• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gagal Ginjal Akut, Bisakah Dicegah?

Gagal Ginjal Akut, Bisakah Dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Gagal Ginjal Akut, Bisakah Dicegah?

Halodoc, Jakarta – Ginjal adalah salah satu organ yang sangat penting dijaga kesehatannya. Ketika ginjal berhenti bekerja tiba-tiba, dalam waktu yang sangat singkat (biasanya dua hari atau kurang), kondisi ini disebut gagal ginjal akut. Karena gagal ginjal akut terjadi tanpa menimbulkan gejala apa pun, mungkin sulit untuk memprediksi atau mencegahnya. 

Sejatinya merawat ginjal dengan baik dapat membantu mencegah gagal ginjal akut. Pola makan dan olahraga yang konsisten bisa menjadi upaya untuk mencegah gagal ginjal akut. Dengan begitu, segala macam fungsinya yang vital untuk tubuh tidak terganggu. Selengkapnya, mengenai perawatan kesehatan ginjal dapat ditemukan di sini.

Cara Cegah Gagal Ginjal Akut

Gagal ginjal akut terjadi saat organ penyaringan produk limbah dari darah ini tidak dapat berfungsi secara tiba-tiba. Saat ginjal bermasalah, tingkat limbah berbahaya dapat menumpuk sehingga kandungan kimia dalam darah tidak normal. Meski begitu, gangguan ini hanya terjadi dalam kurun waktu beberapa hari, tidak seperti gangguan yang kronis, terjadi dalam waktu yang lama.

Masalah ginjal ini memang paling sering terjadi pada seseorang yang telah mendapatkan perawatan di rumah sakit, terutama untuk seseorang yang membutuhkan perawatan intensif. Jika dibiarkan, gagal ginjal akut dapat menimbulkan gangguan yang fatal dan membutuhkan perawatan intensif. Maka dari itu, setiap orang harus tahu cara mencegah penyakit pada ginjal ini.

Nah, berikut ini beberapa metode pencegahan gagal ginjal akut yang dapat dilakukan:

1. Konsumsi Obat Sesuai Rekomendasi

Cara pertama yang dapat dilakukan untuk mencegah gagal ginjal akut adalah dengan mengonsumsi obat-obatan sesuai dengan rekomendasi dokter atau label yang tertera, terutama pada obat pereda nyeri. Beberapa obat-obatan, seperti aspirin, acetaminophen, dan ibuprofen perlu dikonsumsi sesuai petunjuk yang ada. Jika mengonsumsi terlalu banyak, peningkatan risiko terhadap cedera ginjal dapat terjadi, terlebih jika sudah mengidap penyakit ginjal, diabetes, atau tekanan darah tinggi.

2. Rutin Memeriksakan Kesehatan

Kamu juga dapat mencegah gagal ginjal akut untuk terjadi dengan rutin memeriksakan kesehatan, terutama jika telah mengidap masalah yang berhubungan dengan ginjal atau kondisi kronis lainnya. Jika kamu memiliki kondisi yang dapat meningkatkan risiko penyakit ini, seperti diabetes atau tekanan darah tinggi, ada baiknya rutin mengonsumsi obat dan selalu ikuti arahan dokter agar kondisi yang ada menjadi lebih baik.

3. Hidup Sehat

Cara terakhir yang perlu dilakukan adalah memastikan kebiasaan rutin untuk hidup sehat. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan rendah garam dan lemak, berolahraga selama 30 menit setidaknya lima hari per minggu, batasi alkohol dan minum semua obat yang diresepkan dokter. Diharapkan setelah melakukan ini semua, tubuh akan menjadi lebih sehat.

Baca juga: 7 Sayuran untuk Kesehatan Ginjal

Selain itu, berikut ini beberapa kondisi yang dapat meningkatkan seseorang mengidap gagal ginjal akut, yaitu:

  •  Berusia 65 tahun ke atas.
  •  Memiliki penyakit ginjal atau masalah ginjal.
  •  Memiliki tekanan darah tinggi.
  •  Memiliki penyakit kronis, seperti penyakit jantung, penyakit hati atau diabetes.
  •  Memiliki penyakit arteri perifer (suatu kondisi yang membuat darah sulit untuk sampai ke lengan dan kaki)

Ingin tahu lebih lanjut mengenai gagal ginjal baik akut atau kronis, tanyakan langsung ke Halodoc untuk informasi lebih lengkapnya. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa kapan dan di mana saja memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Tidak selamanya datang tiba-tiba, gagal ginjal akut biasanya diiringi oleh beberapa masalah berikut: 

  •  Urine yang tidak cukup.
  •  Pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, ataupun kaki.
  •  Merasa lelah.
  •  Kesulitan menarik napas.
  •  Merasa bingung.
  •  Mual.
  •  Nyeri atau tekanan di dada.
  • Jika kamu sudah memiliki gagal ginjal yang akut, biasanya akan mengalami kejang atau koma.

Perawatan untuk gagal ginjal akut tergantung pada apa yang menyebabkannya terjadi. Kebanyakan orang perlu tinggal di rumah sakit selama perawatan dan sampai ginjalnya pulih. Ketika kamu sedang dirawat untuk masalah yang menyebabkan gagal ginjal akut, kamu mungkin juga memiliki perawatan yang dapat membuat ginjal lebih sulit untuk sembuh. 

Baca juga: Panduan Hidup Sehat untuk Jaga Fungsi Ginjal

Beberapa kemungkinan perawatan termasuk:

  • Hemodialisis sementara untuk melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan ginjal, sampai benar-benar dapat pulih.
  • Obat-obatan untuk mengontrol jumlah vitamin dan mineral dalam darah. 
  • Perawatan untuk menjaga jumlah cairan yang tepat dalam darah.

Ketika kembali ke rumah, dokter mungkin meminta kamu untuk mengikuti rencana diet ramah ginjal untuk membantu ginjal kembali pulih. Dokter mungkin dapat merujuk kamu ke ahli gizi, yang dapat membantu kamu membuat rencana diet ramah ginjal yang cocok untuk kondisi kesehatan yang sekarang.

Maka dari itu, pastikan untuk melakukan semua cara yang dapat mencegah terjadinya gagal ginjal akut. Dengan memperhatikan segala kebiasaan rutin sehari-hari, bukan hanya penyakit pada ginjal saja yang dapat dicegah, tetapi juga segala gangguan lainnya yang dapat menimbulkan dampak buruk. Ayo, jaga kesehatan tubuh setiap saat!

Referensi:
ACP Hospitalist.org. Diakses pada 2021. Preventing AKI.
American Kidney Fund. Diakses pada 2021. Acute kidney injury.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Acute kidney failure.
Healthline. Diakses pada 2021. How to Prevent Kidney Failure.