Gangguan Jiwa, Lebih Tinggi Risikonya pada Pria atau Wanita?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Gangguan Jiwa, Lebih Tinggi Risikonya pada Pria atau Wanita?

Halodoc, Jakarta – Gangguan jiwa bisa terjadi pada siapa saja. Bagi mereka yang saat ini berusia muda juga dapat mengalami gangguan jiwa dengan berbagai faktor penyebab. Tahukah kamu bahwa gangguan jiwa lebih banyak dialami oleh wanita dibandingkan pria.

Baca juga: Ini 7 Alasan Lansia Kerap Mengalami Gangguan Jiwa

Menurut Badan Kesehatan Jiwa Indonesia, wanita dapat mengalami masalah emosional empat kali lipat dibandingkan pria. Namun, gangguan jiwa dapat dialami pada wanita maupun pria secara berbeda.

Ketahui Alasan Mengapa Wanita Lebih Tinggi Berisiko Mengalami Gangguan Jiwa

Gangguan jiwa merupakan salah satu gangguan mental yang berdampak pada perubahan suasana hati, perilaku dan pola pikir seseorang. Ada beberapa gangguan jiwa yang kerap dialami oleh wanita seperti gangguan kecemasan dan depresi. Kedua gangguan jiwa pada wanita disebabkan oleh beberapa alasan yang cukup unik dan tidak dialami oleh pria. 

Perubahan hormon yang diakibatkan menstruasi, depresi setelah melahirkan, dan depresi terkait kondisi menopause menjadi beberapa penyebab mengapa wanita mengalami gangguan jiwa. Secara umum, gangguan jiwa disebabkan beberapa faktor, seperti genetik, lingkungan, riwayat keluarga dengan kondisi gangguan jiwa, tingkat stress seseorang, trauma psikologis dan cedera pada bagian otak.

Ada beberapa gejala yang dialami oleh seseorang dengan gangguan jiwa, seperti perubahan suasana hati yang berlangsung secara drastis, rasa ketakutan secara berlebihan, menarik diri dari kehidupan sosial, serta sering mengalami delusional.

Tidak hanya pada psikologis seseorang, pengidap gangguan jiwa juga dapat mengalami tanda atau gejala pada fisik, seperti sakit kepala yang hebat, nyeri punggung, dan sakit perut. Sebaiknya segera periksakan kondisi kesehatan pada rumah sakit terdekat ketika kamu atau kerabat mengalami beberapa gejala yang menjadi tanda utama dari kondisi gangguan jiwa.

Ketahui faktor lain yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan jiwa, seperti:

  1. Paparan virus, racun, minuman keras dan obat-obatan dalam kandungan nyatanya dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan jiwa. Sebaiknya ibu hamil lakukan gaya hidup sehat untuk menghindari janin dari gangguan kesehatan.

  2. Seseorang yang mengalami kejadian traumatis nyatanya lebih rentan mengalami kondisi gangguan jiwa.

  3. Penggunaan narkotika juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan jiwa.

  4. Kehidupan yang penuh tekanan menjadi salah satu faktor penyebab gangguan jiwa. Kesulitan ekonomi atau rasa sedih yang berlebihan dapat menjadi salah satu faktor penyebab gangguan jiwa.

  5. Pengidap penyakit kronis seperti kanker juga sangat rentan dengan gangguan jiwa.

Baca juga: Kejadian Traumatis Picu Gangguan Jiwa, Ini Penyebabnya

Ketahui Jenis-Jenis Gangguan Jiwa

Ada banyak kondisi yang dikategorikan sebagai gangguan jiwa. Berikut adalah kondisi yang masuk dalam kategori gangguan jiwa, yaitu:

1. Gangguan Kecemasan

Pengidap gangguan kecemasan biasanya merespon suatu kejadian dengan kondisi cemas yang berlebihan. Pengidap mengalami kondisi keringat dan rasa takut berlebihan, panik dan detak jantung yang berubah menjadi lebih cepat. Gejala yang dialami tidak dapat dikendalikan.

2. Gangguan Kepribadian

Pengidap gangguan kepribadian memiliki karakter yang cukup berbeda satu sama lain. Biasanya, pengidap akan kurang baik dalam bersosialisasi dengan lingkungan.

3. Gangguan Afektif

Pengidap ini dapat mengalami rasa sedih atau rasa senang yang terus menerus dan berubah menjadi perasaan sebaliknya dalam waktu yang cukup cepat. Kondisi ini dikenal dengan bipolar atau depresi.

4. Gangguan Psikosis

Halusinasi dan delusi menjadi salah satu ciri umum dari gangguan psikosis. 

Gangguan jiwa tidak dapat dianggap sepele karena dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Pastikan kamu tidak hanya menjaga kesehatan fisik, melainkan juga menjaga kesehatan mental.

Baca juga: Gangguan Jiwa Psikosis Bisa Disembuhkan, Benarkah?

Referensi:
NIMH (diakses pada 2019). Women and Mental Health
Mayo Clinic (diakses pada 2019). Mentall Illness 
Mind (diakses pada 2019). Types of Mental Health Problems