• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Fungsi Suntikan Obat Penenang untuk Pasien ODGJ
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Fungsi Suntikan Obat Penenang untuk Pasien ODGJ

Fungsi Suntikan Obat Penenang untuk Pasien ODGJ

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 08 Februari 2022

“Obat penenang dapat membuat pasien ODGJ merasa lebih rileks atau tenang. Obat ini biasanya diberikan juga untuk mengatasi masalah atau kondisi medis tertentu, seperti gangguan tidur dan kecemasan.”

Fungsi Suntikan Obat Penenang untuk Pasien ODGJ

Halodoc, Jakarta – Gangguan jiwa merupakan kondisi yang masih membawa banyak stigma walaupun pada dasarnya gangguan kejiwaan seperti penyakit lainnya dapat ditangani, salah satunya dengan menggunakan obat-obatan. Penggunaan obat-obatan  dalam bidang kesehatan jiwa sangat luas dan ada baiknya untuk kita pelajari bersama berbagai golongan obat dan penggunaannya.

Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) sampai ini masih identik dengan “gila”. Namun, tidak semua ODGJ seperti itu. Gejala gangguan ini biasanya terlewatkan oleh orang awam, sehingga mereka tidak sadar bila seseorang mengalami gangguan jiwa. Menurut laporan Kementerian Kesehatan yang tercatat di Riskesdas tahun 2014 lalu, ada sekitar 14 juta orang Indonesia yang memiliki gangguan jiwa ringan, seperti gangguan kecemasan atau depresi, dan 400.000 orang yang memiliki gangguan jiwa berat, seperti skizofrenia dan psikosis.

Penanganan gangguan kejiwaan menggunakan obat-obatan cukup umum, walaupun bukan merupakan satu-satunya cara penanganan yang dapat dilakukan. Penggunaan obat bersama dengan psikoterapi pun sering dijumpai. Secara umum, obat-obatan yang digunakan dalam bidang kesehatan jiwa digolongkan sesuai peruntukannya, yaitu sesuai dengan gangguan kejiwaan yang hendak ditangani.

Gejala yang muncul pada ODGJ dan intensitas keparahannya pun bisa sangat bervariasi antara satu orang dan lainnya. Dengan demikian, obat yang diresepkan oleh dokter akan disesuaikan dengan gangguan spesifik yang dialami masing-masing   pasien.

Beberapa jenis obat gangguan jiwa yang paling sering diresepkan dokter untuk menangani gejalanya, meliputi:

  • Antidepresan, untuk mengobati depresi ringan hingga berat, kegelisahan, dan kadang untuk kondisi lainnya. 
  • Obat antikecemasan,  yang digunakan untuk mengatasi berbagai jenis gangguan kecemasan atau gangguan panik (termasuk mencegah serangannya). Obat ini juga dapat mengendalikan insomnia dan agitasi yang menjadi gejala gangguan. 
  • Obat penstabil mood, paling sering digunakan untuk mengobati gangguan bipolar yang ditandai dengan pergantian fase manik (bahagia luar biasa) dan depresif (putus asa dan nelangsa). 
  • Obat antipsikotik, biasanya digunakan untuk mengobati gangguan psikotik seperti skizofrenia. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati gangguan bipolar atau diresepkan dengan antidepresan untuk mengobati depresi.

Fungsi Suntikan Obat Penenang

Suntikan obat penenang merupakan salah satu obat yang hanya bisa didapatkan melalui resep dokter dan berperan dalam memperlambat aktivitas di otak. Obat ini juga dapat membuat pasien ODGJ merasa lebih rileks atau tenang.

Obat ini biasanya diberikan untuk mengatasi masalah atau kondisi medis, seperti gangguan tidur dan kecemasan. Adakalanya obat dipakai untuk memberikan ketenangan yang digunakan sebagai obat bius.

Obat bekerja dengan mengubah komunikasi pada saraf di dalam sistem saraf pusat otak dengan memproduksi neurotransmitter atau senyawa dalam otak yang berperan dalam menjembatani komunikasi antar sel otak, berupa gamma-aminobutyric acid (GABA).

Peningkatan GABA dalam otak dapat memperlambat cara kerja otak dengan cara mengurangi aktivitas di otak. Nantinya, pemakai obat akan mulai merasakan efek rileks dan mengantuk.

Salah satu jenis obat penenang adalah Benzodiazepine. Benzodiazepine termasuk dalam golongan obat antikecemasan. Benzodiazepine adalah obat penenang yang biasa digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan dan insomnia. Beberapa jenis  obat ini yang sudah banyak dikenal, contohnya diazepam dan alprazolam.

Benzodiazepine biasa digunakan untuk menangani gangguan kejiwaan dan neurologis. Beberapa contoh kondisi tersebut, antara lain:

  • Insomnia.
  • Gangguan kecemasan umum.
  • Kejang.
  • Sindrom putus alkohol.
  • Serangan panik.

Jenis Obat Penenang

Benzodiazepin dan barbiturat adalah dua jenis obat-obatan yang umum ditemui. Benzodiazepin biasanya dipakai untuk mengobati gangguan kecemasan, reaksi akibat stres akut, dan serangan panik (panic attack).Terkadang beberapa jenis benzodiazepin juga bisa diresepkan untuk menanggulangi gangguan tidur dalam jangka pendek. Sementara itu, barbiturat adalah jenis obat yang sering diberikan untuk mengatasi gangguan tidur, kecemasan, dan ketegangan.

Selain benzodiazepin dan barbiturat, ada lagi dua jenis obat penenang lainnya, yaitu hypnotics atau non-benzodiazepines dan narkotika. Hypnotics hanya diberikan untuk menanggulangi gangguan tidur, sedangkan opioid atau narkotika digunakan untuk mengatasi rasa sakit yang tidak tertahankan.

Jenis obat ini berpotensi tinggi untuk menyebabkan kecanduan dan disalahgunakan. Oleh karena itu, penggunaannya diatur secara ketat penjualannya dan hanya bisa didapatkan melalui resep dokter, serta digunakan untuk mengatasi keluhan tertentu.

Segera cek kebutuhan obat dan vitamin kamu di toko kesehatan Halodoc. Jangan tunggu sampai sakit untuk minum vitamin, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Bandelow, B. Diakses pada 2022. Current and Novel Psychopharmacological Drugs for Anxiety Disorders. Adv Exp Med Biol., doi: 10.1007/978-981-32-9705-0_19.
Healthline. Diakses pada 2022. Everything You Want to Know About Sedatives.
Mental Health. Diakses pada 2022. What Is Mental Health?
Medical News Today. Diakses pada 2022. The benefits and risks of benzodiazepines.
Medicine Net. DIakses pada 2022. Benzodiazepines: Types, Side Effects, and Addiction.
Web MD. Diakses pada 2022. Benzodiazepine Abuse.
Web MD. Diakses pada 2022. Drugs to Treat Mental Illness.

Ditulis oleh:

dr. Rizal Fadli