• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Fungsi Tulang Kering Terganggu, Waspada Penyakit Ini

Fungsi Tulang Kering Terganggu, Waspada Penyakit Ini

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
undefined

Halodoc, Jakarta - Tibia atau sebutan untuk tulang kering, adalah tulang yang lebih besar dan lebih kuat dari dua tulang kaki bagian bawah. Tulang ini membentuk sendi lutut dengan tulang paha dan sendi pergelangan kaki dengan fibula dan tarsus. Banyak otot kuat yang menggerakkan kaki dan kaki bagian bawah bersangga pada tulang kering. Oleh karena itu, dukungan dan gerakan tulang kering sangat penting untuk banyak kegiatan yang dilakukan oleh kaki, termasuk berdiri, berjalan, berlari, melompat dan menopang berat tubuh.

Apabila fungsi tulang kering terganggu, maka kondisi ini bisa mengganggu aktivitas pengidapnya. Salah satu jenis penyakit yang mengganggu fungsi tulang kering adalah bidai tulang kering atau istilah medisnya disebut medial tibial stress syndrome.  Kondisi ini umumnya dialami orang yang berolahraga dengan terlalu keras. Yuk, simak ulasan lebih lanjut mengenai bidai tulang kering berikut ini.

Baca juga: Alami Cedera, Ini Cara Tingkatkan Fungsi Tulang Kering

Tekanan Berulang dapat Mengganggu Fungsi Tulang Kering

Orang yang sering berolahraga dengan keras, bisa mengalami tekanan berulang-ulang pada tulang kering dan jaringan ikat. Kondisi ini sebabkan jaringan tungkai bawah menjadi rusak dan menyebabkan rasa nyeri pada tulang kering. Meskipun bidai tulang kering bukan merupakan kondisi serius, namun rasa nyeri ini bisa bertambah buruk jika diabaikan. Dengan pengobatan yang dilakukan di rumah, pengidap bidai tulang kering dapat sembuh dalam waktu beberapa minggu saja.

Adapun faktor lain juga yang meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami bidai tulang kering, yaitu:

  • Memiliki berat badan berlebih (obesitas);

  • Memiliki telapak kaki datar atau lengkungan telapak kaki yang tinggi, serta memiliki otot betis dan tendon achilles (jaringan yang menghubungkan tumit dan otot betis) yang kaku;

  • Memiliki jaringan pergelangan kaki yang lemah;

  • Memakai sepatu yang tidak tepat atau tidak mendukung dalam berkegiatan;

  • Tidak pernah berolahraga, namun secara mendadak melakukan olahraga lari tanpa pemanasan;

  • Penambahan durasi, frekuensi, atau intensitas kegiatan fisik secara mendadak; 

  • Berlari di permukaan yang keras atau tidak rata.

Baca juga: 2 Cedera yang Dapat Menurunkan Fungsi Tulang Kering

Lantas, Apa Saja Gejala dari Bidai Tulang Kering?

Bidai tulang kering yang terjadi di tungkai bawah bagian depan dapat ditunjukkan dengan gejala yang muncul pada saat atau setelah melakukan kegiatan fisik, seperti: 

  • Nyeri di bagian dalam tulang kering. Awalnya, rasa nyeri ini bisa hilang setelah menghentikan kegiatan fisik, tetapi ia bisa berlanjut hingga mengakibatkan patah tulang karena tekanan pada tungkai;

  • Rasa nyeri terjadi pada kedua tulang kering;

  • Tungkai bawah bengkak;

  • Nyeri bertambah parah saat menaiki tangga.

Segera periksakan diri ke rumah sakit jika kamu mengalami gejala seperti yang disebutkan. Karena bisa memengaruhi kamu berjalan, pastikan untuk meminta pertolongan orang terdekat saat melakukan pemeriksaan. Untuk lebih mudahnya, kamu bisa buat janji dengan dokter di Halodoc.

Baca juga: Pertolongan Pertama yang Tepat Saat Cedera Tulang Kering

Langkah Pengobatan Bidai Tulang Kering

Secara umum, pengobatan atau pemulihan bidai tulang kering cukup sederhana dan bisa dilakukan di rumah. Dokter dapat menyarankan pengidapnya untuk beristirahat dari aktivitas berat atau olahraga setidaknya selama dua minggu. Dengan beristirahat, diharapkan nyeri akan membaik perlahan-lahan. 

Selain itu, pengidap bidai tulang kering juga dianjurkan untuk mengompres bagian yang terasa nyeri menggunakan kantong es selama 10 hingga 15 menit, sebanyak 4 hingga 8 kali sehari. Kompres akan membantu meredakan nyeri dan bengkak. Bila diperlukan, dokter dapat meresepkan obat-obatan pereda rasa sakit seperti paracetamol.

Setelah nyeri mereda, kegiatan fisik bisa dimulai kembali. Namun, kegiatan tersebut harus dilakukan perlahan. Tidak diperbolehkan untuk melakukan kegiatan fisik dalam waktu yang lama atau melakukan olahraga berat. Jika nyeri kembali terasa atau kambuh pada saat kamu mulai kembali berolahraga, hentikan aktivitas dan periksakan diri ke dokter.

Referensi:
Innerbody. Diakses pada 2020. Tibia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Shin Splints.