ini karena uniknya, kanker tulang paling sering didiagnosis pada orang-orang berusia di bawah 20 tahun. Pun, 10 persen pengidap leukemia didiagnosis pada anak-anak dan remaja di bawah usia 20 tahun.

Gejala Kanker Darah

Kalau kamu butuh rekomendasi perawatan terbaik untuk penyakit kanker darah, bisa langsung tanyakan ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat

Kanker darah adalah jenis kanker yang keganasan dapat  memengaruhi darah, sumsum tulang, atau sistem limfatik. Beberapa gejala kanker darah yang umum termasuk:

Baca juga: Menyerang Tanpa Gejala, Ani Yudhoyono Mendadak Divonis Kanker Darah

  1. Badan terasa lemah dan lelah tanpa alasan.

  2. Sesak napas.

  3. Ketegangan tubuh minimal menyebabkan patah tulang.

  4. Memar yang berlebihan atau dapat dengan mudah terjadi.

  5. Gusi yang berdarah.

  6. Infeksi berulang yang diiringi demam.

  7. Berkeringat di malam hari.

  8. Penurunan berat badan.

  9. Sensasi muntah yang sering.

  10. Anoreksia.

  11. Pembesaran kelenjar getah bening (kelenjar).

  12. Benjolan atau distensi perut karena pembesaran organ perut.

  13. Nyeri perut, nyeri tulang dan nyeri punggung.

  14. Kebingungan.

  15. Pendarahan yang tidak normal pada hidung dan luka gusi, yang akan menyebabkan pengurangan trombosit.

  16. Sakit kepala bersama dengan kesulitan penglihatan.

  17. Terjadinya ruam halus di bintik-bintik gelap.

  18. Kesulitan saat berkemih.

Referensi:
Medicine Net. Diakses pada 2019. Cancer Risk Factors.
Max Healthcare. Diakses pada 2019. Blood Cancer Overview.
Hematology.org. Diakses pada 2019. American Society of Hematology.