• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Faktor yang Tingkatkan Risiko Alami Kecanduan Obat

3 Faktor yang Tingkatkan Risiko Alami Kecanduan Obat

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Penyalahgunaan obat (substance abuse disorder) adalah kondisi saat seseorang menggunakan obat atau zat yang tidak legal, dan digunakan tidak sesuai dosis yang disarankan. Seseorang yang kecanduan obat dapat berhenti atau mengubah kebiasaannya, meski sangat sulit untuk lepas dari ketergantungannya.

Beberapa obat yang dapat mengalami kecanduan pada penggunanya adalah obat penghilang rasa nyeri, serta obat gangguan cemas. Jika dikonsumsi dalam dosis yang tinggi, maka dapat menyebabkan keracunan bagi penggunanya. Seseorang bisa dikatakan menyalahgunakan obat jika:

  • Mengonsumsi obat yang seharusnya diresepkan untuk orang lain.

  • Mengonsumsi obat melebihi dosis yang dianjurkan.

  • Mengonsumsi obat untuk alasan non-medis.

Baca juga: Alasan Narkotika Bisa Beri Efek Negatif pada Tubuh

Beberapa Faktor Risiko Kecanduan Obat

Obat-obatan merupakan jenis kecanduan yang paling umum selain alkohol dan ganja. Beberapa faktor yang berkontribusi membuat seseorang kecanduan adalah pelarian, tekanan, stres, serta lingkungan keluarga. Di antara itu semua, ada 3 faktor penting yang mempengaruhi orang untuk jadi pecandu obat-obatan. 3 faktor risiko kecanduan obat yang dimaksud adalah:

  • Alasan Psikologis

Kebanyakan orang menggunakan obat-obatan untuk bereksperimen atau bersenang-senang. Pada sebagian orang, mereka tidak bisa melepasnya dan berujung dengan menjadi pecandu. Seseorang akan sangat mudah menjadi pecandu obat jika sering menggunakan obat secara kompulsif dan memiliki masalah pada psikologisnya.

Saat menjadi pecandu obat-obatan, seseorang akan lebih sering berjuang dengan pengalaman emosional yang kuat, serta sulit menanganinya. Bentuk emosional yang paling umum adalah kemarahan, rasa bersalah, kesedihan, merasa hampa, serta kesepian. Pecandu menggunakan obat-obatan dengan alasan untuk mematikan emosi-emosi tersebut yang kerap kali muncul, serta untuk melarikan diri dari rasa sakitnya.

  • Trauma Sosial

Trauma sosial menjadi salah satu faktor risiko kecanduan obat dan menjadi salah satu faktor penting terhadap penggunaan obat secara kompulsif. Trauma sosial yang dimaksud bisa melibatkan dirinya sendiri, keluarga atau lingkungan sosialnya. Namun, trauma sosial yang umum terjadi biasanya disebabkan oleh pelecehan seksual, pengabaian emosional, lingkungan keluarga, atau kekerasan fisik.

  • Penyakit Mental

Mengidap penyakit mental tertentu menjadi salah satu faktor risiko kecanduan obat. Saat mengidap penyakit mental, seseorang lebih mudah terjerumus ke dalam kecanduan obat-obatan. Dalam hal ini, diperlukan psikoterapi guna meningkatkan motivasi yang dapat membantu perubahan diri.

Baca juga: Hindari Paracetamol sebagai Obat Tidur, Ini Dampaknya untuk Kesehatan

Saat kamu menyalahgunakan zat tertentu dan ingin berhenti, silahkan diskusikan dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc untuk mengetahui langkah selanjutnya yang dapat kamu ambil. Kamu juga perlu menemui dokter jika telah mencoba menghentikan kecanduan obat, tapi mengalami gejala lepas obat, seperti:

  • Sakit perut.

  • Mual dan muntah.

  • Hilang kesadaran.

  • Masalah pernapasan.

  • Masalah tekanan darah.

  • Nyeri dada.

  • Pupil mata membesar.

  • Tremor.

  • Kejang.

  • Halusinasi.

  • Diare.

  • Berkeringat atau kedinginan.

Kecanduan obat merupakan hal serius yang tidak dengan mudah diobati. Untuk mengatasinya, dokter perlu mengenali masalah dari awal apa yang menjadi penyebab seseorang mengalami hal ini, sehingga dokter bisa menentukan obat-obatan yang disalahgunakan dianjurkan dihentikan secara perlahan atau dapat dihentikan langsung. Dalam menjalankan pengobatannya, pengidap akan membutuhkan dukungan fisik dan emosional dari orang terdekat.

Baca juga: Perlunya Cek Ketergantungan Obat pada Pengguna Narkoba

Pada kasus tertentu, dokter akan melakukan penggantian obat yang mekanisme kerjanya sama dengan obat yang selama ini disalahgunakan guna menghindari munculnya efek lepas obat yang telah disebutkan. Selain dukungan orang terdekat, pada pengidap kondisi ini bisa bergabung dalam komunitas sosial untuk mendapatkan dukungan dari orang-orang yang memiliki kondisi yang sama.

Karena bahaya kecanduan obat, edukasi tentang penyalahgunaan obat sangat penting dilakukan. Orangtua memiliki peran yang penting untuk memberikan edukasi pada anak-anak sedari dini tentang apa saja akibat penyalahgunaan obat untuk mencegah kecanduan akan obat dan zat-zat terlarang di kemudian hari.

Referensi:
Medline Plus. Diakses pada 2020. Substance use disorder.
WebMD. Diakses pada 2020. What Is Substance Abuse?
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Drug addiction (substance use disorder).