• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Flek Darah Usai Berhubungan Intim saat Hamil, Berbahayakah?

Flek Darah Usai Berhubungan Intim saat Hamil, Berbahayakah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Flek Darah Usai Berhubungan Intim saat Hamil, Berbahayakah?

Halodoc, Jakarta - Tidak sedikit pasangan yang takut untuk berhubungan intim saat hamil karena dapat menyebabkan dampak buruk. Sebenarnya, melakukan hubungan badan saat sedang mengandung memberikan banyak manfaat pada calon ibu dan juga janin. Meski begitu, beberapa wanita akan mengalami timbulnya flek darah setelah melakukan hubungan intim. Hal yang menjadi pertanyaan adalah apakah kejadian tersebut dapat menimbulkan bahaya? Berikut ulasannya!

Keluarnya Flek Darah Selepas Berhubungan Intim saat Hamil

Perdarahan setelah melakukan hubungan intim saat hamil dapat membuat seseorang panik, meskipun tidak berarti ada sesuatu yang salah atau harus berhenti melakukan aktivitas seksual hingga bayi lahir. Perdarahan vagina saat hamil dapat terjadi dengan kemungkinan 15 hingga 25 persen pada ibu hamil. Hal ini umumnya terjadi pada trimester pertama, tetapi aliran darahnya dapat muncul kapan pun selama masa kehamilan.

Baca juga: Seberapa Sering Ibu Hamil Boleh Berhubungan Intim?

Meski terlihat menakutkan, tetapi perdarahan yang terjadi pada ibu hamil bisa menjadi salah satu hal yang normal. Disebutkan jika separuh dari wanita yang mengalami perdarahan cukup banyak, setelah mendapat pemeriksaan, ternyata kehamilannya tetap sehat. Meski begitu, ada beberapa gangguan berbahaya yang menyebabkan flek darah keluar. Maka dari itu, pemeriksaan dokter sangat penting untuk dilakukan.

Lalu, apa alasan timbulnya flek darah setelah berhubungan intim saat hamil?

Perdarahan ringan hingga sedang setelah melakukan hubungan badan biasanya disebabkan oleh peningkatan normal pada vaskularisasi serviks selama kehamilan. Perdarahan pada vagina, terutama di awal trimester pertama dapat menjadi tanda sel telur yang telah dibuahi menempel (implantasi), hingga akibat perubahan alami pada serviks. Maka dari itu, jangan terlalu panik jika darah yang keluar hanya sedikit dan terjadi cuma sebentar.

Baca juga: 5 Aturan Berhubungan Intim yang Aman Saat Hamil

Saat ibu melihat bercak atau aliran darah yang sangat sedikit, jangan menggunakan tampon melainkan pembalut. Jika pendarahan berlebihan atau tidak berhenti mengalir dalam beberapa waktu yang disertai dengan kram sedang hingga parah, demam, tekanan pada punggung dan panggul, hingga kontraksi, ada baiknya untuk menemui dokter untuk memastikan masalah yang terjadi. Bisa jadi itu pertanda terjadinya keguguran atau kehamilan ektopik.

Lalu, jika ibu masih memiliki pertanyaan terkait flek darah yang keluar ketika melakukan hubungan intim saat hamil, dokter dari Halodoc dapat membantu untuk mendiagnosisnya. Caranya mudah, cukup dengan download aplikasi Halodoc, ibu bisa mendapatkan segala kemudahan terkait akses kesehatan tanpa perlu ke luar rumah!

Nah, jadi kapan waktu yang tepat untuk menemui dokter terkait perdarahan yang terjadi setelah berhubungan intim saat hamil?

Bercak merah atau coklat hingga bercampur dengan lendir adalah hal yang normal terjadi, terutama di awal kehamilan. Namun, perdarahan yang terjadi setelah berhubungan intim dapat menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan. Maka dari itu, pastikan untuk berdiskusi dengan dokter kandungan saat hal tersebut terjadi, guna memastikan jika aktivitas seksual yang dilakukan tidak membahayakan janin. Terlebih jika perdarahan yang terjadi terbilang berat.

Selain itu, ibu juga harus tahu cara mencegah masalah ini untuk terjadi selama melakukan hubungan intim saat hamil. Memang, setiap ibu hamil dapat mencegah terjadinya perdarahan saat hamil setelah melakukan seks dengan menghindari kegiatan tersebut. Meski begitu, sebenarnya hal tersebut tidak akan memengaruhi penyebab utama dari timbulnya perdarahan.

Baca juga: Manfaat Melakukan Hubungan Intim saat Hamil

Selama dokter tidak mengatakan jika hubungan seksual dapat membahayakan ibu dan janin, cobalah untuk tetap melakukannya secara rutin. Seks secara teratur adalah salah satu cara sehat yang dapat dilakukan suatu pasangan saat sedang hamil untuk mengurangi stres, tetap merasa terhubung dan menjaga tingkat romantisme sambil menunggu kelahiran bayi.

Referensi:
What to Expect. Diakses pada 2020. Bleeding After Sex During Pregnancy.
Healthline. DIakses pada 2020. Is Bleeding After Sex While Pregnant Cause for Concern?