• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Film Star Wars Bisa Picu Kejang, Ini Penjelasan Medisnya

Film Star Wars Bisa Picu Kejang, Ini Penjelasan Medisnya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Film Star Wars: The Rise of Skywalker sebentar lagi akan tayang di bioskop Indonesia. Para penggemar Star Wars tentu sudah tidak sabar menanti sekuel ketiga dari film Star Wars ini. Namun, ada hal yang perlu kamu perhatikan dulu nih sebelum menonton film tersebut. Disney sudah memberi surat pemberitahuan bagi pemilik bioskop dan peringatan bagi calon penonton bahwa efek kilatan cahaya di film garapan JJ Abram ini dapat mengganggu pengidap epilepsi fotosensitif. Kok bisa? Dan apa itu epilepsi fotosensitif? Yuk, simak penjelasannya lebih lanjut di bawah ini.

Dalam penggalan surat pemberitahuan Disney seperti yang dilansir dari The Hollywood Reporter, dikatakan bahwa Star Wars: The Rise of Skywalker berisi gambar dan kilatan cahaya yang dapat memberi dampak pada pengidap epilepsi fotosensitif atau orang yang memiliki sensitivitas fotosensitif lainnya. Disney juga sudah bekerja sama dengan Yayasan Epilepsi untuk menyosialisasikan peringatan tersebut.

Paparan cahaya yang ditampilkan dalam film tersebut dikatakan dapat memicu kejang-kejang pada pengidap epilepsi fotosensitif. Selain itu, kilatan cahayanya juga dapat menyebabkan migrain pada mereka yang peka terhadap cahaya.

Sebelumnya, pada tahun 2018, Disney pernah dikritik di media sosial akibat strobo dan lampu berkedip di film The Incredibles 2 yang dikhawatirkan dapat berbahaya bagi pengidap epilepsi fotosensitif. Belajar dari pengalaman tersebut, Disney bersikap proaktif dengan memberikan peringatan dan informasi pada pihak bioskop dan penonton sebelum film dirilis. 

Baca juga: Mata Sensitif Terhadap Cahaya, Waspada Gejala Iridosiklitis

Apa Itu Epilepsi Fotosensitif?

Epilepsi fotosensitif adalah kondisi kejang yang dipicu oleh lampu berkedip atau pola cahaya dan gelap yang kontras. Jenis epilepsi ini memang jarang ditemukan, tetapi pengidap mungkin bisa mengenali kondisi tersebut melalui pemeriksaan EEG. Namun, perlu diingat, sensitif terhadap cahaya tidak selalu berarti kamu mengidap epilepsi fotosensitif. Efek kilat atau cahaya berpola dapat membuat orang dengan atau tanpa epilepsi mengalami disorientasi, tidak nyaman, dan juga tidak sehat.

Untungnya, obat anti-epilepsi dapat mengurangi risiko kejang. Namun, orang-orang dengan epilepsi fotosensitif dianjurkan untuk menghindari paparan yang dapat memicu kejang.

Penyebab Epilepsi Fotosensitif

Epilepsi sendiri merupakan gangguan otak yang dapat menyebabkan kejang berulang (lebih dari dua kali). Kejang disebabkan oleh adanya aktivitas listrik abnormal di dalam otak. Penyebab epilepsi, antara lain adanya ketidakteraturan pada saraf-saraf otak, ketidakseimbangan neurotransmitter (pembawa pesan kimiawi di otak), atau kombinasi dari kedua faktor tersebut. Pada epilepsi fotosensitif, faktor genetik juga berperan.

Anak-anak dan remaja berusia 7–19 tahun adalah kelompok yang rentan mengidap epilepsi fotosensitif. Dibanding anak laki-laki, anak perempuan lebih berisiko terkena kondisi tersebut. Meski demikian, anak laki-laki cenderung mengalami lebih banyak kejang bila mengidap jenis epilepsi ini. Hal itu mungkin karena anak laki-laki menghabiskan lebih banyak waktu bermain video games yang merupakan salah satu pemicu kejang.

Baca juga: Kecanduan Game Bisa Timbulkan Kejang pada Anak

Pemicu Kejang pada Pengidap Epilepsi Fotosensitif

Pemicu kejang pada tiap pengidap epilepsi fotosensitif berbeda-beda. Namun, beberapa pemicu kejang yang paling umum adalah:

  • Lampu kilat.

  • Pola yang cerah dan kontras, seperti palang putih dengan latar belakang hitam.

  • Cahaya putih yang berkedip di dalam gelap.

  • Berada terlalu dekat dengan layar TV atau bioskop.

  • Warna-warna tertentu, seperti merah dan biru.

Sedangkan beberapa hal, situasi atau acara yang dapat memicu kejang pada orang dengan epilepsi fotosensitif adalah:

  • Klub malam dan lampu bioskop, termasuk lampu strobo.

  • Layar TV dan monitor komputer.

  • Lampu mobil polisi, ambulans, atau mobil pemadam kebakaran yang menyala.

  • Efek visual dalam film, acara TV, dan video games.

  • Sinar matahari yang menembus kerai.

  • Kamera dengan flash atau banyak kamera yang berkedip pada saat bersamaan.

  • Kembang api

Jadi, bagi pengidap epilepsi fotosensitif, disarankan untuk sebisa mungkin menghindari faktor-faktor pemicu kejang di atas demi kesehatan dan keselamatannya.

Baca juga: Stres Bisa Memicu Kejang Epilepsi

Itulah penjelasan medisnya tentang mengapa menonton film Star Wars dapat memicu kejang. Bila kamu ingin tahu lebih lanjut mengenai kondisi epilepsi fotosensitif, coba tanyakan saja pada ahlinya dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui fitur Chat with A Doctor dan berbicara melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Hollywood Reporter. Diakses pada 2019. 'Star Wars': Disney Warns Theaters of Flashing Light Sequences, Seizure Con cerns for 'Rise of Skywalker'.
Epilepsy Society. Diakses pada 2019. Photosensitive Epilepsy.
WebMD. Diakses pada 2019. Photosensitive Epilepsy.