• Home
  • /
  • Frekuensi Ideal Mengganti Celana Dalam

Frekuensi Ideal Mengganti Celana Dalam

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Frekuensi Ideal Mengganti Celana Dalam

Halodoc, Jakarta – Menurut survei yang dilakukan oleh produsen celana dalam Tommy John, disebutkan kalau 45 persen orang mengenakan celana dalam yang sama dua hari atau lebih. Frekuensi ideal mengganti celana dalam adalah sekali sehari yang tergantung seberapa aktif kamu berkegiatan.

Jika kamu gampang berkeringat, justru malah setiap kali merasa sudah lembap ada baiknya mengganti celana dalammu. Celana dalam yang terlalu lama dipakai dapat memicu pertumbuhan bakteri yang tidak baik dan iritasi. Untuk menjaga kesehatan, tidak hanya menggantinya perhari, kamu juga disarankan untuk mengganti koleksi celana dalammu 6 bulan -1 tahun sekali.

Celana Dalam dan Kesehatan

Setiap orang memiliki mikroorganisme alami di tubuhnya yang disebut flora mikroba. Mikroorganisme inilah yang menyebabkan pakaian berbau tidak enak setelah memakainya dalam waktu lama.

Sama halnya dengan pakaian, celana dalam yang tidak lama diganti dapat memicu penumpukan bakteri. Jumlah akumulasi pertumbuhan tergantung pada aktivitas yang dilakukan personalnya. Berkeringat banyak di hari yang panas atau saat berolahraga akan meningkatkan populasi bakteri.

Selain pertimbangan yang sudah dijelaskan tadi di atas, kamu juga disarankan untuk tidak menggunakan celana dalam yang sudah usang ataupun yang sudah bertahun-tahun dipakai. Menurut Philip Tierno, profesor mikrobiologi dan patologi di New York University, mencuci pakaian dalam tidak selalu benar-benar membersihkannya. 

Baca juga: Celana Dalam Ketat Bikin Selulit, Benarkah?

Ada banyak bakteri yang tertinggal di pakaian termasuk celana dalam dan ini bisa jadi berbahaya untuk area intimmu.  Jika kamu sudah tidak ingat lagi kapan pertama kali membeli celana dalam, bentuknya sudah, karet kendor, dan warnanya sudah tidak jelas lagi, ini adalah pertanda saatnya membeli stok baru.

Membeli celana dalam baru secara rutin tidak hanya sebagai upaya menerapkan pola hidup sehat melainkan juga mendukung sistem emosional dengan meningkatkan rasa percaya diri dan kenyamanan. 

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh The British Psychology Society, disebutkan kalau mengenakan pakaian dalam tertentu dapat membangkitkan citra diri yang positif dan membuat seseorang percaya diri. Ini terutama terjadi pada perempuan. 

Tips Mencuci Celana Dalam

Kalau selama ini kamu melihat ada orang atau kenalan yang ketika mencuci pakaian memisahkan antara pakaian biasa dengan pakaian dalam dan menganggapnya lebay, sebenarnya justru tindakan ini disarankan.

Pakaian dalam memang semestinya dicuci sendiri, supaya tidak ada perpindahan bakteri. Bagaimana mencuci celana dalam yang direkomendasikan?

  1. Pisahkan pakaian dalam dengan pakaian yang lain.
  2. Keringkan pakaian dalam dengan panas rendah selama 30 menit setelah dicuci. Ini akan meminimalkan jumlah bakteri yang terkumpul di pakaian dalam setelah dicuci. 
  3. Kamu juga dapat menyetrika pakaian dalam untuk mematikan bakteri. 
  4. Jangan mencampur pakaian dalam dengan pakaian dalam anggota keluarga lain yang sedang sakit. Ini sangat penting untuk menghindari infeksi bakteri. 

Baca juga: Benarkah Kulit Kering Lebih Mudah Terkena Infeksi?

Karena dipakai di bagian tubuh yang intim, makanya perawatan untuk pakaian dalam juga butuh waktu ekstra dibanding lainnya. Pemilihan bahan celana dalam juga perlu dipertimbangkan. Bahan-bahan tertentu memang terlihat menarik tapi justru dapat mengiritasi kulit.

Jika kamu butuh saran dan informasi mengenai kesehatan reproduksi bisa ditanyakan lewat aplikasi Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu.  Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Referensi:
Today.com. Diakses pada 2020. The secret is out: Lots of people don't change their underwear every day.
The British Psychological Society. Diakses pada 2020. The Psychology of Underwear.
Metro co.uk. Diakses pada 2020. A lot of people aren’t changing their underwear every day.