• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Faktor yang Tingkatkan Risiko Alami Stroke di Usia Muda

Faktor yang Tingkatkan Risiko Alami Stroke di Usia Muda

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Stroke sering dianggap sebagai ‘penyakit orangtua’. Kebanyakan orang yang mengidap penyakit tersebut adalah orang yang berusia 50 tahun ke atas. Kenyataannya, stroke bisa menyerang siapa saja dari segala usia, termasuk orang berusia muda. 

Temuan penelitian yang diterbitkan pada tahun 2016 di Journal of American Heart Association menunjukkan adanya peningkatan kasus stroke pada kelompok usia yang lebih muda. Penyebab stroke yang dialami oleh orang muda diketahui berbeda dengan yang dialami oleh orang tua. Dengan mengetahui faktor-faktor yang meningkatkan stroke di usia muda, kamu bisa melakukan upaya pencegahan yang tepat.

Faktor Risiko Stroke di Usia Muda

Penelitian menunjukkan, 10 persen dari semua kasus stroke iskemik (jenis stroke yang paling umum) kini terjadi pada orang dewasa yang berusia di bawah 50 tahun. Peneliti Amerika Serikat mengaitkan peningkatan signifikan stroke di antara orang dewasa yang lebih muda ini dengan banyak faktor risiko gaya hidup yang sama yang ditemukan pada pengidap yang lebih tua.

Faktor terkait gaya hidup yang bisa meningkatkan risiko stroke di usia muda, antara lain:

  • Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah faktor risiko stroke yang paling signifikan. Tekanan darah 140/90 atau lebih tinggi bisa merusak pembuluh darah (arteri) yang mensuplai darah ke otak. Jadi, bicarakan pada dokter mengenai pengobatan yang bisa dilakukan bila kamu memiliki tekanan darah tinggi.

Baca juga: Hati-Hati, Kopi dan Hipertensi Jadi Penyebab Stroke di Usia 30-an

  • Obesitas

Faktor lain yang bisa meningkatkan risiko stroke pada orang di bawah usia 45 tahun adalah obesitas. Berat badan berlebih bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, kolesterol dan diabetes, yang semuanya itu adalah faktor risiko stroke pada usia berapa pun. Jadi, usahakan untuk menjaga berat badan ideal dengan menerapkan pola makan yang sehat dan aktif bergerak, serta berolahraga secara rutin.

  • Kadar Kolesterol Tinggi

Kadar kolesterol yang tinggi dalam darah bisa menumpuk dan menyebabkan pembekuan darah yang bisa berujung pada stroke. Batasilah konsumsi makanan yang bisa menyebabkan kolesterol tinggi, seperti makanan siap saji dan fast food yang memiliki kandungan natrium yang tinggi.

  • Diabetes

Diabetes juga menjadi salah satu faktor yang bisa meningkatkan risiko stroke pada orang dewasa muda. Kondisi kesehatan tersebut meningkatkan kemungkinan terjadinya stroke dengan cara merusak pembuluh darah.

  • Merokok

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada Mei 2018 di jurnal Stroke menemukan hubungan yang kuat antara jumlah rokok yang diisap pria di bawah 50 tahun dengan risiko stroke iskemik. Menurut para peneliti, meskipun berhenti merokok adalah gol yang harus dicapai, mengurangi rokok bisa menjadi cara efektif untuk menurunkan risiko stroke pada pria di bawah usia 50 tahun.

Baca juga: Suka Lembur Tingkatkan Risiko Stroke, Benarkah?

Selain faktor risiko terkait gaya hidup di atas, Dr Ruby Parveen, ahli saraf di Houston Methodist juga mengungkapkan bahwa orang yang lebih muda mungkin memiliki kondisi medis tertentu yang juga bisa menjadi faktor risiko stroke, seperti cacat jantung bawaan atau struktural, atau cedera pada arteri di leher yang bahkan mungkin disebabkan oleh trauma kecil.

Orang muda dengan cacat atau kondisi pembekuan darah, seperti penyakit sel sabit juga rentan terhadap stroke. Risikonya semakin meningkat bila mereka memiliki kelainan perkembangan pembuluh darah otak. 

Faktor lain yang bisa meningkatkan risiko stroke di usia muda adalah penggunaan obat-obatan terlarang, termasuk penyalahgunaan zat seperti kokain dan metamfetamin.

Itulah faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko stroke di usia muda. Jadi, meskipun kamu masih muda, sebaiknya tetap waspada terhadap penyakit yang berbahaya ini. Lakukan gaya hidup sehat setiap hari dan kendalikan kondisi medis yang kamu miliki yang bisa meningkatkan risiko stroke

Baca juga: Begini Pencegahan Stroke yang Bisa Terjadi di Usia Muda

Untuk membeli obat-obatan yang kamu butuhkan untuk mengelola kondisi, seperti kolesterol tinggi atau tekanan darah tinggi, gunakan saja aplikasi Halodoc. Tidak perlu repot-repot keluar rumah, tinggal order lewat aplikasi dan pesananmu akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya sekarang juga.

Referensi:
Houston Methodist. Diakses pada 2021. Stroke Risk in Young Adults Is Higher Than You Might Expect.
John Hopkins Medicine. Diakses pada 2021. Risk Factors for Stroke.
Everyday Health. Diakses pada 2021. How Old Do You Have to Be to Have a Stroke? Younger Than You Think.