Faktor yang Meningkatkan Risiko Terkena Lichen Planus

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Faktor yang Meningkatkan Risiko Terkena Lichen Planus

Halodoc, Jakarta - Kulit kemerahan atau ruam adalah sebuah gangguan yang dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Salah satunya dapat disebabkan oleh lichen planus. Gangguan ini dipicu oleh sistem kekebalan tubuh yang mengalami kelainan. Gangguan autoimunnya juga dapat terjadi bersamaan dengan ini.

Terdapat juga beberapa faktor risiko lichen planus yang dapat menyebabkannya. Penyakit lainnya juga dapat menyebabkan seseorang mengalami ruam pada kulit ini. Saat terjadi, perasaan tidak nyaman mungkin timbul, tetapi tidak menimbulkan hal yang serius. Berikut adalah beberapa faktor risiko lichen planus yang dapat terjadi!

Baca juga: 3 Pemeriksaan untuk Diagnosis Lichen Planus

Faktor yang Dapat Meningkatkan Risiko Lichen Planus

Lichen planus adalah suatu kondisi yang dapat menyebabkan pembengkakan dan iritasi pada kulit kamu. Gangguan ini juga dapat terjadi pada rambut, kuku, mulut, dan selaput lendir. Gangguan ini juga dapat menyebabkan benjolan yang rata dan rasa gatal selama beberapa minggu.

Lichen planus dapat terjadi pada mulut, vagina, serta area lain yang ditutupi oleh selaput lendir. Jika terjadi, hal tersebut dapat menyebabkan rasa sakit atau gatal-gatal yang signifikan. Gangguan ini terkadang juga dapat menyebabkan luka yang menyakitkan.

Semua orang berisiko mengalami lichen planus. Pria dan wanita memiliki risiko yang sama, walaupun umumnya terjadi pada seseorang yang berusia 45 tahun. Selain itu, wanita juga lebih berisiko terhadap lichen planus pada mulut. Berikut beberapa faktor lainnya yang dapat terjadi:

  • Beberapa faktor genetik yang mengalami antigen leukosit B7, HLA-DR1, dan HLA-DR10.

  • Mengalami infeksi hepatitis C.

  • Seseorang yang mendapatkan vaksin influenza.

  • Mengonsumsi beberapa obat-obatan, seperti obat darah tinggi, obat anti-malaria, obat lambung, dan obat antiinflamasi nonsteroid.

  • Terpapar logam merkuri atau bahan kimia lain.

Jika kamu mempunyai faktor risiko lichen planus ini, cobalah bertanya pada dokter mengenai cara mencegahnya terjadi. Kamu dapat mengetahui caranya dengan bertanya pada dokter dari Halodoc. Kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone-mu untuk memanfaatkan fitur yang ada.

Baca juga: 7 Penanganan Pertama untuk Redakan Gejala Lichen Planus

Hal yang Menjadi Penyebab Lichen Planus

Pada sebagian besar orang yang tersebut gangguan ini, penyebab pastinya belum jelas. Beberapa perkiraan menyebut apabila paparan infeksi, obat-obatan, alergen, atau cedera dapat menyebabkan sistem kekebalan menjadi peka. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel kulit sendiri.

Kelainan pada kulit ini dapat terjadi selama hitungan minggu hingga bulan. Selain itu, kekambuhan dapat berlanjut selama seumur hidup pengidapnya. Faktor genetika yang terjadi pada keluarga juga dapat menyebabkan kamu mengalami gangguan ini. Walau begitu, hal ini juga belum pasti menjadi penyebabnya.

Pengobatan Lichen Planus yang Dapat Dilakukan

Gangguan lichen planus dalam tahap ringan mungkin menimbulkan gejala yang ringan dan tidak membutuhkan pengobatan. Namun, jika seseorang membutuhkan perawatan, hal pertama yang akan diberikan oleh dokter umumnya adalah obat kortikosteroid topikal. Obat ini terdiri dalam banyak bentuk, seperti krim, salep, gel, dan lain-lain.

Apabila obat kortikosteroid topikal yang diberikan oleh dokter tidak efektif atau menyebabkan efek samping pada tubuh, maka dokter akan meresepkan obat lain. Obat topikal non-steroid tacrolimus atau pimecrolimus mungkin akan diberikan pada kamu untuk mengatasi gangguan kulit tersebut.

Lichen planus yang terjadi pada mulut yang menyebabkan lesi kulit gatal dan meluas umumnya akan diberikan obat kortikosteroid sistemik. Namun, gangguan tersebut dapat timbul kembali ketika pengobatan dihentikan. Alternatif lainnya adalah pemberian obat dengan dosis rendah secara terus-menerus dapat dilakukan.

Baca juga: Selain Kulit, Lichen Planus Bisa Serang 4 Anggota Tubuh Ini

Referensi:
Raredisease.org .Diakses pada 2019.Lichen Planus
Mayo Clinic.Diakses pada 2019.Lichen planus
Health Line.Diakses pada 2019.Lichen Planus