• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gangguan Kepribadian Ambang Bisa Muncul Tanpa Disadari

Gangguan Kepribadian Ambang Bisa Muncul Tanpa Disadari

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Gangguan Kepribadian Ambang Bisa Muncul Tanpa Disadari

Halodoc, Jakarta – Gangguan kepribadian ambang atau borderline personality disorder (BPD) adalah penyakit mental serius yang memengaruhi cara seseorang berpikir dan merasakan tentang dirinya sendiri dan orang lain. Pengidap gangguan tersebut mengalami masalah fungsi dalam kehidupannya sehari-hari, seperti memiliki masalah dengan citra diri, sulit mengatur emosi dan perilaku, serta memiliki hubungan yang tidak stabil.

Pengidap gangguan kepribadian ambang memiliki ciri-ciri sangat takut akan pengabaian dan tidak bisa menoleransi kesendirian. Ia juga memiliki suasana hati yang sering berubah-ubah, bersikap impulsif dan marah-marah. BPD biasanya dimulai pada masa dewasa awal, namun kadang-kadang kemunculan gangguan mental tersebut tidak disadari oleh pengidapnya.

Baca juga: Ini Beda Mood Swing dan Gangguan Kepribadian Ambang

Gejala Borderline Personality Disorder

Borderline personality disorder sebenarnya dapat dikenali dengan memahami gejala-gejalanya. Dilansir dari National Health Service, gejala BPD memengaruhi empat area, yaitu, emosi, pola berpikir, perilaku, dan hubungan dengan orang lain.

National Institute of Mental Health menjelaskan lebih lanjut bahwa orang dengan gangguan kepribadian ambang dapat mengalami perubahan suasana hati dan menunjukkan ketidakstabilan pola pikir tentang bagaimana ia melihat dirinya sendiri dan perannya di dunia ini. Akibatnya, pengidap sering mengalami perubahan minat dan cara ia menilai dirinya sendiri.

Selain itu, orang dengan gangguan kepribadian ambang juga cenderung memandang hal-hal secara ekstrem, seperti semuanya baik atau semuanya buruk. Pendapatnya tentang orang lain juga bisa berubah dengan cepat. Orang yang saat ini ia anggap sebagai teman, dapat dianggap sebagai musuh di hari berikutnya. Perasaan yang berubah-ubah ini menyebabkan pengidap memiliki hubungan yang intens tapi tidak stabil dengan orang lain.


Berikut gejala BPD lainnya:

  • Berusaha keras agar orang lain tidak mengabaikan atau meninggalkannya, sehingga pengidap dapat memulai hubungan yang intim (baik secara fisik atau emosional) dengan cepat atau memutuskan komunikasi dengan seseorang untuk mengantisipasi ditinggalkan.
  • Memiliki pola hubungan yang intens dan tidak stabil dengan keluarga, teman, dan orang yang dicintai, seperti dapat berubah dengan cepat dari kedekatan dan rasa cinta yang ekstrem (idealisasi) menjadi ketidaksukaan atau kemarahan yang ekstrem (devaluasi).
  • Memiliki citra diri atau perasaan diri yang terdistorsi dan tidak stabil.
  • Menunjukkan perilaku impulsif dan cenderung berbahaya, seperti berbelanja secara berlebihan, seks yang tidak aman, penyalahgunaan zat, mengemudi dengan sembrono, dan makan berlebihan. Jika perilaku ini terjadi selama periode suasana hati sedang meningkat, hal itu merupakan tanda gangguan suasana hati, bukan gangguan kepribadian ambang.
  • Menyakiti diri sendiri atau mencoba berulang kali untuk bunuh diri. Hal ini sering kali sebagai respons terhadap rasa takut akan perpisahan dan penolakan.
  • Memiliki suasana hati yang intens dan mudah berubah yang dapat berlangsung dari beberapa jam hingga beberapa hari. Suasana hati tersebut meliputi kebahagiaan yang intens, cepat marah, malu atau cemas.
  • Perasaan kosong yang terus-menerus.
  • Menunjukkan kemarahan yang berlebihan dan intens, atau sulit untuk mengendalikan kemarahan.


Mengenali gejala BPD sangat penting agar kamu bisa segera menyadari adanya gangguan mental tersebut, sehingga dapat segera mencari pengobatan. Meski begitu, gejala BPD pada tiap pengidap bisa bervariasi. Beberapa pengidap hanya mengalami sedikit gejala, sementara yang lain mengalami banyak gejala. 

Selain itu, gejala BPD bisa dipicu oleh kejadian yang tampaknya biasa saja. Misalnya, orang dengan gangguan kepribadian ambang mungkin bisa menjadi marah dan stres karena perpisahan ementara dengan orang yang mereka rasa dekat, seperti hanya pergi untuk perjalanan bisnis.

Bila kamu memiliki gejala-gejala BPD tersebut, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke ahli kesehatan mental untuk mendapatkan pengobatan. Tidak perlu merasa segan atau malu. Sekarang, kamu juga bisa membicarakan masalah kesehatan mental yang kamu alami pada psikolog melalui aplikasi Halodoc

Baca juga: Atasi Gangguan Kepribadian Ambang dengan Terapi, Ini Penjelasannya

Meski borderline personality disorder dianggap sulit untuk diobati, namun perawatan yang dilakukan sedini mungkin biasanya dapat mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup pengidap menjadi lebih baik.

Perawatan membantu kamu mempelajari keterampilan untuk mengelola dan mengatasi kondisi yang kamu miliki. Kamu juga perlu mendapatkan perawatan bila memiliki gangguan kesehatan mental lain yang sering terjadi bersamaan dengan gangguan kepribadian ambang, seperti depresi.

Baca juga: Pengidap Gangguan Kepribadian Ambang Berisiko Alami Depresi

Itulah gejala BPD yang perlu kamu ketahui, karena gangguan mental tersebut bisa muncul tanpa disadari. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Borderline personality disorder
National Institute of Mental Health. Diakses pada 2020. Borderline personality disorder
National Health Service. Diakses pada 2020. Borderline personality disorder