• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Filariasis Bisa Sebabkan Hidrokel, Ini Penjelasannya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Filariasis Bisa Sebabkan Hidrokel, Ini Penjelasannya

Filariasis Bisa Sebabkan Hidrokel, Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 18 November 2020
Filariasis Bisa Sebabkan Hidrokel, Ini Penjelasannya

Halodoc, Jakarta - Penyakit yang ditularkan nyamuk sebenarnya bukan hanya berkaitan dengan demam berdarah, malaria, demam kuning, atau chikungunya saja. Apa kamu pernah mendengar penyakit bernama filariasis? Kalau belum, bagaimana dengan kaki gajah?

Filariasis atau kaki gajah umumnya dikelompokkan berdasarkan lokasi habitat cacing dewasa dalam tubuh manusia. Jenisnya meliputi filariasis kulit, limfatik, dan rongga tubuh. Namun, filariasis limfatik adalah jenis yang cukup banyak dialami orang-orang.

Di Indonesia, jenis yang satu ini lebih sering disebut dengan sebutan kaki gajah. Setidaknya, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sekitar 120 juta orang di dunia mengidap kaki gajah pada tahun 2000. 

Hati-hati, filariasis yang dibiarkan tanpa penanganan bisa menimbulkan dampak serius. Lantas, apa saja komplikasi filariasis yang perlu diwaspadai? Selain itu, seperti apa gejala filariasis yang umumnya dialami pengidapnya? 

Baca juga: Kenali Cara Penyebaran Filariasis

Komplikasi Filariasis, Cacat Hingga Hidrokel

Kaki gajah yang dibiarkan tanpa penanganan bisa memicu sederet masalah lainnya. Nah, berikut komplikasi yang bisa disebabkan oleh filariasis, yaitu:

  1. Cacat atau disabilitas. Komplikasi yang paling umum dari kaki gajah adalah ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas seperti biasanya karena pembengkakan yang ekstrem. Contohnya, rasa sakit dan bengkak ini akan membuat pengidapnya sulit melakukan pekerjaan sehari-hari.
  2. Infeksi Sekunder. Infeksi sekunder seperti infeksi jamur dan bakteri juga sering dialami pengidap kaki gajah karena kerusakan pada sistem getah bening.

Selain dua hal di atas, komplikasi filariasis juga bisa menyebabkan hidrokel pada pria. Hidrokel adalah penumpukkan cairan di sekeliling testis. Nah, menumpuknya cairan ini yang menyebabkan pembengkakan dan menimbulkan rasa nyeri pada kantung buah zakar (skrotum).

Kondisi ini terjadi jika infeksi kaki gajah tidak hanya menyebabkan pembengkakan pada tungkai saja, tapi juga pembengkakan pada skrotum (hidrokel). Dengan kata lain, hidrokel filaria(filarial hydrocele) merupakan manifestasi kronis dari filariasis. 

Komplikasinya sudah, bagaimana dengan gejala filariasis?

Baca juga: Hati-Hati Hidrokel, Ini 3 Cara untuk Diagnosisnya

Bukan Cuma Pembengkakan

Penyebab filariasis merupakan parasit Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, dan Brugia timori. Namun, Wuchereria bancrofti merupakan parasit yang paling sering menyerang manusia. Sekitar 9 dari 10 pengidap kaki gajah disebabkan oleh parasit ini. 

Nah, parasit filaria ini bisa masuk ke tubuh melalui gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi. Nantinya parasit ini akan tumbuh dewasa dan berbentuk cacing. Hati-hati, cacing ini bisa bertahan hidup selama 6-8 tahun, dan terus berkembang biak dalam jaringan limfa manusia. Tuh, seram kan? 

Lalu bagaimana dengan gejala filariasis? Di tahap awal, penyakit kaki gajah hampir tidak menimbulkan gejala. Infeksinya lebih sering menyerang kaki, tapi ada kalanya juga menyerang bagian lainnya. Misalnya lengan, dada, dan alat kelamin. Gejala filariasis ini dapat muncul dalam beberapa tahun hingga akhirnya disadari. 

Ketika tubuh terinfeksi, bagian yang terserang akan membengkak dan kehilangan fungsi secara bertahap. Hal ini dikarenakan infeksi pada sistem limfatik. Tak cuma pembengkakan saja, gejala filariasis lainnya bias berupa masalah pada kulit. Kulit area yang terdampak akan menebal, kering, pecah-pecah, menjadi gelap, bahkan terkadang muncul luka. 

Baca juga: Ini Penyebab Filariasis yang Perlu Dihindari

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Referensi:
CDC. Diakses pada 2020. What is lymphatic filariasis?
WHO . Diakses pada 2020. Lymphatic filariasis - Key Facts
Healthline. Diakses pada 2020. What Is Elephantiasis?
Patient. Diakses pada 2020. Lymphatic Filariasis