• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 7 Faktor yang Tingkatkan Risiko Alami Gangguan Kontrol Impuls

7 Faktor yang Tingkatkan Risiko Alami Gangguan Kontrol Impuls

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Sulit mengendalikan suatu perilaku agresif yang buruk? Bisa jadi itu tanda gangguan kontrol impuls. Jika diartikan secara medis, gangguan kontrol impuls adalah jenis gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan sulitnya mengendalikan impuls agresif atau antisosial. Disebut antisosial karena gangguan ini kerap memiliki efek berbahaya pada pengidap dan orang lain di sekitarnya. 

Orang yang mengidap gangguan kontrol impuls biasanya tidak mampu menahan dorongan tiba-tiba dan kuat dari dalam dirinya, untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan norma sosial. Mereka akan melakukan perilaku impulsif terus-menerus, tanpa pertimbangan konsekuensi, dan tak bisa dikendalikan. Beberapa bentuk gangguan ini adalah kleptomania dan pyromania. 

Baca juga: Deteksi Lebih Dini Gangguan Mental Skizofrenia

Penyebab dan Faktor yang Tingkatkan Risiko Gangguan Kontrol Impuls

Bicara soal penyebab, ada banyak hal yang dapat memicu munculnya gangguan kontrol impuls pada diri seseorang. Pada kebanyakan kasus, gangguan kontrol impuls terjadi akibat kombinasi dari berbagai faktor, dari dalam dan luar. Dalam hal ini adalah kerentanan neurologis yang mendasari, ditambah tekanan dan faktor dari lingkungan. 

Beberapa faktor yang dapat tingkatkan risiko gangguan kontrol impuls adalah:

  1. Laki-laki. Dibanding perempuan, laki-laki lebih rentan mengalami gangguan kontrol impuls. Hal ini diduga karena laki-laki lebih sulit mengekspresikan rasa stres, karena stigma bahwa laki-laki tidak boleh cengeng, atau hal lainnya.

  2. Faktor genetik. Memiliki keluarga dengan riwayat kondisi serupa.

  3. Penyalahgunaan obat dan alkohol.

  4. Pernah mengalami trauma, pelecehan, atau pengabaian di masa lalu, seperti masa kecil.

  5. Sering mengalami kekerasan atau perilaku agresif di masa kecil.

  6. Adanya ketidakseimbangan zat kimia tertentu di otak. Hal ini juga dapat berkontribusi terhadap gangguan kontrol impuls, pada beberapa individu.

  7. Mengidap masalah kesehatan mental lain, seperti depresi atau obsessive compulsive disorder (OCD).

Selain berbagai faktor tersebut, mungkin ada faktor lain yang juga dapat meningkatkan risiko gangguan kontrol impuls. Mengingat gangguan ini memang bisa disebabkan oleh kombinasi faktor-faktor yang kompleks. 

Baca juga: Lebaran dan Holiday Blues, Ini 4 Cara Menghadapinya

Waspadai Gejala Gangguan Kontrol Impuls

Gejala gangguan kontrol impuls dapat berupa gangguan perilaku, kognitif, sosial, dan emosional. Gejala tersebut bisa bervariasi pada tiap individu, dan terbagi menjadi beberapa jenis gangguan kontrol impuls, yaitu:

  • Kleptomania

Kleptomania adalah gangguan yang ditandai dengan keinginan impulsif dan tidak tertahankan untuk mencuri. Namun, bedanya dengan pencuri pada umumnya, pengidap kleptomania biasanya sering mencuri barang-barang yang tidak berharga, karena keinginan mencuri juga muncul secara acak. 

Gangguan kontrol impuls jenis ini juga memiliki subtipe yang lebih mirip dengan gangguan obsesif-kompulsif (OCD), dan yang lebih mirip dengan gangguan kecanduan dan suasana hati. Pengidap kleptomania juga biasanya memiliki masalah kejiwaan lainnya, seperti depresi. 

  • Pyromania

Pyromania terjadi ketika seseorang tidak mampu menahan keinginan untuk memulai kebakaran, tanpa memedulikan bahaya atau kerusakan yang dapat terjadi. Pengidap gangguan kontrol impuls jenis ini juga biasanya mengalami gangguan kepribadian antisosial.

Baca juga: Percaya Diri Berlebihan Ternyata Berbahaya, Ini Dampaknya

  • Gangguan Explosive Intermittent

Gangguan kontrol impuls jenis ini ditandai dengan perilaku agresif yang serius, seperti penyerangan dan perusakan barang. Kondisi ini umumnya dipicu oleh gangguan stres pasca trauma (PTSD).

Itulah beberapa jenis gangguan kontrol impuls dan gejala-gejalanya. Jika kamu atau orang terdekat ada yang mengalami gejala seperti itu, segera cari bantuan profesional seperti psikolog. Agar lebih mudah dan cepat, kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan psikolog lewat chat atau di rumah sakit dengan terlebih dahulu buat janjinya.

Referensi:
Psychology Today. Diakses pada 2020. Impulse Control Disorders.
Psych Central. Diakses pada 2020. What Are Impulse Control Disorders?
Very Well Mind. Diakses pada 2020. Impulsive Behavior and Impulse Control Disorders.