• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Faktor yang Tingkatkan Risiko Hipokalemia

Faktor yang Tingkatkan Risiko Hipokalemia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Kalau kamu mengidap hipokalemia, artinya kamu memiliki kadar kalium yang rendah dalam darah. Kalium sendiri merupakan jenis mineral yang dibutuhkan tubuh agar bisa bekerja secara optimal, termasuk membantu otot untuk bergerak, sel untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan, dan saraf untuk mengirimkan sinyal-sinyal ke seluruh tubuh. Pun, kalium membantu menjaga tekanan darah agar tidak terlalu tinggi. 

Biasanya, tingkat kalium dalam darah berada pada kisaran 3,6 hingga 5,2 milimol per liter (mmol/L). Tingkat kalium yang sangat rendah, bahkan kurang dari 2,5 mmol/L akan sangat membahayakan dan membutuhkan penanganan medis segera.

Faktor Risiko Hipokalemia

Tubuh bisa kehilangan terlalu banyak kalium melalui urine, keringat, atau bahkan buang air besar. Jika asupan kalium tidak memadai diikuti oleh rendahnya kadar magnesium, hipokalemia dapat terjadi. Pun, sebagian besar masalah hipokalemia adalah gejala atau dampak dari kondisi maupun pengobatan penyakit lainnya. 

Baca juga: Konsumsi Pisang Bisa Cegah Hipokalemia, Benarkah?

Lalu, apa saja faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami hipokalemia? Ternyata, risiko terjadinya hipokalemia akan meningkat jika kamu mengonsumsi obat diuretik yang sifatnya menghilangkan kalium, mengidap penyakit berkepanjangan yang membuatmu muntah atau diare, atau beberapa kondisi medis tertentu, seperti Sindrom Bartter, Sindrom Cushing, Sindrom Liddle, hingga diabetik ketoasidosis.

Orang-orang dengan riwayat atau sedang mengidap penyakit jantung memiliki risiko komplikasi hipokalemia yang lebih tinggi. Bahkan, hipokalemia ringan pun dapat membuat irama jantung menjadi tidak normal. Inilah mengapa, sangat penting untuk mempertahankan kadar kalium dalam darah minimal sebesar 4 mmol/L apabila kamu memiliki kondisi medis, seperti gagal jantung kongestif, aritmia, atau riwayat serangan jantung. 

Baca juga: Ini Efeknya Jika Tubuh Anak Kekurangan Kalium

Mengenali Gejala Hipokalemia

Hipokalemia ringan biasanya tidak menunjukkan adanya tanda serius. Namun, fakta menunjukkan bahwa gejala umumnya tidak akan muncul sampai kadar kalium dalam darah berada pada kisaran yang sangat rendah. Gejala yang muncul, seperti lelah, lemah, mengalami sembelit, kram otot, dan palpitasi. 

Kadar kalium di bawah 3,6 mmol/L sudah dianggap rendah, dan ketika kadarnya mencapai kurang dari 2,5 mmol/L, akan terjadi kelumpuhan, gagal napas, kerusakan jaringan otot, hingga ileus. Dalam kasus yang lebih berat, ritme abnormal sangat mungkin terjadi. Biasanya, kondisi tersebut muncul pada orang yang memiliki kondisi irama jantung yang tidak teratur, seperti fibrilasi atrium atau ventrikel, takikardia, bradikardia, hingga detak jantung prematur.

Segera lakukan pemeriksaan kesehatan apabila kamu mengalami salah satu gejala hipokalemia di atas. Jangan ragu untuk menggunakan aplikasi Halodoc, karena kamu bisa kapan saja bertanya pada dokter seputar masalah kesehatan. Membuat janji di rumah sakit pun kini lebih mudah dengan Halodoc

Baca juga: Pengaruh Kekurangan Kalium pada Metabolisme Tubuh

Penanganan Hipokalemia

Penanganan hipokalemia dilakukan dengan mengetahui apa yang menyebabkan masalah kesehatan ini terjadi. Setelahnya, dokter akan mulai mengembalikan kadar kalium dalam darah dengan memberikan suplemen kalium. Sayangnya, peningkatan kadar kalium yang terlalu cepat akan membuat irama jantung tidak normal. Jika kadar kalium dalam darah sudah sangat rendah, mungkin dibutuhkan pengobatan dalam bentuk infus agar asupan kalium lebih terkendali. 

Selama penanganan di rumah sakit, kondisi kesehatan akan terus dipantau, terlebih kadar kalium agar tidak terlalu tinggi dan justru mengakibatkan terjadinya hiperkalemia. Pasalnya, tingginya kadar kalium juga bisa memicu terjadinya komplikasi serius. Jadi, pastikan kamu selalu menjaga kesehatan dengan membiasakan pola makan dan pola hidup yang sehat setiap saat, ya!

Sumber: 
Healthline. Diakses pada 2020. Hypokalemia.
WebMD. Diakses pada 2020. What is Hypokalemia?
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Low Potassium (Hypokalemia).